Seorang penyair mengatakan:

Setiap penulis pasti akan mati dan berlalu
tetapi waktu akan mengabadikan apa yang ia tulis itu
maka janganlah menulis dengan tulisan tangan Anda
selain yang membuat Anda bergembira
pada Hari Kiamat ketika melihatnya.

Wednesday, December 22, 2010

Apabila Jiwa Kosong

Apabila jiwa kosong
maka kehidupan umpama lorong duka lara,
simpang siurnya adalah kekeliruan dan kekecewaan
sedangkan deru anginnya adalah nyanyian kedukaan.

Tidak ada lagi keindahan pada mahligai tersergam
juga kebahagiaan pada segala kemewahan dan solekan dunia.

Jiwa adalah sarang kebahagiaan,
taman ketenangan dengan seribu janji senyuman.

Kemanakah perginya kelazatan
pada sajian hebat yang terhidang dimeja kehidupan.
Dari manakah datangnya kepanasan
di ruangan berhawa dingin yang membekukan hati.

Manusia tetap manusia,
memerlukan hidayah untuk diisikan pada jiwanya
agar dirinya mengenal erti takut dan tunduk.
Kerana takut itulah yang akan mengajarnya erti keberanian
dan tunduk itulah yang akan mengajarnya erti ketinggian.

Keberanian untuk menempuh pahit dan getirnya kehidupan
serta ketinggian untuk memetik buah kebahagian
dalam rimbunan pepohon keimanan

Abu Umar

http://my.opera.com/azmibhr/blog/show.dml/4422749?cid=49426852#comment49426852

Sunday, December 19, 2010

Mujahid Dakwah

Imam Hasan al-Banna mengatakan:

“Saya dapat menggambarkan sosok mujahid adalah seorang yang sentiasa mempersiapkan dan membekali diri, berfikir tentang keberadaannya dalam segenap ruang hatinya. la selalu dalam keadaan berfikir. Waspada di atas kaki yang selalu dalam siap siaga. Bila diseru ia menyambut seruan itu.

Waktu pagi dan petangnya, bicaranya, keseriusannya, dan permainannya, tidak melanggar arena yang dia persiapkan untuknya. Tidak melakukan kecuali misinya yang memang telah meletakkan hidup dan kehendaknya di atas misinya. Berjihad di jalannya.

Anda dapat membaca hal tersebut pada raut wajahnya. Anda dapat melihatnya pada bola matanya. Anda dapat mendengarnya dari ucapan lidahnya yang menunjukkanmu terhadap sesuatu yang bergolak dalam hatinya, suasana tekad, semangat besar serta tujuan jangka panjang yang telah memuncak dalam jiwanya. Jiwa yang jauh dari unsur menarik keuntungan kecil di sebalik perjuangan.

Adapun seorang mujahid yang tidur sepenuh kelopak matanya, makan seluas mulutnya, tertawa selebar bibirnya, dan menggunakan waktunya untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil ia termasuk orang-orang yang menang, dan mustahil tercatat dalam jumlah para mujahidin.”


http://halaqahmuntijah.wordpress.com/

Tuesday, November 30, 2010

Cetusan rasa sanubari - Sayyid Qutb –


Itulah yang diperbuat hasil keimanan
Membuka mata dan hati
Menumbuhkan kepekaan.
Menyinari kejelitaan, keserasian dan kesempurnaan
Iman adalah persepsi baru terhadap alam,
Apresiasi baru terhadap keindahan.
Dan kehidupan di muka bumi.
Di atas pentas ciptaan Allah,
Sepanjang malam dan siang

Tuesday, November 9, 2010

Aku tak mahu sendiri

aku tak mahu sendiri
namun tiba masanya
pasti aku sendiri
aku tak lahir sendiri
kerana ada ibu di sisiku
mungkinkah bila aku pergi
akan sendiri
tak pasti
sehingga aku menyaksi
siapa di sisi
sewaktu detik aku pergi

Tuhan
aku tak mahu sendiri
saban waktu aku mahu
Kau menemaniku

dilakar spontan
11:48 am ; 10/11/10

Wednesday, November 3, 2010

Dunia ini akan hancur dan tidak kekal

dunia ini akan hancur dan tidak kekal
ianya seperti sarang burung
hanya anda yang mengharapkan sesuatu darinya
ketahuilah, ia hanya untuk memikat anda
setengah orang mati
sementara jasa mereka tetap kekal
dan ada orang masih hidup
tidak terbilang seperti yang sudah mati itu
dunia ini seperti bayang-bayang yang senang hilang
tetamu untuk malam sahaja
dan impian bagi seseorang yang tidur
dan pancaran sinar kilat yang memancar di dasar harapan
tiada siapa yang berasa hairan
bila mencium bau harum di kuburan Muhammad
tidak akan tercium kewangian yang lain
nasib ini menimpaiku dengan kematian yang sedih
dan menggelapkan
jika ia terjadi di siang hari yang terang
pasti akan menukarkannya menjadi malam
paling gelap yang penuh kehibaan

Sunday, October 31, 2010

Aku Rindu Dengan Zaman Itu



Aku Rindu Dengan Zaman Itu

Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan,

bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika “membina” adalah kewajiban,

bukan pilihan apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan,

bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika “tsiqoh” menjadi kekuatan,

bukan keraguan apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika “tarbiyah” adalah pengorbanan,

bukan tuntutan dan hujatan

Aku rindu zaman ketika “nasihat” menjadi kesenangan,

bukan su'udzon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da'wah ini

Aku rindu zaman ketika “nasyid ghuroba” menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir di “liqo” adalah kerinduan, dan terlambat

adalah kelalaian

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh

dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta

sepulang tabligh dawah di desa sebelah

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat

tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita

kumpul subuh harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja

esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan

patungan mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,

Aku rindu...

