Seorang penyair mengatakan:

Setiap penulis pasti akan mati dan berlalu
tetapi waktu akan mengabadikan apa yang ia tulis itu
maka janganlah menulis dengan tulisan tangan Anda
selain yang membuat Anda bergembira
pada Hari Kiamat ketika melihatnya.

Friday, November 27, 2009

-Renungan Berkeluarga-

Bagi yang bujang sesuatu i'tibar
Bagi yang belum / bakal berkeluarga suatu pelajaran
Bagi yang berkeluarga perlu mengajar

Wahai SUAMI renungkanlah
Pernikahan atau perkahwinan menyingkap tabir rahsia
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah
Justeru,
Isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya
Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat isteri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Setika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandai isteri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya
Pernikahan atau perkahwinan menginsafkan kita, perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t kerana
Memiliki isteri yang tak sehebat mana
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH.
Amin.

Wahai ISTERI pula renungkanlah
Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahsia
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad s.a.w.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Tidak setabah Ayyub
Tidak segagah Musa
Apalagi setampan Yusuf
Justeru Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman
yang punya cita-cita membangun keturunan yang soleh
Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya
Sekita suami menjadi bisa, kamulah penawar ubatnya
Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t. kerana
Memilik suami yang tak segagah mana..
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH
Amin.

Justeru itu wahai SUAMI dan ISTERI Jangan menuntut terlalu tinggi
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya SUAMI dan ISTERI
ingatlah: Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah
Andai diri tidak semulia Rasulullah s.a.w.
Tidak perlu isteri secantik Balqis Andai diri tidak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharapkan suami setampan
Yusuf Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.

nor

Wednesday, November 25, 2009

SAYAP YANG TAK AKAN PERNAH PATAH

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak
sampai, atau cintanya tertolak.
Seperti sayap-sayap Gibran yang patah.
Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal
Vanderwicjk tenggelam.
Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka
‘majnun’, lalu mati.
Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang
cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah
jambu disana.
Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah
gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung. =
Oh burung, adakah yang mau meminjamkan sayap.
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka.
Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani.
Atau, jika mereka adalah kamu sendiri,
maka terimalah ucapan belasungkawaku,
dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.
Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah.
Kasih selalu sampai disana.
"Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi,
“Sebab tangan yang satu tak kan
bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”.
Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya.
Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain
hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya,
pengejawantahan ibadah hati
yang paling hakiki yaitu :
Selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Dalam makna memberi itu
posisi kita sangat kuat.
Kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya.
Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa”
yang besar dan agung: mencintai.
Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak,
yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat.
Hanya itu.
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang.
Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan,
maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan.
Ini hanya murni masalah waktu.

Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya:
“Apakah yang akan kuberikan?”
Tentang kepada “siapa” sesuatu itu
diberikan, itu menjadi sekunder.
Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah.
Kita lemah karena posisi jiwa kita salah.
Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu
kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya!
Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama,
itu lantas menjadi sumber kesengsaraan.
Kita menderita bukan karena kita mencintai.
Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita
pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

*******

"Wa annahuu Huwa adhhaka wa abkaa"
Qs. An-Najm : 43

oleh : Anis Matta, Lc
Al-Ikhwan@yahoogroups.com

Wednesday, November 18, 2009

KuCari Cinta Hakiki

Janji dan azamku
Kanku perataskan perbuatanku
Kanku singkatkan perbualanku
Kanku sukat gerak dan gayaku
Kanku pelihara kesucian dan maruah diriku
Tidakkanku terlalu murah senyumanku dengan mana-mana lelaki
ajnabi

Kerana tahu juaku mengerti
Wanita solehah itu dipandang dari peribadinya
Dilihat dari akhlaknya
Ditinjau dari lemah-lembutnya
Ditafsir dari susunan kata-katanya
Kegagahan wanita berdiri di atas teguh imannya
Dari sini wanita jua diriku diketahui segalanya
Pandanglah kataku
Renunglah dengan mata hatimu setulusnya
Selami dasar hatiku berbisiklah pada dirimu
Ambillah mutiara kata yang baik buat teladan
Tinggalkan kata-kataku yang menyimpang
dari landasan kebenaran
Seperti katamu yang kusemat di hatiku
Hati ini milik-Nya
Cinta ini kerana-Nya
Hidup ini semesti untuk-Nya
Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
dan pandangan hatilah yang hakiki
Ketika iman sudah menghiasi hati
dan kemanisannya mula dikecapi
Semua ujian tidak akan menggugat diri
Kesunyian kesedihan dan kekecewaan akan berganti
dengan keyakinan dan kesyukuran
Jika tidakku perhatikan hikmahnya dengan mata hati
Jika tidakku zuhud dalam pencarian cintaku
Jika tidak teguh mengukir senyum buat pengubat kerunsingan
Jika tidak seikhlas jiwa semurni sanubari memohon keampunanNya
Jika tidakku titiskan air mata keinsafan
Jika tidakku renung dan resapkan keyakinanku pada-Nya
Jika tidakku pasrah dengan ketentuan-Nya
Mana mungkin kudambakan kasih-Nya dalam iman?
Bagaimana pula bolehku harap redha dari-Nya

dipetik dari buletin 'Bintang di Syurga?
Haluan Johor

Tuesday, November 3, 2009

pernah ada masa-masa

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”

padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-

dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-

kini aku hanya menangis rindu membaca kisah ini;
satu hari abu bakr, lelaki tinggi kurus itu menjinjing kainnya
terlunjak jalannya, tertampak lututnya, gemetar tubuhnya
“sahabat kalian ini”, kata Sang Nabi pada majelisnya, “sedang kesal
maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya..”

“antara aku dan putera al khaththab”, lirih abu bakr
dia genggam tangan nabi, dia tatap mata beliau dalam-dalam
“ada kesalahfahaman. lalu dia marah dan menutup pintu rumah.
kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya,
tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan.”

tepat ketika abu bakr selesai berkisah, ‘umar datang dengan resah
“sungguh aku diutus pada kalian”, Sang Nabi bersabda
“lalu kalian berkata ‘engkau dusta!’, wajah beliau memerah
“hanya abu bakr seorang yang langsung mengiya, ‘engkau benar!’
lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya.
masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?”

‘umar berlinang, beristighfar dan berjalan simpuh mendekat
tapi tangis abu bakr lebih keras, air matanya bagai kaca jendela lepas
katanya, “tidak ya Rasulallah.. tidak.. ini bukan salahnya..
demi Allah akulah memang yang keterlaluan. .”
lalu diapun memeluk ‘umar, menenangkan bahu yang terguncang

ya Allah jika kelak mereka berpelukan lagi di sisiMu
mohon sisakan bagian rengkuhannya untuk kami
pada pundak, pada lengan, pada nafas-nafas ini..

salim a. fillah –www.fillah.co. cc-

Thursday, September 17, 2009

Ukhuwah yang Dirindukan

Saudaraku,
Kapan kita kan kembali berjabat mesra
Bila kepongahan dan keangkuhan
Semakin hari kian menggila?
Bila nafsu untuk menguasai,
Menghancurkandan merendahkan
Begitu menggebu dan kian rakusnya?

Saudaraku,
Kapan kita kan berpeluk sayang
Bila senyuman dan manisnya kata-katanya fatamorgana?
Bila tangan lebih suka berkubang dalam kotoran dan amisnya darah
Mencekik dan menyantap bangkai sesama dan menghalalkan segala cara?

Saudaraku,
Kapan musuh akan gemetar melihat kita
Bila kita masih terburai tak tahu bagiannya
Masing-masing berebut segala corak dan bentuk
berhala dunia?
Bila tujuan tak lagi mulia
Mengharap status dan kehormatan semata?

Saudaraku,
Lupakan segala kepongahan dan kengkuhan!
Kita berada bukan untuk apa-apa
hanya mengabdi kepadaNYA!