Ya ALLAH,

Jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati kami

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama


Ust. Rahmat Abdullah

Tuesday, October 19, 2010

Sebuah untaian kalimat ditulis Abdullah Ibnu Mubarak khusus buat sahabatnya tercinta, Fudhail bin ‘Iyadh:

Wahai ‘abid Al-Haramain,
seandainya engkau memperhatikan kami,
engkau pasti tahu bahwa selama ini
engkau hanya main-main dalam beribadah.
Kalau pipi-pipi kalian basah dengan air mata
maka leher-leher kami basah bersimbah darah.
Kalau kuda-kuda kalian letih dalam hal yang sia-sia,
maka kuda-kuda kami letih di medan laga.
Semerbak wanginya parfum, itu untuk kalian,
sedangkan wewangian kami pasir dan debu-debu.
Telah datang Al-Quran kepada kita menjelaskan,
para syuhada tidak akan pernah mati, dan itu pasti.



Usai membaca surat itu, Fudhail meneteskan air matanya. Ia pun mengatakan, “Engkau benar, Ibnu Al-Mubarak. Demi Allah, engkau benar!”

Thursday, October 14, 2010

Ketika Cinta Menghampiri Diri


dakwatuna.com
Allahu Rabbul Izzati…
Jika Cinta kan menghampiri diri
Jangan biarkan Cinta kepada-Mu hilang di hati..
Perkenankanlah selalu tuk selalu Mencintai-Mu..
Sepenuh hati dan Ketulusan diri
Allahu Rabbul Izzati…
Hanya kepada-Mu Cinta Hakiki
Cinta yang mengantarkan Keindahan sesungguhnya…
Cinta dengan kebersihan jiwa hati..
Cinta untuk mendapatkan Keridhoan-Mu
Allahu Rabbul Izzati…
Cinta itu pasti kan datang menghampiri diri
Berikanlah Cinta kepada seorang insan mulia..
Yang didalam dirinya selalu ada keinginan..
Keinginan dengan tujuan Keridhoan-Mu
Itulah Bidadari Surga Dunia..
Bidadari Surga Dunia..
Berhiaskan Iman dan Taqwa
Wajah indah berseri..
Karena air wudhu keseharian dirinya.
Bidadari Surga Dunia..
Idaman semua wanita sholihah
Cerminan seorang berhati mulia
Yang selalu terpatri dalam dirinya..
Bidadari Surga Dunia..
Ada cahaya yang terpancar di wajah
Menerangi dunia dengan sinar yang menyilaukan
Karena Kemulian dan Keindahan dirinya……
Bidadari Surga Dunia..
Dengan rona merah di wajah
Dengan Senyum semanis madu
Yang selalu menghiasi kecantikannya…
Bidadari Surga Dunia..
Akhlaqul karimah perhiasan dunia
Ilmu sebagai jalan menuju surga..
Dunia menjadi ladang akhirat bagi dirinya
Untuk mencapai Cinta Allah Ta’ala…
Allahu Rabbul Izzati…
Dalam dunia yang merana…
Dunia yang nantinya kan binasa
Dunia kerakusan dan keserakahan manusia..
Dapatkah bertemu dengan dirinya..
Mencintai seorang Bidadari Surga Dunia…
Mencintai karena untuk mendapatkan Keridhoan-Mu
Allahumma Rabbanaa Aamiin….

31/3/2010 | 16 Rabiuts Tsani 1431 H | Hits: 9.752
Oleh: Ahmad Wali Radhi

Belajarlah Dari Matahari


dakwatuna.com

Ilustrasi (forcedgreen.com)
Anakku, lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia
Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Washington DC, 2010
13/10/2010 | 05 Zulqaedah 1431 H | Hits: 1.954
Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Tuesday, October 5, 2010

Ulang tahun Halaqahnet Yang Ke 4


« Reply #10 on: Today at 10:49:10 AM
tak pernah kuduga suatu masa
aku berjuang di persadamu
tak pernah kusangka suatu
aku berkongsi rasa di dadamu
itulah takdirNya

aku menemukanmu
pada saat yang terduga
kerana aku bukan sesiapa
aku hanya musafir yang singgah
pasti akan berlalu pergi
kau tak kehilangan apa-apa tanpaku
tapi aku merasa secoret kehilangan
sekiranya suatu masa kau tiada

kau hanyalah wadah atau medan
buat kami mengenal perjuangan
kau menjadi bermakna
bila kita sama-sama memaknakannya

tahniah halaqah.net
hadirmu sesuatu yang bemakna
biar hadir kami hanya sementara
bersilih ganti datang dan pergi
tahniah ustaz alHaudie yang mengasas
tahniah para admin yang membantu
memberi peluang buat kami
berkongsi rasa dan bicara

Wednesday, September 29, 2010

Tugas lelaki sejati


" Alangkah hebatnya agama ini

sekiranya mempunyai lelaki yang berjiwa besar.
Demi Allah, sesungguhnya dakwah ini adalah tugas lelaki sejati.
Ia menghimpunkan lelaki yang gagah perkasa di dalam barisan mereka.
Orang-orang yang takut menghadapi rintangan, gangguan dan pertarungan,
maka kumpulan tersebut terdiri dari angkatan lelaki yang berjiwa kecil,
kerdil dan mementingkan diri sendiri."

MUHAMMAD AHMAD AR-RASYID

Wednesday, September 22, 2010

UDMZ Dalam Kenangan








“ TARBIYAH tanpa DAKWAH, takkan ke mana-mana, DAKWAH tanpa TARBIYAH, sia-sia .”

Itulah kata-katamu, ya Ustaz.


"Tarbiyah perlukan Murabbi, Allah telah mentakdirkan Ustaz mengenalkan kami pada Jalan Da'wah & Tarbiyah"

Inilah kata-kataku.


"Ust Dahlan rahmatullah alaih meninggal dunia dalam keadaan dikelilingi oleh anak-anak didiknya. Beliau meninggal dunia setelah menyelesaikan tugas beliau. Beliau meninggal dalam keadaan beriman dan telah melaksanakan kerja-kerja dakwah. Ini adalah signal (petanda) bagi golongan yang Allah akan ganjarkan dengan syurga."

Inilah antara kata-kata Muhammad Ahmad Ar-Rasyid (beliau sampaikan tazkirah dalam B. Arab dan B. Inggeris, ini terjemahan)
sewaktu tazkirah beliau di depan kubur Ust Dahlan Rahmatullah Alaih:

Mungkin Ustaz tidak begitu terkenal di khalayak umum, tapi Ustaz terus mewangi di hati-hati kami.
Yang pergi kan berganti, tapi mungkin tidak sama sepertimu.
Tenanglah rohmu menemui Ilahi bermula 18 September 2010.

Ungkapan Syair Muhammad Ahmad Ar-Rasyid















Majulah ke hadapan dan ceburkanlah diri
Engkaulah pemudanya
dan madahku adalah nyalaan
Semoga iramaku menyalakan api dalam dirimu
Niat hati hanya untuk melihat
Setitik air dalam dirimu
bakal menjadi laut yang dalam
Semoga jiwa ini sentiasa beroleh ketenangan
Jadikanlah dirimu
Dicipta untuk bekerja bersungguh-sungguh.
http://tinninun-alislam.blogspot.com/

Wednesday, September 1, 2010

Puisi-Puisi Terakhir:

Puisi Terakhir AsSyahid Sayyid Qutb

Saudara!
Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan airmatamu
Maka di atas tulang-tulangku
yang hancur luluh
Nyalakan obor buat umat ini
Dan...........................................
Teruskan perjalanan ke gerbang jaya

Saudara!
kematianku adalah suatu perjalanan
mendapatkan kekasih yang sedang merindu
Taman-taman di syurga Tuhanku bangga
menerimaku
Burung-burung berkicau riang menyambutku
Bahagialah hidupku di alam abadi

Saudara!
Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Janganlah gentar berkelana di alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar

ditaip 30 mei 2008 ; 9.17 am


Puisi Terakhir Iqbal

Penyair yang pergi mungkin kembali
mungkin tidak
irama seruling mungkin bertiup lagi dari Hajaz
mungkin tidak
Usia si fakir telah sampai
ke batasnya yang terakhir
Pujangga lain mungkin datang
mungkin tidak


Puisi Terakhir W.S Rendra

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padaMu

Thursday, August 26, 2010

Wahai Umat Quran

Aqidah dan Wijhah menyuruh engkau tampil ke depan
"Suara Langit" di bumi
Isilah fungsimu dengan kegiatan dan kesungguhan;
jalankan amanah ini dengan kepenuhan dan ketekunan
Dunia dan kemanusiaan menunggu pimpinan dan bimbinganmu
Bumi menantikan "Cahaya Langit" yang mampu menyapu kegelapan
Jaga dan peliharalah jangan sampai "jambatan" ini runtuh
agar hubungan Bumi dan Langit tidak patah atau terputus

alImam asSyahid Hassan alBanna

Wednesday, August 25, 2010

Pemuda Angkatan Baru















Siapkanlah dirimu untuk menggantikan angkatan tua,
mereka akan pulang tak lama lagi
Janganlah engkau menjadi pemuda kecapi seruling
yang bersenandung meratapi tepian yang sudah runtuh
mengenangkan masa silam yang telah pergi jauh
Janganlah engkau membuat kekeliruan lagi seperti
yang pernah dilakukan oleh angkatan yang engkau gantikan
Teruskan perjalanan ini dengan tenaga dan kakimu sendiri
Dada bumi cukup luas untuk menerima kehadiranmu
Penuhilah segenap udara ini dengan kegiatan dan ketekunan
sungguh dan penuh

Hadapilah tugas mahaberat ini dengan jiwa besar
dengan daya juang api semangat yang nyalanya kuat dan keras
Pupuklah Ruhul_Jihad, semangat revolusioner, radikal
dan progressif dalam jiwamu dan bertindaklah sebagai laki-laki
dengan perhitungan yang nyata dan pertimbangan yang matang
Perkayalah dirimu dengan meneladan kepada masa silam
di mana ada yang rebah dan ada yang bangun
ada yang jatuh dan terus berdiri lagi
Kamu tidak boleh menjadi "plagiator" dari angkatan lama
dan tidak boleh pula menepuk dada
serta meniadakan segala harga dan nilai,
jasa dan karya dari angkatan lama
Mereka kaya dengan pengalaman,
engkau kaya dengan cita-cita

Padukanlah pengalaman angakatan lama dengan nyala citamu!
Sejarah ini telah lama berjalan berjalan bergerak dan berkembang
Kamu hanyalah tenaga penyambung menyelesaikan bengkalai
yang belum selesai
Meneruskan pekerjaan besar, dari keturunan yang satu
kepada keturunan yang lain
angkatan kemudian angkatan
Kafilah hidup ini adalah ibarat gelombang di lautan;
menghempas yang satu, menyusul yang lain;
memecah yang pertama datang yang kedua

Sedarilah posisi dan fungsimu dalam sejarah
dan lakukanlah tugas suci ini
dengan pengertian, keyakinan dan kesabaran
Insafilah kedaulatanmu sebagai Pemuda Angkatan Baru
yang hendak menggantikan manusia tua angkatan lama
tidaklah sama dan serupa antara kedua angkatan zaman ini
kerana sejarah berjalan sentiasa
menurut hukum dinamika dan hukum dialektika