Saudaraku,
Rangkul aku dalam mesramu
Jabat erat tanganku dengan segenap cintamu
Biarkan kita melebur dan menyatu
Hingga musuh tak lagi kuasa
Menyuntikkan nafsu yang meraja

Wahai Sang Penggenggam Alam Semesta
Hanya kepadaMU kami mengadu
Hanya Engkau yang Maha Perkasa
Hamba memohon yaitu
Satukan hati kami dalam ukhuwah yang disinari oleh Iman dan Islam.
IvhEnX

Sunday, September 13, 2009

Siapalah daku untuk memiliki

Segala puji hanya bagiMu Tuhan
Lantaran telah menjadikan daku – seorang wanita
Dicipta dari tulang rusuk kiri Adam
Dengan seindah dan sebaik ciptaan


Daku…..
Si tulang bengkok
Yang KAU gubah dengan kekuatan perasaan
Mengatasi panjangnya akal fikiran, sebagai fitrah dan anugerah
Hasil doa seorang lelaki
Namun Ya Allah
Biarlah kejadianku memberi guna, bengkok yang ada manfaatnya.

Kiranya daku menjadi seorang isteri
Kurniakanlah padaku kekuatan
Menjadi tulang belakang seorang suami, seorang mujahid
Pengembang perjuangan disayap kiri
Diadun dengan kelembutan
Menjadi teman sejati, sahabat setia, penyejuk mata, pembina semangat dan penguat jiwa
Seanggun peribadi Saidatina Khadijah
Ketenangan baginda Rasulullah, utusan Allah.

Bebas jiwa dari belenggu keperempuanan
Yang memiliki sembilan nafsu
Merdeka dari kepentingan peribadi
Setulus Siti fatimah yang seringkali ditinggalkan suami, Saidina Ali
Dihantar pemergiannya tanpa bertanya
“Bila kan pulang?”
Disambut kepulangannya dengan penuh khidmat dan kemanisan
Bersulamkan kemesraan
Rumahtangga adalah syurga
Wadah suburnya CINTA ketuhanan, Ubudiyyah
Akal yang tunggal tidak dibiarkan
Hanya berlega dicelahan periuk belanga
Di sebalik lipatan lampin anak
Menjangkau kebangkitan Islam di alam sejagat
Menjadi pentadbir di sebalik tabir!!!

Namun Ya Tuhan
Siapalah daku untuk memiliki
Watak wanita solehah pendamping nabi
Dek berkaratnya mazmumah yang bersarang dihati
Maka kurniakanlah daku
Sekeping hati yang sentiasa insaf
Hak seorang suami
Tidak kan mungkin kupenuhi
Biar telah ku jilat nanahnya yang berlelehan
Biar telah ku tadahkan wajahku
Buat mengusap debu di telapak kakinya……

Dan sememangnya daku mengimpikan
Watak seorang ibu
Yang bakal melahirkan
Putera-putera secekal Musa’ab bin Umar
Menggadai dunia demi kasih Tuhannya
Segigih Zubair Ibnu Awwaam
Yang diangkat Rasul sebagai ‘hawarij’nya
Hasil didikan seorang wanita bergelar ibu
Jua
Memiliki puteri setabah dan seteguh Masyitah
Rela direbus demi mempertahankan iman
Atau sesuci Maryam – seluruh hidupnya
Mengabdikan diri kepada Tuhan

Meskipun daku bukan ibunya yang memiliki peribadi semurni Siti Fatimah
Ibu Syeikh Abdul Kadir Jailani
Yang tiap titis darah mampu berzikir ke hadrat Ilahi
Namun
Mudah-mudahan zuriatku
Bakal menampilkan
Mujahid-mujahid yang rindu memburu syahid
Srikandi-srikandi yang mampu memakmurkan muka bumi Allah
Dengan ketaqwaan, kesolehah, ramainya ummat Rasulullah
Yang saling redha berkorban dan dikorbankan
Buat menyemarakkan Islam di akhir zaman
Sebagaimana kisah seorang ibu yang telah kematian
Putera-puteranya di medan jihad :
“Mereka telah berbahagia sebagaimana aku bahagia.
Aduhai, kiranya aku punya seorang anak lagi,
Kurelakan dia turut gugur di jalan Ilahi!”
Dan seandainya daku ditaqdirkan kehilangan mereka
Setenang Ummu Faisal
Yang tidak menjadikan kematian suami dan anak-anaknya
Halangan
Kecintaan padaMu Ya Ilahi

Redhailah daku yang dhaif ini sebagai hambaMu
Inilah pengaduan harap dan munajat
Kiranya KekasihMu sendiri pernah menyatakan
“ Kulihat kebanyakan dari isi neraka itu adalah wanita…….

embunNISA

Saturday, September 12, 2009

PUISI CINTA PUISI RINDU

YA ALLAH,
JIKA AKU JATUH CINTA,
CINTAKANLAH AKU KEPADA SESEORANG YANG
MELABUHKAN CINTANYA PADAMU..
AGAR BERTAMBAH KEKUATAN KU
UNTUK MENCINTAIMU...

YA MUHAIMIN..
JIKA AKU JATUH CINTA..
JAGALAH CINTAKU PADANYA AGAR TIDAK
MELEBIHI CINTAKU PADAMU...

YA ALLAH..
JIKA AKU JATUH HATI...
IZINKAN AKU MENYENTUH HATI SESEORANG
YANG HATINYA BERTAUT PADAMU..
AGAR AKU TIDAK JATUH DALAM JURANG PERCINTAAN DUNIAWI...

YA RABBANA..
JIKA AKU JATUH HATI.
JAGALAH HATIKU PADANYA AGAR TIDAK BERPALING PADA HATIMU...

YA RABBUL IZZATI....
JIKA AKU RINDU...
RINDUKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG
MERINDUI SYAHID DI JALANMU

YA ALLAH...
JIKA AKU MERINDUI...
JAGALAH RINDUKU PADANYA
AGAR TIDAK LALAI
AKU MERINDUI SYURGAMU...

YA ALLAH...
JIKA AKU MENIKMATI CINTA KEKASIHMU...
JANGANLAH KENIKMATAN ITU MELEBIHI KENIKMATAN
INDAHNYA BERMUNAJAT DISEPERTIGA MALAM TERAKHIRMU...

YA ALLAH...
JIKA AKU JATUH HATI PADA KEKASIHMU...
JANGAN BIARKAN AKU TERTATIH DAN TERJATUH
DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA KE JALANMU...

YA ALLAH...
JIKA KAU HALALKAN AKU MERINDUI KEKASIHMU..
JANGAN BIARKAN AKU MELAMPAUI BATAS
SEHINGGA MELUPAKAN AKU..
CINTA HAKIKI DAN ABADI HANYA KEPADAMU..

YA ALLAH,ENGKAU MENGETAHUI BAHAWA HATI-HATI INI TELAH TERHIMPUN DALAM CINTA PADAMU
TELAH BERJUMPA TAATMU
TELAH BERSATU DALAM DAKWAHMU
TELAH BERPADU DALAM MEMBELA SYARIATMU
KUKUHKANLAH YA ALLAH IKATANNYA
KEKALKANLAH CINTANYA
TUNJUKILAH JALAN-JALANNYA
PENUIHILAH HATI INI DENGAN NURMU YANG TAK PERNAH PUDAR
LAPANGKANLAH DADAKU DENGAN KEIMANAN KEPADAMU
DAN KEINDAHAN TAWAQQAL DI JALAN MU..AMIIIN...

Puisi ini ana ambil daripada sebuah laman web(lelaki soleh atau jejaka idaman)

nur zulaikha

berbicara tentang cinta

Juta-juta manusia
ada megah berbicara
tentang cinta
kami ada sedalam-dalamnya
perasaan
kata mereka.


Kalau sudah semua mengaku
merasakan cinta
apa mereka tahu nikmat cinta sebenar?
Kalau semua sudah mengaku
merasakan cinta
Nah aku juga harus berbicara


Kerna aku juga punya cinta!
Pada tingginya Mardhatillah;
Pada abadinya Al-Firdaus;
Pada kekalnya Dar Akhirah;
Kerna aku juga punya cinta!
Pada salimnya Aqidah;
Pada shahihnya Ibadah;
Pada teguhnya Sulukiah;
Kerna aku juga punya cinta!
Pada agungnya Jihad;
Pada mulianya Taat;
Pada mahalnya Thabat;
Kerna aku juga punya cinta!