Thursday, August 19, 2010

Agar Bidadari Cemburu Padamu


Dedikasi buatmu Muslimah Solehah,

Untuk saudariku, yang telah berikrar setia
dan menunaikan tugas mulia sebagai Muslimah

Bersabar menghadapi berbagai rintangan hidup

Yang sentiasa berupaya mewujudkan cita-cita mulia
dan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Akhlakmu begitu indah, sopan dan sejuk mata memandang

Tutur bicaramu tersusun atur mudah berkata-kata indah

Penampilanmu menepati syara dan malu menjadi pakaian utamamu

Perjalanan hidupmu dihiasi dengan perjuangan hakiki

Ketahuilah wahai saudariku muslimah solehah,

Tidak akan pernah kita temui kenikmatan hakiki tanpa perjuangan sejati,
tidak pernah kita jumpai kebahagiaan tertinggi tanpa pengorbanan tiada henti.
Apa yang kita persembahkan untuk meninggikan agama Allah tidak pernah sia-sia.

Ibarat cahaya, ia akan sentiasa menerangi,

Ibarat pohon rindang, ia akan menaungi,

Ibarat bunga mawar, ia sentiasa harum mewangi

Senyumanmu, akhlakmu, budi pekertimu, sahsiahmu adalah kekuatan, kemewahan dan kekayamu yang sebenar.

Jadilah dirimu yang sebenar sesuci fitrah insani, agar disayangi makhluk duniawi
dan dirindui hati-hati yang mencintai Ilahi.

Agar Bidadari di syurga, mencemburui mu kerana mutiara berharga yang terpendam di dalam dirimu

Peliharalah dirimu dan perindahkanlah keperibadian mu

Agar dirimu menjadi wanita muslimah solehah yang sebenar.

Oleh : BroHamzah
http://brohamzah.blogspot.com/2010/08/agar-bidadari-cemburu-kepadamu.html

Wednesday, August 11, 2010

Langit Ramadhan

Langit ramadhan
Awan gebu berarak
Berzikir nama Tuhanku
Hijab kasih bergetar
Langit membiru
Ciptaan Allahu Badi'
Membiar mataku tenang

Langit ramadhan
Membiar diri dilatih
Hidup bertuhan
Mencintai Allahu Wadud

Langit ramadhan
Membuka pintu syurga
Menutup pintu neraka
Diikat syitan
Di lontar ke laut

Langit ramadhan
Keimanan keikhlasan
Dosa lalu terampun

Langit ramadhan
Belajar menunduk nafsu
Bauan kasturi mengganti
Gembira bertemu ilahi

Langit ramadhan
Rahmat alam
Mengasihi Tuhan dan Rasul

Langit ramadhan
Ada malam istimewa
Turunnya Jibril
Melebar enam ratus sayap
Timur ke barat
Memacak bendera hijau

Langit ramadhan
Taqarrub pada Allah
Mendapat cinta
Meningkat darjat

Langit ramadhan
Cinta terAGUNG dari Tuhanku
Buat Aku hambaNYA
Cinta yang di tunggu

Langit rahmat ramadhan.....


*bicara kasih sang pencinta,

bidadari_syurga

Andai Ini Yang Terakhir

























Andai Ini Yang Terakhir
Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangmya sibuk berzikir
tentu tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu...merayu...kepadaNya Tuhan
yang satu

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu solat kukerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan ...sungguh khusyuk
lagi tawaduk
tubuh dan qalbu, bersatu
memperhambakan diri
menghadap Rabbul Jalil....menangisi
kecurangan janji
'Innasolati wanusuki wamahyaya
wamamati lillahirabbil 'alamin'
(sesungguhnya solatku, ibadahku,
hidupku dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan
seru sekalian alam)

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kusiakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan al-Quran bakal kau dendang...
bakal kau syairkan

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih
berqiamullail, bertahajud
mengadu...merintih..meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke SyurgaMu
tapi kujuga tidak sanggup untuk ke NerakaMu"

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu diriku tak akan melupakan yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...kita cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu kubakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri, rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan lorong-lorong redha Ar-Rahman

Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti
paling berseri menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju redha serta
kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami
di sana nanti

Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini yang terakhir kali
bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu
hanyalah berusaha...bersedia...meminta belasNya

Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
maafkan semua kesalahan dan kesilapan
yang pernah aku lakukan
"Marhaban Yaa Ramadhan"

( Hayati puisi Andai Ini Yang Terakhir ditulis
Allahyarham Abdul Bar Mohd Khalil yang
meninggal dunia akibat barah hati pada usia
46 tahun, pada Februari 2007,
meninggalkan seorang isteri,
tidak dikurniakan anak )

Nota kaki : 1 Ramadhan 1431; 11 Ogos 2010

Sunday, August 8, 2010

Alangkah Ruginya

Alangkah ruginya kita.
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.

Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.

Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.

Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.

Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang

Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.

"Sesungguhnya orang yang rugi itu adalah orang merugikan dirinya dan ahli keluarganya di hari Qiamat. Ketahuilah bahawa itulah kerugian yang sebenar-benarnya"

Abu Umar

Tuesday, 27. July 2010, 02:56:53

Wednesday, July 14, 2010

Jangan Kau Gurisi Al-Aqsa Lagi






Terguris hati saya,
Pabila mendengar al-Aqsa dicerobohi lagi.

Lebih terguris hati saya,
Apabila melihat umat Islam duduk berdiam diri.

Tergurisnya hati saya,
Pabila dalam satu majlis,
Ditanya kepada yang hadir,
Apa yang berlaku di al-Aqsa sekarang,
Semuanya kata tidak tahu.

Terguris kita melihat ini semua,
Seolah-olah umat Islam sudah hilang cakna,
Sibuk beraya dan berpilihanraya,
Hingga lupa atau tertangguh tanggungjawab utama.

Janganlah kau gurisi al-Aqsa lagi,
Ia merintih menjerit,
Memerlukan sumbangan untuk membebaskannya,
Kalaupun tidak mampu pergi ke sana,
Untuk mengangkat senjata,
Jangan lupa untuk berdoa,
Jangan kikir untuk menghulur sumbangan wang,
Jangan terlupa untuk memboikot produk yang membantu Zionisme.

http://abidfana.com/2009/10/10/jangan-kau-gurisi-al-aqsa-lagi/

Sekujur tubuh, sekeping hati












apalah yang ada pada sekujur tubuh
andai hati yang dimilikinya
beku dan mati
tanpa siraman iman, tanpa nur Islam
tetapi penuh dengan karat-karat jahiliyah

apalah yang ada pada keayuan wajah
andai hatinya hodoh dan tandus
keayuan hanya memperdaya
untuk akhirnya menemukan sebuah kepalsuan

apalah harga sekujur tubuh
litup dibaluti pakaian
penuh kehebatan lahiriah
andai hati yang dimiliki
masih dengan citarasa jahiliyah

apalah harga keindahan lahiriah
andai hatinya tidak ditarbiyah secara Islam
maka perjalanan hidupnya pincang
bercampur aduk antara Islam dan jahiliyah

apalah diharapkan dari sekujur tubuh
andai bergaya dengan fesyen jahiliayah
katanya, 'Iman itu pada hati, bukan pada pakaian'
( tidak tahukah ia bahawa memelihara aurat itu antara
pernyataan Iman terhadap Allah )

sekujur tubuh menjadi indah dan berharga
bila ia berpakaian Iman dan Taqwa
dan sekeping hatinya Beraqidah Tauhid

dari rasa hati :
ibn m.k
040386
itmsa

Tuesday, July 13, 2010

USIA BERINSUT PERGI




















Usia yang ada
akan berinsut pergi
tanpa siapa dapat menghalangnya
untuk mendekatkan kita
kepada maut
yang bakal menjemput
tanpa dapat kita pastikan
waktunya yang sebenar
akan ketibaannya
untuk mermlengkapkan diri
kita pasti
mengerjakan yang diredhai Ilahi
dan meninggalkan
perkara yang tak diredhai Ilahi
supaya kita
beroleh kejayaan
di dunia
dan di akhirat

A.WAHAB DANGI

Cintaku Kepadamu












Cintaku Kepadamu

Wahai bidadari langit
moga lantunan bicara hatiku mencapaimu
di tanah terang ini kubuka hatiku
ketahuilah bahawa aku sangat mencintaimu

tiadalah redha Allah itu terbina atas cintaku
bahkan cinta itu kubina atas cinta-Nya
maka janganlah kau risau wahai bidadari
kerna sayap yang akan muncul nanti utuhnya menembusi syurga

kau mahal tanpa tandingan ulung
maka kumahalkan diriku lebih dari emas hitam
menjemputmu bukan dengan air liur kosong
tetapi dengan amal yang menjirus neraka hingga terpadam

manifestasi cintaku biar syurga-Nya
manifestasi benciku biar neraka-Nya
agar kita bahagia dalam keadaan sebenarnya
tidak kita sedih melainkan atas kecelekaan yang sebenarnya

Wahai bidadari langit
moga lantunan bicara hatiku mencapaimu
di tanah terang ini kubuka hatiku
ketahuilah bahawa aku sedang bersiap menjemputmu

bukan dengan tangan kosong
tetapi dengan jiwa yang dengan-Nya terus terhubung
bukanlah kesatuan kita hanya satu nikah
tetapi ia adalah tiang pembinaan ummah

~angkasa
10.54malam
2 April 2010
Lagu Jagalah Hati
Puisi Cintaku padamu

http://ms.langitilahi.com/puisi-cintaku-kepadamu/

(Sebuah Sajak Buat) Mavi Marmara

Mavi Marmara
Namamu tiba-tiba gah di persada dunia
Disanjung dijulang bagai wira
Bersatu... Mara gagah berani
Membelah samudera membawa harapan

Mavi Marmara
Belayar mu...
Ke destinasi derita tanpa senjata
Sarat muatan kemanusiaan
Melangkaui bangsa dan agama
Merentasi negara dan benua
Bersatu demi satu matlamat...
Menerobos tembok kematian
Membuka talian hayat
Untuk saudara kita di Gaza

Mavi Marmara
Kau bahtera penyelamat derita
Kau simbol keamanan sejagat
Kau konvoi pembebasan hak asasi
Kau nakhoda menentang kezaliman

Mavi Marmara
Keberanian mu bagai pahlawan
Pantang berundur sebelum mendarat
Diresapi lagenda hebat mujahid gemilang
Sultan Muhammad al Fateh
Menawan kota Constantinople
Dengan penuh kemuliaan dan keagungan

Mavi Marmara
Tanggal 31 Mei 2010 telah mencipta sejarah
Di waktu subuh yang hening bening
Tatkala anak kapal mu sujud menyembah Iilahi
Di Lautan Mediterranean milik semua
Si ikan lumba sedar kehadiran musuh

Lalu.....
Kau dikepung
Kau diceroboh
Kau ditembak
Kau dihujani peluru
Kau dicederakan
Paling menyayat hati...
Kau dibunuh dengan kejam dan zalim
Oleh manusia bangsat berhati syaitan dan dajal
Persis penjenayah perang dan pengganas
Kau ditangkap bagai pesalah
Kau ditawan dan diheret
Anak-anak kapalmu diikat, didera dan dipenjara
Apakah dosa dan kesalahan mereka?