Aku sanggup berburu berdarah bermatian
kerna cinta.
Dan mereka?


from: akh isra' shihab

Sekuntum Bunga Mawar...


Jadilah bunga mawar yang indah berpagarkan duri.

Jangan biarkan dirimu menjadi sebarangan bunga yang tetap juga indah tetapi,sayang tidak berduri.

Apabila tiada duri, tiada lagi benteng yang boleh melindungi keindahan si bunga daripada sewenang-wenangnya didekati sang kumbang.

Lantas, tercemarlah keindahan dan murahlah nilainya.

Duri mawar itulah ditasybihkan dengan perbatasan aurat, akhlak dan al-haya'.

Dengan pagaran duri itu, kilauan warnanya semakin memancar indah dan harum aromanya menyelinap di segenap naluri yang mengundang kekaguman di hati sang kumbang hinggakan sang kumbang berfikir beberapa kali untuk mendekatinya.

NurWahidaFauzi

Menyintai Tidak Bermakna Memiliki

Janganlah kau angkuh melaungkan
si dia kepunyaanmu
atau kau kepunyaan si dia
kerana hakikatnya
kita tidak pernah memiliki sesiapa
walau sekeping hati seorang insan
tidakkah kau sedar
hukum alam menyatakan
menyintai tidak semestinya memiliki?

Manusia pandai berpura
berlakon di pentas dunia
dan bertopeng menutup rahsia
tetapi hati
tidak pernah berdusta pada empunya
tentang perasaan yang bergolak di dalamnya

Tidakkah kau sedar
mungkin si dia melafazkan
ungkapan cinta padamu
tetapi hati dan perasaannya
tidak pernah berniat begitu
dia hanya berselindung
di sebalik sejuta alasan

Dan kau
begitu jujur dan setia menyintainya
sehingga terlupa
hukum alam menyatakan
menyintai tidak bermakna memiliki

Sesungguhnya…
“Aku tidak pernah memiliki dirimu…
dan kau jua tidak memiliki diriku.”

Mengertilah
kita sebenarnya kepunyaan
Yang Maha Esa
tiada sesiapa berhak memiliki diri kita
kecuali Dia
Dia mengasihi hambaNya
Dia memiliki hambaNya
Dan ke pangkuan Dia kita kembali

Nukilan...
Nabil H... Aaron_Nabil

Hawa...

Hawa..
Andai engkau masih remaja,
Jadilah anak yang solehah buat ibu bapamu
Andai engkau sudah bersuami,
Jadilah isteri yang meringankan beban suami mu
Andai engkau masih ibu,
Didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan agama Allah

Hawa..
Andai engkau belum berkahwin,
Jangan kau risau jodohmu,
Ingatlah Hawa janji tuhan kita,
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik,
Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim,
Kerana aku khuatir,
Dari mata jatuh kehati,
Maka lahirnya senyuman,
Maka tercetusnya salam,
Dan sekali gus di susuli dengan pertemuan,
Takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa..
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa,
Lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya,
Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan yang penting agamanya.
Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk menggodanya.
Kerana dia tahu ape matlamatnya dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita,
Yakni sebuah perkahwinan.

Oleh itu Hawa ..
Jagalah pandanganmu, awasilah auratmu, peliharalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu.
Andai ditakdirkan tiada cinta daripada Adam untukmu,
Cukuplah hanya cinta Allah memenuhi dan menyinari kekosongan jiwamu,
Biarlah hanya cinta dari kedua ibu bapamu
Yang memberi hangat kebahagian buat dirimu,
Cukuplah sekadar cinta adik-beradik serta
Keluarga yang membahagiakan dirimu.

Hawa...
Cintailah Allah dikala susah dan senang
Kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai Allah.
Cintailah kedua ibu bapamu,
Kerana kau akan memperolehi keredhaan Allah.
Cintailah keluargamu,
Kerana kau tak akan jumpa cinta yang bahagia selain dari cinta keluarga.
Janganlah sesekali tangan yang mengoncang dunia juga mengoncang iman lelaki.

juwairiyah

..tautan hati....

Teman, aku ingin.....
Teman tersayang,
Aku ingin kita seperti Abu Bakar al-Siddiq,
Persahabatan dijalin kerana al-khaliq,
Harta dikorban bukan sedikit,
Cintakan kebenaran, sanggup bersakit.

Serta tawakal Ibrahim mulia,
ketika meninggalkan insan tercinta,
di bumi tandus tanpa bicara,
menyakini Allah sebagai Penjaga.

Aku impikan antara kita seorang Umar,
berdiri tatkala tunduknya manusia,
bersuara tatkala diamnya mereka,
menggerunkan musuh durjana.

Serta senyuman Syed al-Qutb,
ketika berhadapan dengan tali maut,
akidah mantap tidak terrengut,
roh dakwahnya tidak surut.

Aku ingin kita seteguh Ibnu Zubbair,
menahan panahan Hajjaj dengan rela,
bersama si ibu tua,
lantas syahid, rohnya ke syurga.

marilah kita menyemai benih Hassan al-Banna,
fikrahnya jernih, menggegar dunia,
merelakan tubuhnya dimamah peluru,
demi menegakkan kalam Allah dan Rasul.

Aku cintakan pemuda Giffari,
menentang kezaliman walaupun diancam,
moga kan lahir lagi di abad ini,
jiwa jitu pemuda yang tak pernah suram.

Aku ingin kita sepemaaf Yusuf,
Tetap mencintai saudaranya,
walaupun dihumban ke perigi tua,
terpisah dari ayahanda bertahun lamanya.

Aku ingin pusara kita harum mewangi,
bagai harumnya pusara Masyitah,
semerbak kasturi.

Aku ingin persahabatan indah ini,
bisa menjadi syafaat,
di Mahkamah Masyar nanti.

fatimah syarha tulis dlm novel beliau ..tautan hati....

iman eiqyn

Tuesday, September 8, 2009

Aku tegar luka berdarah

Dengar-dengar cerita,
Cerita hati lara...
Dengar-dengar luahan rasa,
Rasa kecewa rasa nestapa...
Dengar-dengar atma berbicara,
Pungguk rindukan bulan,
Bulan enggan bersuara
Jua menghindar bersemuka...
Dengar-dengar iman berkata,
Hati yang molek,
Andai dihadiah pada manusia,
Bakal tercalit duka...
Namun hati yang lara
Disandar padaNya
Kan bersinar tenang, bersimbah senang,
Bahagia berpanjangan...
Kadang kaki tersadung,
Tubuh jatuh menyembah...
Kadang hati bergalau,
Rasa berbaur amarah...
Pedih hati sayu jiwa,
Apakah petanda jauh dariNya...
Ya Rahman,
Aku tegar luka berdarah,
Aku bisa tercalit sakit...
Tapi aku tak mampu menerima murkaMu,
Aku takut jauh dariMu...
Aku hanya tahu
Tanpa rahmat kasihMu
Aku adalah hambaMu...
Maka kasihanilah daku...

teruterubozu

Nasihat Ibnu Taimiyah kepada muridnya, Ibnul Qayyim

Akhi da'iyah,
Jangan jadikan hatimu mudah dihanyutkan syubhat,
seperti bunga karang di tepi laut yang kian ternoda apakala diterpa gelombang air.
Jadilah bak cermin yang tetap kukuh.
Berbagai isu dan tuduhan hanya lalut di hadapannya,
dan tidak menetap padanya.
Cermin menolak semua itu dengan kekukuhannya.
Bila tidak demikian,
bila hatimu menghirup semua syubhat yang melaluinya,
nescaya ia akan menjadi sarang segala tuduhan dan isu yang tak jelas.

Ketahuilah, di antara kaedah syariat dan hikmah menyebutkan,
bahawa siapa yang banyak dan besar kebaikannya,
dan telah menanam pengaruh nyata di dalam Islam,
mungkin saja melakukan kekeliruan yang boleh jadi tidak dilakukan orang selainnya.
Orang seperti itu dapat dimaafkan.
Maaf yang tidak diberikan pada selainnya.
Sesungguhnya kemaksiatan itu adalah kotoran,
dan air bila mencapai dua kolah,
tidak membawa kekotoran.