Mavi Marmara
Apakah benar kamu membawa senjata?
Apakah iya kamu membawa pengganas?
Dunia telah menjadi saksi...
Makanan, ubatan, simen, alatan hospital
Buku dan pensil yang kamu bawa
Apakah ini senjata perang?
Yang menggerunkan musuh?
Ish! Sungguh penakut dan bacul si Yahudi ini

Mavi Marmara
Peluru membenam tubuh anak kapal mu
Darah merah percik tersimbah
Membasahi lantai dan dindingmu
Luka dan parah merobek tubuh
Bermandikan darah diselimuti panji
Bertemu Allah sebagai syuhada`
Harum mewangi bak kasturi
Inilah harga sebuah pengorbanan suci
Allah membeli dan membayar dengan Syurga
Samaada menang atau syahid...

Mavi Marmara
Pengorbananmu telah melakar sejarah
Perjuanganmu menggugah mata dunia
Penderitaan di Gaza mencengkam rasa
Dunia kini telah sedar dari lamunan
Ummat kini mula bangkit dari tipu daya
Semarakkan kembali roh intifadah

Tragedi berdarah Mavi Marmara
Adalah sekelumit dari penderitaan
Sedarlah... Saudara kita di Gaza
Selama 60 tahun
Menderita dengan darah dan airmata...

Wahai pemuda harapan bangsa
Wahai pemudi tiang negara
Mari kita bersama dalam perjuangan ini
Bangkitlah kalian dari lamunan
Bangkitlah kita melakar sejarah

Ayuh
Mari kita menerobos tembok kematian ini
Meruntuhkan embargo kesombongan
Hancurkan Yahudi dan Zionis laknatuLlah
Bebaskan al Aqsa
Selamatkan Gaza
Bebaskan Palestin
Bangkitlah negeriku...
Harapan itu masih ada...

-------------------
Nukilan Sdr Abd. Bashir Abd. Ghani, HALUAN Pahang.

http://www.haluan.org.my/v3/index.php/sebuah-sajak-buat-mavi-marmara.html

Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu!

Muhammad Iqbal bermadah dengan bait-bait indah yang menyentuh rasa :

Hanya dengan kesucian ruh jua amanah dan risalah ini dapat engkau jalankan
Risalah dan amanah ini adalah suci

Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumuran dosa dan noda
Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban yang berat ini.

Sucikanlah dirimu, lahir dan bathin, baru engkau ajak manusia menempuh jalan kesucian
Thahirum Muthahir, suci dan mensucikan, itulah peribadi mukmin yang sejati

Tangan yang berlumuran darah maksiat tidak mungkin akan berbuat khairat kepada dunia dan manusia

Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan erti kepada dunia dan manusia.

http://brohamzah.blogspot.com/

Kesempatan telah terbuka buat kita














Kesempatan untuk:
beriman, bertaqwa
dan beramal soleh
kesempatan untuk:
mencapai martabat yang tinggi
berubudiyah terhadap Yang Maha Agung
kesempatan untuk:
merasa i'zah pada DeenulIslam
berjihad di jalan Da'wah yang murni
kesempatan untuk:
menyertai Jamaah Islam
mencari mardhotilLah

kesempatan-kesempatan ini
telah Allah bukakan buat kita

alangkah ruginya
andai kita persiakan
peluang keemasan ini
yang terbuka setakat hayat di dunia ini
sebelum sampainya saat mati;
di dunia inilah untuk kita
perhitungkan kesempatan-kesempatan itu
menentukan pilihan
mahukan yang palsu ( jahiliyah )
atau yang hakiki ( Islam )
mahukan yang bersifat sementara
atau yang kekal abadi

tanyalah pada diri
sebelum Allah tanya kita nanti

ibn m.k
310786
9:45 pm

Monday, July 12, 2010

Kekasihku tiada yang menandingiNya

Rabiatul Adawiyah berkata:
"Kekasihku tiada yang menandingiNya,
Sekali pun Kekasih ku tidak dapat kupandang dengan mata,
Namun Dia tetap hadir bersama degup jantungku.
Dia akan kusanjung dan kupuja, sekali pun ada orang lain di sampingku.
Jiwa dan hatiku kupersembahkan hanya untukNya."

Begitulah bentuk cinta Ilahi yang menguasai hati;
Laksana pohon dalam hati.
Akarnya adalah kepatuhan kepada Allah.
Dahannya ialah makrifatullah.
Rantingnya takutkan kemurkaan Allah.
Daunnya adalah malu kepada Allah.
Buahnya ialah istiqomah.
Air dan bajanya adalah zikirullah.

http://ummu-anas.blogspot.com/2010/07/cinta.html

AKU DATANG
















Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul Izzati
kelahiran ini anugerah-Mu
dalam debur tangis kuraih erti hidup
tersujudku pada selarik belas kasih-Mu
tengadah meluhurkan hidayah-Mu
pasrah memikul amanah-Mu.

Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul’Alamin
aku hanya setinta insan
berkhalifah di saujana bumi-Mu
menebar takwa berbunga ikhsan
mengabdi cinta ubudiyah
mimpikan janji syurga-Mu.

Ya Allah, Tuhanku
Arrahman Arrahim
tunjuki daku jalan-jalan-Mu
disuluhi hidayah-Mu
diharumi reda-Mu
aku pasrah lagi patuh
tanpa ingkar lagi mungkar
aku datang kepadaMu
Allahuakhbar!

Ummu Anas
11/7/10

http://ummu-anas.blogspot.com/

SIAPA AKU ???