(Nasihat Ibnu Taimiyah kepada muridnya, Ibnul Qayyim)

MADAH

" Orang yang hatinya bercahaya
akan terpancarlah hikmah dilidahnya
dan hikmah ini akan jatuh ke hati orang lain "

" Bila nafsu sudah jahat matanya celik terbuka luas mata hatinya tertutup rapat tidak melihat,diwaktu itu
akalnya akan berfikir tanpa panduan
akhirnya tersesat "

" Ramai yang sanggup berjuang terhadap musuh lahirnya
tetapi ramai yang tidak sanggup berjuang
terhadap musuh batinnya "

" Dua hati yang sama-sama mengingati Allah itu
dia berkenal sebelum bertemu
bila bertemu terus berkenal "

" Dua hati yang tidak mengingati Allah itu
tidak akan berkenal sebelum bertemu
bila bertemu dia hanya berjumpa
bukan bertemu "

" Bila orang tak sanggup berjuang terhadap hawa nafsu,
tetapi gigih berjuang terhadap musuh lahirnya,
menunjukkan ada tujuan dunia yang tersembunyi "

" Orang yang kalah berjuang terhadap musuh lahirnya,
terhina di dunia tetapi orang yang kalah berjuang
terhadap musuh batinnya terhina di neraka "

" Orang yang hatinya halus
kerana bersihnya dari dosa
dapat belajar dengan alam "

" Ingatan hati pada Allah dan rintihan padanya
itulah ibadah tanpa tenaga tanpa ketara "

" Berfikirlah, berkemajuanlah, dan membangunlah,
sejauh mana yang termungkin
asalkan ditunjangi oleh iman,
ia tidak akan sesat "

" Bila manusia tidak beriman
hatinya akan keras
nafsunya sangat mendorong membuat jahat
dan akalnya tidak memikir ke arah akhirat "

" Orang yang jiwanya halus itu
apa yang dilihat mengusik perasaannya,
orang yang berjiwa kasar
benda yang dilihat macam tidak dilihatnya "

" Pandangan hati yang bersih itu
lebih tajam dari pandangan mata lahir "

" Letakkanlah dunia itu di tangan,
akhirat di hati,
Supaya dunia itu senang dibagi-bagi dan
akhirat dibawa mati "

" Berfikirlah supaya terasa kebesaran Tuhan,
Jangan pula sampai fikiran menjadi Tuhan "

" Batu yang keras itu
air yang lembut dapat melembutkannya,
tapi hati yang keras itu
tiada sebarang benda dapat melembutkan,
sebab itu gunung lebih senang diubah dari merubah hati "

" Sebenarnya punca segala masalah ialah manusia sudah tidak takutkan TUHAN.Bila hal ini terjadi, masalah yang remeh sudah dianggap masalah besar kerana manusia sudah tidak tahu mana satu masalah penting yang perlu diselesaikan."

"Jika manusia takutkan Tuhan, masalah yang besar sudah kelihatan kecil, kerana masalah utama yang sering diabaikan ialah:, Manusia sudah tidak takutkan TUHAN."
assiddiq

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ... "

Pernahkah anda menatap orang-orang
yang anda sayang saat mereka sedang tidur?
Kalau belum, cubalah sekali saja menatap
mereka saat sedang tidur.

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling
wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik dan gemerlap pun
akan tampak polos dan jauh
berbeza jika ia sedang tidur.

Orang paling kejam di dunia pun
jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur.
Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat
dan gagah itu kini semakin tua dan lemah,
betapa rambut-rambut putih
mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras
untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inila h, rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda....
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan
yang dulu halus membelai- belai
tubuh bayi kita itu kini kasar kerana
menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita.
Orang inilah yang tiap hari
menguruskan keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
membebeli kita semata- mata
kerana rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.

Cubalah menatap wajah orang-orang
yang kita cintai..sayangi itu...
Ayah, Ibu, Suami,
Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir
perlahan-lahan
saat menatap wajah mereka yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir
deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah
dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi
oleh salah faham kecil yang entah kenapa
selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan tampak lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka
saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu?
Untuk siapa dia berpenat lelah
Tak lain adalah
KITA.....

Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
isteri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang
telah menemani hari-hari suka dan duka
bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan
rasa terharu seketika menerpa jika
mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika
esok mereka "orang-orang terkasih itu"
tak lagi membuka matanya,
untuk selamanya ... "

Friday, August 28, 2009

Dalam Sujud Terakhirku

Dalam sujud terakhirku Ya Allah...
kuteriakkan Asma-Mu sekeras-kerasnya
agar runtuh dinding kesombongan dalam hatiku

Dalam sujud terakhirku Ya Rabbi...
ku menangis sejadi-jadinya
biar kering mata ini
namun basah ladang hati yang gersang

Dalam sujud terakhirku Ya Rahman...
kulihat semua dosa yang membayangiku
kelam mencengkram jiwa yang lusuh

Dalam sujud terakhirku Ya Rahim...
biarkan aku patah dalam cahayaMu
biarkan kumusnahkan titik-titik kemunafikanku
agar ku kembali dalam pelukan hidayahMu

Dalam sujud terakhirku
biarkan aku hirup nafasku sekali lagi
hanya untuk menyebut namaMu dan kekasihMu tercinta


http://www.imannurbalqis.blogspot.com/

Thursday, August 13, 2009

Jika Aku Jatuh Cinta...

Wahai Maha Pengasih,
Jika aku jatuh cinta....
Benihkan cintaku kpd seseorg yg melabuhkan cintanya kpdMu,
Agar bertambah kekuatanku utk mencintaiMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh cinta....
Jagailah cintaku kepadanya,
Agar tidak melebihi cintaku kpdMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati....
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorg yg hatinya tertaut kpdMu,
Agar aku tidak jatuh dlm jurang cinta yg semu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati.....
Jagalah hatiku kepadanya
Agar aku tidak berpaling selain kepada hati-Mu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku rindu...
Rindukanlah aku kpd seseorg yg merindui shahid di jalanMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku rindu...
Jagalah rinduku kepadanya,
Agar aku tidak lalai merindukan syurga-Mu...

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu...
Jgnlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir-Mu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati kpd kekasih-Mu...
Jgn biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan panjang menyeru manusia kpdMu...

Wahai Maha Penyayang,
Jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jgn biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku kpd cinta yg hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu...

Wahai Maha Penyayang,
Engkau mengetahui bahawa...
hati-hati ini telah berhimpun dlm cinta kepada-Mu..
telah berjumpa pada taat kepada-Mu..
telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu..
telah berpadu dlm membela syariat-Mu..
Kukuhkanlah ikatannya....
Kekalkanlah cintanya...
Tunjukilah jalan-jalannya...
Penuhilah hati-hati ini dgn Nur-Mu yg tiada pernah pudar....
Lapangkanlah dada-dada kami...
Dengan limpahan keimanan kepada-Mu...
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu....
Ameen...

*

Wednesday, August 12, 2009

KASIH IBU

Kasih yang tertanam dalam hatiku
adalah rantaian doa setiap kali berjauhan
lalu cemas mengingati anak-anakku
tiada daya upaya akan aku mempertahanankanmu dari apa pun jua
kecuali perlidungan itu hanya dariNYA Rabbul Izzati.

Kasih yang melengkari diriku ini
adalah ingatan setiap kali menghidang makanan
lalu aku teringatkan kalian
sudah menjamah makanan kah anak2 ku di sana
atau berlaparkah kerana waktu membatasi kesempatan

Kasih yang terpikul di bahuku dan ayahmu
ingin melihat kalian jadi yang terbaik
meraih kejayaan bukan buat kami
tapi untuk dirimu sendiri
kerana bila kami telah tiada, pandailah kalian berdikari

Kasih yang terkumpul di pangkuan ku
adalah rindu untuk melihat dan mendakap kalian
kembali dengan ilmu, iman dan taqwa
menjadilah sebaik-baik insan di dunia ini
agar aku sentiasa menjadi redha
dan Allah pun meredhai kalian sebagai hambaNya.

Dan akhir sekali
setelah aku menutup mata
maka aku menjadi fakir di alam yang satu lagi
kirimkan ibu rantaian doa2mu
hadiahkan aku zikrullahmu dan bacaan kalam Allah
berbaktilah untuk agama, bangsa dan negara.

12/8/09
munira

Wednesday, August 5, 2009

Kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz r.a

"Mengingat akhirat"...

Begitulah ilmumu wahai Khalifah

Engkau hanya perlu waktu 2 tahun untuk sebuah perubahan

Dari budaya cinta dunia...

Ibu yang melahirkan korupsi dan pemborosan

Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak

Menjadi "mengingat akhirat"...

dan Al Qur´an kembali menjadi petunjuk

Takwa adalah baju keseharian

Rakyatmu sejahtera...sampai tak mau diberi zakat

Di negeri kami wahai Khalifah

Di negeri Kaya Raya...

Setiap bayi yang lahir harus menanggung hutang negara

Sedang pejabat bersukaria menghabiskan harta negara

Pendidikan dan kesehatan prima adalah hak orang-orang kaya

Dana stimulus adalah hak pengusaha kaya bukan pekerja

Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak bukan lagi fenomena

"mengingat akhirat"...

Ilmumu itu wahai Khalifah

Ajarkanlah pada kami

Agar takwa menjadi keseharian kami

dan pemimpin-pemimpin kami adalah orang terbaik di antara kami

yang terpanjang sujudnya

jujur tangis katanya

yang tak mau memakan harta negara... sepertimu wahai Khalifah

Rabbana... Kirimkanlah negeri kami pemimpin adil yang Engkau cintai dan mencintai Mu

Amin...
http://wahyu2005. wordpress. com/2009/ 04/02/kepada- khalifah- umar-bin- abdul-aziz- ra/

Thursday, July 23, 2009

Kalau Dahi tak Mencecah Sejadah Didunia..... .

Sudah Bersediakah Anda Ketika Dipanggil Pulang Oleh Allah
SWT?!!!

Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan!
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan!
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan!
Tutuplah rambutmu sebelum rambutmu ditutupkan!
Dengan kain kafan yang serba putih!
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih....
Walaupun orang yang hadir itu merintih....

Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai....
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa....
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah

Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus....
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud....
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?

Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian....
Justeru ku menyeru sekelian Muslimin dan Muslimat....
Usunglah dirimu ke tikar Solat....
Sebelum kamu diusung ke liang lahad....
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat!

Iringilah dirimu ke masjid....
Sebelum kamu diiringi ke Pusara!
Tangisilah dosa-dosamu di dunia....
Kerana tangisan tidak berguna lagi di alam baqa'!

Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan!
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.. ..
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan!
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan!
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal....
Bukan yang pergi!
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan!
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan!

Ingatlah di mana saja kamu berada....
Kamu tetap memijak bumi Tuhan!
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan!
Serta menikmati rezeki Tuhan!
Justeru bila Dia menyeru,....
Sambutlah seruan-Nya Sebelum Dia....
memanggilmu buat kali yang terakhirnya!
Ingatlah kamu dahulu hanya....
setitis air yang tidak bererti!

Lalu menjadi segumpal darah!
Lalu menjadi seketul daging!
Lalu daging itu membaluti tulang!
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti....

Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu....
Yang kalau jatuh ke tanah Ayam tak patuk itik tak sudu!
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu....
Yang lebih agung dari malaikat!

Lahirmu bukan untuk dunia....
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat!

Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'....
Dengan penuh rela dan bersedia!
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'....
Jalan kemenangan akhirat dan dunia!

Ingatlah yang kekal ialah amal....
Menjadi bekal sepanjang jalan!
Menjadi teman di perjalanan.. ..
Guna kembali ke pangkuan Tuhan!

Pada hari itu tiada berguna....
Harta, tahta dan putera....
Isteri, kad kredit dan kereta....
Kondominium, saham dan niaga....
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia!!!

Tuesday, July 21, 2009

sajak tanpa judul

Janji dan azamku
Kanku perataskan perbuatanku
Kanku singkatkan perbualanku
Kanku sukat gerak dan gayaku
Kanku pelihara kesucian dan maruah diriku
Tidakkanku terlalu murah senyumanku dengan mana-mana lelaki
ajnabi

Kerana tahu juaku mengerti
Wanita solehah itu dipandang dari peribadinya
Dilihat dari akhlaknya
Ditinjau dari lemah-lembutnya
Ditafsir dari susunan kata-katanya
Kegagahan wanita berdiri di atas teguh imannya
Dari sini wanita jua diriku diketahui segalanya
Pandanglah kataku
Renunglah dengan mata hatimu setulusnya
Selami dasar hatiku berbisiklah pada dirimu
Ambillah mutiara kata yang baik buat teladan
Tinggalkan kata-kataku yang menyimpang
dari landasan kebenaran
Seperti katamu yang kusemat di hatiku
Hati ini milik-Nya
Cinta ini kerana-Nya
Hidup ini semesti untuk-Nya
Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
dan pandangan hatilah yang hakiki
Ketika iman sudah menghiasi hati
dan kemanisannya mula dikecapi
Semua ujian tidak akan menggugat diri
Kesunyian kesedihan dan kekecewaan akan berganti
dengan keyakinan dan kesyukuran
Jika tidakku perhatikan hikmahnya dengan mata hati
Jika tidakku zuhud dalam pencarian cintaku
Jika tidak teguh mengukir senyum buat pengubat kerunsingan
Jika tidak seikhlas jiwa semurni sanubari memohon keampunanNya
Jika tidakku titiskan air mata keinsafan
Jika tidakku renung dan resapkan keyakinanku pada-Nya
Jika tidakku pasrah dengan ketentuan-Nya
Mana mungkin kudambakan kasih-Nya dalam iman?
Bagaimana pula bolehku harap redha dari-Nya

dipetik dari buletin 'Bintang di Syurga?
Haluan Johor

Sunday, July 19, 2009

Khas Untuk Sahabat-Sahabat Yang Dikasihi

Sahabatku,
Perjuanganmu dan perjuanganku
Dalam dirimu dan diriku
Pada keluargamu dan keluargaku
Belum tamat begitu bersama

Sahabatku
Kau dan aku punya tugas tertentu
Tugasmu dan tugasku
Tiada beza antara satu
Kau dan aku
Sama-sama menuju
Matlamat yang satu

Sahabatku
Hatimu dan hatiku
Moga bersatu
Atas jalan yang satu

Tapi sahabatku
Kiranya kau dan aku
Punya hati yang keras bagai batu
Kau dan aku
Tak mungkin bersatu
Walau masa berlalu

Di sana kau menghadapi suasana
Dan di mana-mana
Hikmah berserta
Tarbiyah bersama
Hanya itu senjata
Allah akan bersama

Di sini
Amat kami rasai
Ketiadaanmu di sisi
Tapi kami mengerti
Kau punya tugas dan misi
Yang lebih bererti
Menghadapi realiti
Mencabar jahili

Sahabatku
Bekali dirimu
Dengan hati yang tabah berani
Tahan diuji
Tidak luntur dik puji
Tidak punah dik duniawi
Tak lalai dik anak dan isteri

Sahabatku
Jalan ini
Sukar berduri
Menikam diri
Jalan itu
Seronok di hati
Senang dan mudah bagi kau dan aku
Tapi
Ia membakar diri
Di akhirat nanti

Keputusanmu dan keputusanku
Biar apa terjadi
Hanya jalan ini
Tiada lain
Menuju ukhrawi
Redha Ilahi

Sahabatku
Akhir kata
Sepanjang kita bersama
Kiranya ada terkasar bahasa
Terlanjur kata
Menyinggung rasa
Ampunan Allah kami pohon jua


dipetik dari majalah Fikrah Kita

Monday, July 13, 2009

Puisi tanpa judul oleh adeqyayah86

Aku impikan diriku,
Yang sentiasa ghairah bertasbih,
Mengadu rindu kpdNYA,
MengasihiNYA sepenuh jiwa dan raga,
Mencintainya sekuat hati.

Aku impikan diriku,
Yang sentiasa mengalir air mata,
Akibat rindu aku pada Al-Khalid,
Kerana malunya aku sering berbuat maksiat,
Lantaran segannya aku kerana sering menipu,
Kecintaan aku padaNYA.