Lahirku di Kampung Al-Jaurah,
Selatan Tebing Gaza, 1938 Masihiah,
Tercetus perang 1948, familiku berpindah,
Mengharung kaki menuju Ghazzah. (Gaza)

Tika asyik beriadah bersama teman,
Malang menimpa, aku terhumban,
Lumpuh seluruh badan,
Namun, kutekad kekuatan,
Lumpuhku tidak bisa menghalang pergerakan,
Minda, fikiran, tadbir jua amalan...

Kutamatkan pengajian sekolah,
Kuteruskan ke Universiti Ain Syams, padah,
Setahun berlalu dan aku terpaksa berhenti,
Hati yang terhiris itulah,
Yang kubawa ke Mesir gagah,
Kukenal Ikhwan, sertai jamaah.

Di Palestin,
Akulah guru, mengajar tatatertib,
Berkhutbah di masjid, akulah khatib,
Akulah pengasas Majma' Islami,
Pada 70-an tekad bersemi.

1983, aku ditangkap dituduh,
Pengasas Majd Mujahidin pembunuh,
13 tahun penjara, mahkamah menyuruh,
Namun terbebas selepas bulan kesepuluh.

Kuasaskan lagi gerakan HAMAS,
Gerakan Penentangan Islamiah, kemas,
1987, HAMAS berdiri tegas!

Sekali lagi, ditangkap askar Yahudi,
Dihukum penjara seumur abadi,
Ditambah 15 tahun lagi,
Kerana mengasas HAMAS menggempa Yahudi!

Makin hari, kumakin lemah, di penjara,
Pandangan kananku hilang mutiara,
Mata kiriku kabur, terseksa didera,
Penyakitku kronik, dihantar ke Hospital Penjara.

Subuh 1 Oktober 1997 barakah,
Aku dibebas dengan janji payah,
Antara Jordan & Israel laknatullah,
Selepas serangan Khalid Masy'al tergagal, musnah.

Kusenyum, kulihat
Intifadah Aqsa, bangkitnya ummat,
Menentang, melawan Zionis penjajah laknat,
Hingga terbunuh jua tercedera berat.

Pagi,
Malam Isnin aku bersolat sendiri,
Munajatku mohon ke hadrat Ilahi,
Agar ganjaran Syahid diberi di sisi,
Dan kuniat puasa di pagi hari.

Masjid, 22 Mac 2004 - Fajarnya,
Usai solat Subuh, tiada lama hanya,
Tika berjalan pulang, aduh sakitnya,
Tiada rasa nyeri, pulanglah,
Pulanglah ke hadrat Tuhanku, Allah,
Haruman syurgawi, rohpun terbanglah,
Duniaku, pisahlah,
Nyata kerananya dan kerana-Nya aku lelah...

Akulah Syeikh Ahmad Ismail Yasin!
Siapa kamu?
Apa yang kamu telah sumbangkan untuk agama Allah?



aniss

Wednesday, July 7, 2010

Ungkapan Jiwa Abdul Qadir Audah

Dakwah ini adalah kepunyaan Allah
bukannya milik individu.
Allah telah mengajar orang-orang beriman
bahawa dakwah terikat dengan kehendakNya
bukan kepada para duah,
nasib setiap individu daripada dakwah
ialah sesiapa yang beramal untuknya
maka Allah akan memuliakannya
dengan sebab amalnya,
sesiapa yang meninggalkan beramal
untuk dakwah
maka Allah akan menjauhkan kebaikan
daripadanya dan dakwah
tidak akan mendapat mudarat sedikitpun

http://brohamzah.blogspot.com/

CINTA SEJATI...

Munsyid: Raihan

Carilah cinta yang sejati
Yang ada hanyalah padaNYA
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padaNYA Yang ESA
Carilah cinta yang abadi
Yang ada hanyalah padaNYA
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada TUHANmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang diredahi
Namun janjiNYA
Kepada hambaNYA
Tidak pernah dimungkiri
Dan tidak pernah melupakanmu
Yakinlah kepada TUHANmu
Kerna DIAlah cinta hakiki

http://wwwnurhuda-cahayapetunjuk.blogspot.com/

Thursday, June 24, 2010

Lelaki diakhir zaman ini

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir

Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..

sumber web...

Wednesday, June 23, 2010

Bingkisan buat Putera & Puteri Islam








dunia kini dalam kegelapan
jahiliyah mencengkam di mana-mana
banyak jiwa kekosongan
ketandusan iman

sistem Allah manusia ketepikan
sistem ciptaan sendiri
manusia mengagungkannya
( beginikah sifat hamba terhadap Penciptanya )

manusia tunduk kepada thagut
memperendahkan martabat insaniah
yang asalnya mulia
( sudah lupakah ia, siapa sebenar Ilahnya )

haruskah kita berputus asa
dengan realiti yang ada
sedangkan Rasulullah telah menunjukkan
penyelesaian yang sebaik-baiknya
( sesungguhnya dunia amat mengharapkan sebuah cahaya )

bangkitlah wahai putera dan puteri Islam
putera-puteri aqidah
mekarkan cita-cita
bukan membungakan impian semata-mata
segera ayunkan langkah
berjihadlah, pohon kekuatan dari Allah
kejutkan mereka dari lena dan mimpi nan panjang
tanda kita menyakini masa depan
yang gemilang buat Islam

ingatlah wahai putera dan puteri Islam
kita tidak dibentangkan permaidani merah
yang penuh taburan bunga-bunga
di Jalan Da'wah ini
tetapi kita perlu merentasi onak dan ranjau
yang kadangkala tidak terperi sakitnya
di jalan yang panjang ini
teruskan jua sehingga kita bertemu Allah

dari suara hati :
ibn m.k
170886
10:10 mlm

Harum Syuhadamu



Sayyid Qutb
kau lebih rela memilih
tali gantung
dari tunduk kepada thagut
kau lebih memilih
haruman syuhada
dari wangian dunia

jahiliah berfikir
dapat mematikan fikiranmu
di tali gantung
tapi buah fikirmu terus dihayati
hanya jasadmu yang pergi
haruman syuhadamu
masih bersama kami

thagut dan jahiliah
berfikir kau telah mati
namun kau terus hidup
di sisiNya
dan terus hidup di hati-hati kami
yang memilih berjuang
di Jalan Dakwah & Tarbiyah