Aku impikan diriku,
Yang hatinya sentiasa bergetar,
Apabila nama Tuhanku disebut,
Jantungku berdengup kencang,
Bila disebut azabnya,
Tetapi tenang semula.
Bila dicerita kasih sayangNYA yg Maha Luas.


Aku impikan diriku,
Yang setiap detik memperingatiNYA,
Akan nikmatnya yg tidak terhingga,
Kerana aku tiadaapa-apa,
DIALAh MAHA PEMBERI.


Aku impikan diriku,
Yang sentiasa bertawakal padaNYA,
Yang Maha Mengetahui apa yg terbaik buatku,
Maha suci dari menzalimiku,
Kerana Dia penciptaku,
Yang penuh dengan kecintaan
Kepada makhluknya.

Aku impikan diriku,
Yang sentiasa tertawa dalam tangisan,
Yang sentiasa tersenyum dalam kedukaan


adeqyayah86

Sunday, July 12, 2009

Indahnya malam pertama

Tuk merenungkan indahnya malam pertama

Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata

Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justeru malam pertama perkahwinan kita dengan Sang Maut

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu... mempelai sangat dimanjakan

Mandipun...harus dimandikan

Seluruh badan Kita terbuka....

Tak ada sehelai benang pun menutupinya. .

Tak ada sedikitpun rasa malu...

Seluruh badan digosok dan dibersihkan

Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan

Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...

Itulah sosok Kita.....

Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,

Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih

Kain itu ...jarang orang memakainya..

Karena sangat terkenal bernama Kafan

Wangian ditaburkan kebaju Kita....

Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan

Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita

Keranda pelaminan... . langsung disiapkan

Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga

Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul

Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga

Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir

Akad nikahnya bacaan talkin....

Berwalikan liang lahat..

Saksi-saksinya nisan-nisan. yang telah tiba duluan

Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..

Menunggu dan ditinggal sendirian,

Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama yang indah atau meresahkan..

Dite mani rayap-rayap dan cacing tanah

Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah telah pergi.....

Sang Malaikat lalu bertanya.... ...

Kita tak tahu apakah akan mem peroleh Nikmat Kubur...

Ataukah Kita kan mem peroleh Siksa Kubur.....

Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....

SAHABATKAH ITU....

Unggun api memerahkan cahayanya dihalaman nuraniku
aku pun menerima kehangatannya tanpa sangsi
betapa hati tua ini sentiasa membuka ruang tuk berhandai
suarakanlah isi hatimu
suarakanlah tangismu
aku menyimpannya jadi rahsia terkunci rapi
meskipun kehidupanku sendiri adalah rahsia demi illahirabbi
meskipun airmataku sendiri tumpah dikaki.

suamiku..selain Allah, aku hanya ada kau yang selalu mengerti
akan kelemahanku, selalu memberi ruang tuk sesiapa pun
yang kadang-kadang mengaku susah, mengaku sedih tak terperi.

Tiba2
percikan api menghangus nurani usang ini
lalu aku pun terpana
betapa selama permainan kata-kata ini ku jawab
dengan kata-kata yang sentiasa ku pelihara
agar ia menjadi penawar buat sesiapa pun jua
yang mahu mendengar, meminta dan memerlukannya.


Hujan...
sebentar tadi suaramu bagai zikir yang mengingatkan
titis-titismu mendinginkan kembali nuraniku
betapa naluri keibuan ini seringnya
membuka ruang tanpa sempadan
hingga menjadi lalai betapa
diriku yang kerdil ini juga perlukan ruang nya sendiri
walaupun hanya selebar sehelai saputangan
buat menyapu airmata.

suamiku,
selalu kau melihatku
selalu kau membiarku
memuji nilai persahabatan tidak sebanding emas
tidak sebanding ringgit
namun bila aku menangis kerana pengkhianatan
lalu kau jua yg aku ada disisiku.

hjh Rini Ahli setia 3E
****
Kluang, Johor
11/7/2009

Monday, June 8, 2009

Bercintalah kerana Allah...

Apabila kau ingin bercinta,
Janganlah kerana kelebihannya,
Kerana mungkin dengan satu kelemahan,
Kau mungkin akan menjauhinya....

Andai kau ingin bercinta,
Janganlah kerana kebaikannya,
Kerana mungkin dengan satu keburukan,
Kau akan membencinya....

Andai kau inginkan kekasih yang satu,
Janganlah kerana ilmunya,
Kerana apabila dia buntu,
Kau mungkin akan memfitnahnya....

Andai kau inginkan seorang kekasih,
Janganlah kerana sifat cerianya,
Kerana andai dia tidak pandai menceriakan,
Kau mungkin akan menyalahkannya....

Andai kau ingin bercinta,
Terimalah dia seadanya,
Kerana dia seorang kekasih,
Yang hanya manusia biasa....

Jangan diharapkan sempurna,
Kerana kau juga tidak sempurna,
Tiada siapa yang sempurna...
Tapi bercintalah kerana Allah..
Sesungguhnya Allah itu yg maha sempurna....


achik 3E

Wednesday, April 29, 2009

SIAPA AKU ???

Lahirku di Kampung Al-Jaurah,
Selatan Tebing Gaza, 1938 Masihiah,
Tercetus perang 1948, familiku berpindah,
Mengharung kaki menuju Ghazzah. (Gaza)

Tika asyik beriadah bersama teman,
Malang menimpa, aku terhumban,
Lumpuh seluruh badan,
Namun, kutekad kekuatan,
Lumpuhku tidak bisa menghalang pergerakan,
Minda, fikiran, tadbir jua amalan...

Kutamatkan pengajian sekolah,
Kuteruskan ke Universiti Ain Syams, padah,
Setahun berlalu dan aku terpaksa berhenti,
Hati yang terhiris itulah,
Yang kubawa ke Mesir gagah,
Kukenal Ikhwan, sertai jamaah.

Di Palestin,
Akulah guru, mengajar tatatertib,
Berkhutbah di masjid, akulah khatib,
Akulah pengasas Majma' Islami,
Pada 70-an tekad bersemi.

1983, aku ditangkap dituduh,
Pengasas Majd Mujahidin pembunuh,
13 tahun penjara, mahkamah menyuruh,
Namun terbebas selepas bulan kesepuluh.

Kuasaskan lagi gerakan HAMAS,
Gerakan Penentangan Islamiah, kemas,
1987, HAMAS berdiri tegas!

Sekali lagi, ditangkap askar Yahudi,
Dihukum penjara seumur abadi,
Ditambah 15 tahun lagi,
Kerana mengasas HAMAS menggempa Yahudi!

Makin hari, kumakin lemah, di penjara,
Pandangan kananku hilang mutiara,
Mata kiriku kabur, terseksa didera,
Penyakitku kronik, dihantar ke Hospital Penjara.

Subuh 1 Oktober 1997 barakah,
Aku dibebas dengan janji payah,
Antara Jordan & Israel laknatullah,
Selepas serangan Khalid Masy'al tergagal, musnah.

Kusenyum, kulihat
Intifadah Aqsa, bangkitnya ummat,
Menentang, melawan Zionis penjajah laknat,
Hingga terbunuh jua tercedera berat.

Pagi,
Malam Isnin aku bersolat sendiri,
Munajatku mohon ke hadrat Ilahi,
Agar ganjaran Syahid diberi di sisi,
Dan kuniat puasa di pagi hari.

Masjid, 22 Mac 2004 - Fajarnya,
Usai solat Subuh, tiada lama hanya,
Tika berjalan pulang, aduh sakitnya,
Tiada rasa nyeri, pulanglah,
Pulanglah ke hadrat Tuhanku, Allah,
Haruman syurgawi, rohpun terbanglah,
Duniaku, pisahlah,
Nyata kerananya dan kerana-Nya aku lelah...

Akulah Syeikh Ahmad Ismail Yasin!
Siapa kamu?
Apa yang kamu telah sumbangkan untuk agama Allah?



aniss

BURULAH BAHAGIA

Kutekuni kitab “La Tahzan”
Karya Dr. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni
Katanya: Janganlah bersedih!
Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

Benar..
Fitrah insani inginkan bahagia
Ingin dikasihi dan mengasihi
Ingin disayangi dan menyayangi
Ingin dicintai dan menyintai
Hingga kadangnya terlupa..
Betapa menyintai dan ingin dicintai manusia
Bukanlah kemuncak cinta
Malah bukanlah hakikat bahagia!

Yang sebenarnya..
Bahagia itu ma’nawi
Jua bersifat rohaniah
Lantaran kebahagiaan haqiqi seorang mu’min
Adalah dengan mencintai Tuhannya.

Kerana..
Cinta kepada Allah..
Adalah cinta yang tiada tandingan dan bandingannya
Cinta yang paling memuaskan dan menenangkan
Buahnya amat menghiburkan dan paling membahagiakan
Ya’ni bahagia yang mendasar..
Yang dasarnya lebih dalam dari segala yang dalam.

Justeru wahai insani..
Burulah bahagia, hayatilah zikrullah
Jadikanlah ia cita-cita murni nurani
Agar hatimu tenang dan tiada keluh-kesah.

Percayalah..
Andai kau temui bahagia
Pasti ‘syurga’ sebelum Syurga menjadi milikmu.

Bahagia..
Moga menjadi milikku dunia Akhirat!

MUHTAR SUHAILI
Rijswijk, Holland
23 Mac 2007, 7.07pm.

Wednesday, March 18, 2009

Munajat


Kupersembahkan (rintihan) kepadaMu Tuhan sekelian makhluk akan harapanku

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي
Bilamana keras hatiku dan terasa sempit perjalananku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا
KurniaanMu dan keampunanMu adalah merupakan rahmat dan kemuliaan

ألــســت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــي
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا
Dan janganlah Engkau hapuskan kurniaan anugerah dan ni'mat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kederhakaan

ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا
kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut/mengingati Rabbnya

وفيما سواه في الورى كان أعجما
Dan bilamana dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta dan berharap

كـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـا
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung dan memohon

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى
Ku pelihara kasihku yang dicemari nafsu

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا
Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar

فـفـي يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى
Di saat ku jaga, aku rindu, dan di saat ku lelap aku berharap

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu dan kini

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) dan lebih mulia

izyan insyirah

Monday, February 16, 2009

DI ALQUDS , BATU-BATU TELAH BERBICARA

(1)

Melintaslah diatas sahara hatiku untuk menumbuhkan harapan

Semoga buni menjadi hijau dan menyala di bawah langkah-langkah kalian

Serta rasa takut pun pergi menghilang

Melintaslah, dan yang paling kecil di antara kalian adalah pahlawan

Melintaslah dengan langkah-langkah yang memancarkan mata air kehidupan

Hingg kita sampai pada kesempurnaan kematian

Kini Alquds hanya di jaga oleh anak kecil

Padahal Alquds adalah bumi para nabi

Alquds adalah impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(2)

Pukullah karena hati-hati ini telah membatu serta tidak akan mempan
kecuali hanya dengan batu

Pukullah, karena dari kedua telapak tanganmu akan deras memancar air hujan

Di ”Khan Yunus” dan di ”Bilathah” serta di lembah dan perkotaan, Telah
berlalu masa ketakutan...

Yang telah membuahkan kobaran semangat dan kesadaran

Di masjid-masjid kami, di kalangan pemuda-pemuda ”Alanfal”, ”AsSyura”
dan ”Luqman” serta penghafal ”AzZumar”

Dari Ahmad Yasin bertolak berbagai instruksi dan pelajaran

Di Masjid AlAqsha dan AlUmari batu-batu telah berbicara :

”Amat buruklah wajah-wajah Yahudi Bani Nadzir...mereka telah
berdesak-desakan menuju liang kebinasaan

Amat buruklah wajah-wajah kaum oportunis..dan para penyembah manusia

Pukullah...karena hanya untuk Gaza bulan menjadi purnama

Pukullah... karena hanya untuk Nablus semua nyanyian dan keindahan

Pukullah..karena setelah hari ini tidak akan ada lagi ketundukan

Tidak..tidak akan ada seminar dan muktamar

Inilah jalan Alquds yang melintasi tulang belulangku

Akulah darah yang mengalir deras bagai anak sungai

Kilat-kilatpun redup saat menatap jidatku yang cemerlang

Akulah orang yang tulang-tulang iganya patah..sehingga tampak putih
menembus kulit bangsa Arab

Akulah orang yang desanya hancur..dan menyemburkan api yang berkobar

Akulah orang yang di cintai oleh bebatuan

Saudara-saudaraku melemparkan aku dalam sumur tanpa sedikitpun
meninggalkan jejak

Wahai orang-orang yang murtad, para calo dan penipu, tempat kembali
kalian adalah neraka Saqar

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(3)

Komandan yang kerdil, Dajjal dan penabuh gendang

Intel, pendusta dan calo

Dalam kegalapan langit, mereka telah membicarakan pasal-pasal
pembantaian sadis dengan penuh kerahasiaan

Mereka telah menyerang mata-mata buah Zaitunku.... .untuk memetik
bunga-bunga syuhada’

Mereka datang bagai Abrahah dengan wajah hitam yang menampakkan kebodohan

Zaman ini telah di tentukan, kalian tidak akan pernah lagi bisa mencuri
panji-panji ini dariku

Di tangan kananku panji-panji sahabat akan tetap berkibar

Demi Alquds hidangan para syuhada’

Alquds bumi para anbiya’

Alquds impian para syuhada’

Alquds roti dan rembulan

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(4)

Kalian tidak akan bisa lagi mencuri darah kami dan impian yang sedang
merekah

Anak-anak kami telah tumbuh besar, dan lantang teriakan mereka bagai
suara gempa

”Allahu Akbar” sedang merambah relung-relung nurani bangsa dan mendorong
mereka berperang

”Allahu Akbar” semua thaghut dan Fir’aun terjungkal tumbang

”Allahu Akbar” telah di teriakkan oleh anak-anak yatim, orang-orang
lapar dan ibu-ibu yang kehilangan anaknya

Islam telah memenuhi hati kam, sehingga kami bisa kembali menjadi
singa-singa pertama

Inilah janggut-janggut kami, mushaf-mushaf kami, dan kebaikan akhlak kami

Mereka telah membelenggu kami dengan borgol rantai

Mereka telah menjadi mata-mata musuhdi setiap perbatasan dan pesisir

Dari telapak tanganku tertulis sejarah yang bertaburan pelita

Karena batu-batuk telah merobek dan menyingkap aurat bangsa-bangsa

Karena batu-batuku telah merobek papan-papan catur..dan mengabaikan
rantai-rantai borgol

Karena mereka telah menghancurkan tulang-tulang kami dan merusak semua
persendian kami

Aku akan mengembalikan kejayaan Babilon

Dan Alquds bumi para nabi

Dan AlQuds impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(5)

Telah berguguran panji-panji Fir’aun kecil

Corenglah wajah para pencoleng dengan silang dari kanan dan kiri

Dari janggut para syuhada’ memencar cahaya siang bagi umatku

Untuk para syaih dibumi yang damai ini

Dan Alquds sumber kemuliaan dan kebanggaan

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(6)

Mereka telah tertunduk hingga tidak ada kafilah yang mau berjihad

Janganlah kalian menelan makanan meski dari emas

Dan Batu-batu neraka Sijjil yang menjadi lambang kemurkaan

Apakah setiap kali bercahaya sebuah bintang di ufuk langitku

Pasukan-pasukan Abu Lahab selalu datang untuk memadamkannya

Untukmu wahai kekasih hati, jiwa dan perasaanku

Denganmu Allah yang Maha Agung telah menghantam Bani Quraidhah dan
Bangsa Arab

Engkau telah meninggikan panji-panji jihad tanpa pernah mengenal lelah

Alquds adalah api yang berkobar

Dan Alquds bumi para nabi

Dan AlQuds impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(7)

Matahari berjalan di sela-sela jemari anak-anak yang menarik
ketapel..memberi kita kemerdekaan

Di Jidat barak-barak kemuliaan kami menorehkan kemenangan Qadisiyah

Di saat rumahku hancur, aku melihat sebuah pesan di bawah puing-puing
dinding

Ini adalah bencana yang paling mahal

Di dadaku masih tersisa puing-puing ukhuwwah

Dimanakah rudal-rudal? Dimanakah granat-granat bangsa Arab? Dimanakah
kedermawanan dan kemurahan? Dimanakah jiwa-jiwa Bani Hasyim?

Dimanakah meriam-meriam? Dimanakah armada dan pasukan Bani Ummayah?

Dimanakah sungai Eufrat? Dimanakah sungai Nil kalian, wahai para
pelndung kami yang gagah perkasa?

Bahkan di manakah Harun AlRasyid, Muhammad AlFatih yang akan
mengembalikan kemuliaan padaku?

Aku tidak menginginkan kendaraan, aku menginginkan senapan

Wahai umat islam, aku menginginkan senapan

Dan Alquds, sungguh sangat memalukan kini telah menjadi santapan

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(8)

Wahai para pemimpin, beri aku senjata

Wahai para pemimpin, pertolongan Allah telah tiba

Wahai para pemimpin, kalian telah lemah karena luka-luka

Wahai para pemimpin, beri aku Shalahuddin

Shalahuddin telah di tikam dari belakang

Shalahuddin terus menerus dalam penawanan

Shalahuddin telah mereka jual untuk muktamar

Alquds bagai samudra

Yang datang bersama fajar

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(9)

Apakah kalian bangsa Arab? Yang meminta perlindungan kepada bencana..Dan
selalu kalah dalam peperangan

Tujuh puluh tahun semuanya itu adalah kebohongan

Penjara dan pembantaian serta sama sekali bukan peperangan

Mereka telah membantai kaum wanita sedang kalian diam bagai kayu papan

Mereka telah menghancurkan rumah-rumah, sedang pesta ria selalu
menghiasi malam hari kalian

Apakah kalian bangsa arab ? Sangkakala telah di tiupkan sehinga
kehancuran pun bergerak sedang kalian sedikitpun tidak bergerak

Alquds adalah liang kubur yang kini di landasi kelelahan

Alquds adalah nyanyian yang di dadanya tersimpan kerusakan

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

”Wahai orang islam, wahai yang menegakkan shalat, wahai yang
melaksanakan puasa

Pukullah, tidak ada pilihan bagimu selain melempar

Pukullah bangsa yahudi dan kamu tidak akan pernah terkalahkan

Ini tanganku, jadikanlah bom

Ini anak-anak kami bagai gempa yang dahsyat

Ini langkah awal kami dan ini bismillah

Wahai Alquds engkau adalah adalah pemenggal kepala

Dari awal dunia engkau selalu menjadi pelita bagi kami

Wahai Alquds engkau adalah keagungan

Alquds impian para penyair

Alquds kecintaan para syuhada’

Alquds rembulan bagi dunia

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Batam, 31 Des 08 - 01 Jan 09

/Ditulis ulang oleh H.Ahmad Saikhudin dari Buku “Silsilah Idarah
Dzati/Seni Menghadapi Publik”- DR Akrim Ridla Penerbit Syamil Hal.37-43

/

Thursday, January 29, 2009

Munajat

Wahai ALLAH,
perbaikilah keadaan kami,
Kasihanilah kami, Naungilah kami,
Tolonglah kami,
Selesaikanlah permasalahan kami dan seluruh Muslimin.
Wahai ALLAH, cukupkanlah kami dan mereka semua dari buruknya musibah dunia dan Agama kami.
Wahai ALLAH, perbaikilah kami dan perbaikilah semua yang dengan perbaikan atas nya merupakan maslahat bagi Muslimin.
Wahai ALLAH, janganlah Engkau mencelakakan kami,dan mencelakakan mereka yang dengan kecelakaan atasnya merupakan kemaslahatan bagi Muslimin.
Wahai ALLAH, curahilah kami hujan deras RahmatMU dan jadikan kami orang-orang yang tidak berputus asa.
Wahai ALLAH, angkatlah dan singkirkanlah dari kami dan dari Muslimin segala gangguan, dan musibah, dan kemarau, dan wabah demam, dan kejahatan,dan segala bentuk fitnah, dan kesulitan cubaan, dan wabah penyakit,dan kesakitan, dan dari segala yang terlihat zahir dan yang tersembunyi.
Dan jauhilah dari kami wahai ALLAH, kejahatan para penguasa yang keji,dan para pencuri, dan para musuh-musuh, dan orang-orang zalim,dan jauhkanlah sejauh-jauh nya menurut KehendakMU,dengan segera tanpa tertunda-tunda, dalam kesihatan dan keselamatan.
Wahai yang Maha Kasih Sayang dari semua pemilik sifat kasih sayang.AMEEN


Ya Allah..bantulah umat islam di palestin..engkau bantulah mereka sebagaimana engkau telah membantu tentera islam dalam peperangan badar.
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada saudara kami di palestin..berikanlah jalan kepada tentera islam di sana untuk mengalahkan orang kafir yang engkau laknat.
Ya Allah Ya Rabbi, tiada Tuhan selainMU tempat kami mengadu, kami memohon perlindungan dariMU,
kami memohon keampunan dan keredhaan kepadaMU
kurniakanlah syahid dan tempat sebaik baiknya kepada mereka yang korban di medan perang
berikanlah kekuatan kepada umat islam
Engkau Tuhan yang maha Mengetahui segala sesuatu, Engkau Tuhan yang maha Berkuasa
perkenankanlah...ameen

Thursday, January 15, 2009

Ukhti Faridah Dalam Kenangan

Ukhti Faridah
takdirNya jua
kita diketemukan dalam satu wadah
perjuangan murni
Ukhuwah Fillah jua
kita rasakan keakraban

takdirNya jua kau tinggalkan kami
anak-anak & suamimu
untuk teruskan perjuangan
di Jalan Da'wah & Tarbiyah
sedang kau terlebih dahulu
kembali kepangkuanNya

kau bersabar dalam sakitmu
hingga aku dan zaujah tidak tahu
barah rahim bakal memisahkan
antara kau dengan kami semua
namun tetap kami doakan Ukhti
rohmu dalam golongan para
solihin & syuhada
memori bersama Ukhti
mewangi dalam hati-hati kami


Muar, 15/01/09; 4:17 ptg

Wednesday, January 14, 2009

Dua Tanah Haram

TakdirMu jua ya Allah
dapat kujejakkan kaki
di bumi barokahMu
Makkahtul Mukarramah
( pada 30 Nov 208 )
Madinatul Munawarah
( pada 1 Jan 2009 )

mengalir air mataku
di persada ArafahMu
harapkan ampunanMu
atas dosa-dosaku sepanjang
44 tahun aku lalui hidup

terasa harum kasihMu
mengizinkan aku jejakkan kaki
di dua Tanah HaramMu
menyaksi sendiri kesan-kesan
sirah Nabawiyah arRasulMu

sayu hatiku bila hampiri
maqam junjungan Muhammad s.a.w
kenangkan betapa kasihnya baginda
terhadap para umatnya
di hamparan Rhaudah
aku harapkan bantuanMu
untuk aku harungi
baki hayat hidupku
moga aku menemui RedhaMu
pada penghujung nyawaku


Muar, 15/01/09; 3:57 ptg

Wasiat Rasulullah kepada Muaz

"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."

Badi' az-Zaman Sa'id alNursi

Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.

Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^


ANDAINYA AKU PERGI

Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.

Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.

Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.

Hayati Yahaya

Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...


http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/

Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah

Thursday, January 22, 2009













Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.

Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.

Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.

Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan

Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.

Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.

Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk kota di Mesir. Sebagaimana beliau juga merupakan salah seorang da’i terkemuka sehingga nadwah yang dihadiri oleh beliau pada tahun 1984 berjumlah 27 nadwah. Sosok yang gigih dalam mensosialisasikan ruh yang lurus dan tawadhu pada diri pemuda, jauh dari pengaruh akibat kemenangan yang mendapat bahaya ketika berkomunikasi langsung dengan para pemuda.

Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.

Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :

“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!

Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.

Saya katakan kepadanya: Kemana?

Dia berkata: kepada Ihkwah.

Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?

Dia berkata: Ya.

Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.


http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html

Mengenang Pemergian Abbas Assisi

Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.

Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.

Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.

Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.

Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."

Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.

Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.

Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.

Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.

Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.

Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.

IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.

Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?

Saiful Bahri

Cairo, 20 Ramadan 1425