9:02 mlm, 28/02/2009
Seri Malaysia Larkin

Monday, June 21, 2010

Cinta 'Izzuddin & Feryal



penglibatannya dengan Hamas
dan sayap tentera al-Qassam
menjadi suatu rahsia
seminggu selepas mereka menikah
barulah Feryal ketahui suaminya
'Izzuddin Syubhi Al-Sheikh Khalil
seorang komandan al-Qassam
( lahir di Gaza 23 Aug. 1962 )

'Izzuddin ditugaskan Hamas
untuk mengumpulkan, membina dan melatih
para pemuda Muslim di seluruh Palestin
baik di Gaza, Tebing Barat
untuk menjadikan para pemuda itu
pembela tanah suci para Nabi
dan Masjidil Aqsha

mengapa Feryal menerima lamaran
perempuan yang murah senyum itu menjawab
"di Gaza, waktu itu, kalau ada laki-laki yang
rajin ke masjid, berakhlak baik,
berilmu agama mendalam, berpenampilan rapi
dan menjaga pergaulannya sesuai syariat Islam
hampir bisa dipastikan bahawa dia seorang Mujahid"
Feryal merasa Allah mengabulkan doanya selama ini
agar dinikahkan dengan seorang mujahid

setiap hari, setiap solat fardhu
sampai syahidnya 'Izzuddin, atas permintaan
suaminya itu, Feryal mendoakan agar suaminya
dianugerahi Allah mati syahid di Jalan Allah
kenapa tidak berdoa agar
dimatikan syahid bersama-sama?
Jawaban Feryal:
"Karena, jika suami saya syahid, lalu saya
tetap istiqamah menjalankan amanah
yang tertinggal termasuk membesarkan anak-anak
maka Allah menjanjikan kemuliaan yang lebih besar
lagi bagi kami sekeluarga"

Sudah sewajanya Feryal bertanya kepada 'Izzuddin
"Kalau kamu syahid, kami bagaimana?"
Dijawab oleh 'Izzuddin
"Ada Allah, dan Allah lebih baik dari saya"

Hari itu Ahad, 26 Sept. 2004
'Izzuddin sempat memundurkan keretanya
sebelum meledak
Ibu tiga anak 29 tahun tidak menangis
"saya beritahu kepada mereka jangan menangis,
saya tidak menangis karena ini
keberuntungan saya dan keluarga saya"

Ketika menerima salam dari ratusan tamu,
Feryal membayangkan malam yang selalu
dilewatinya bersama 'Izzuddin
sepanjang 13 tahun penikahannya
sebelum tidur kedua-duanya saling pandang
dan saling bertanya
"Apakah kamu redha kepada saya?"
kedua-duanya sama-sama saling mengiyakan

keredhaan itu kini membias pada ketiga-tiga
anaknya Hiba, Muhammad & Hadil

Monday, April 12, 2010

Rahsia Keibuan Sejati (sedutan dari syair "Ramuzi Bahudi" - Rahsia-rahsia Kelenyapan Diri)

keibuan adalah rahmat yang bertaut erat dengan nubuwah
dan sifat ihsannya sifat nabi.

kerana para ibu membentuk jalan yang bakal dilalui lelaki
dengan rahmat keibuan lebih matanglah peribadi bangsa-bangsa
garis kerut di alis para ibu menentukan tingkat kita dalam hidup ini.

dia yang kerananya Allah berfirman: "Jadilah kehidupan"
Nabi isytiharkan ; "syurga di bawah tapak kaki para ibu"
di dalam memuliakan rahim
kehidupan umat menjadi sejahtera
kalau tidak
kehidupan menjadi mentah dan kehaiwanan

ambillah tamsil mana-mana wanita di desa
yang jahil, lontok, gemuk, tak jelita, tak halus budi bahasanya,
buta huruf, rabun mata, selamba, bisu,
kesakitan menjadi ibu telah meluluh hatinya
lipatan muram memilukan telah melengkong di bawah kelopak matanya.

andaikata dari dadanya
umat ini menerima si muslim yang ghairah terhadap agama,
hamba Allah yang setia,
segala kesakitan yang ditanggungnya
telah membentangkan wujud kita,
dan fajar kita menyingsing cemerlang dalam kemilau senjakalanya.
Ambillah pula: tubuh yang lampai,
berdada pipih,
kuntum yang belum digugurkan hembusan bayu bernafsu,
bunga-bunga tulip ini berkembang daripada kediaman keibuan yang subur.
kekayaan sesuatu kaum,
hanya saudara yang didiaman,
tidaklah terletak pada linen halus,
atau timbunan emas perak dalam khazanah;
kekayaan ialah putera-puteranya,
yang bersih anggota dan kuat tubuhnya, luas fikirannya,
berjihadlah ke arah usaha mulia,
para ibu memelihara tanda ukhuwah,
kekuatan alkitab dan umat.

wahai dikau yang kelubungnya menjadi hijab,
memelihara kekuatan kami,
suatu rahmat bagi kami,
kekuatan agama kami, asas umat kami,
bibir puteri kami menerima susu dari dadamu
sejak mulanya belajar menyebut: "La ila ha Lillah"
cintamulah yang mencorakkan pemikiran kami,
kata-kata kami,
amalan kami.
panahan kilat yang berada dalam awanmu,
berkemilau di gunung menyapu tanah pamah.

wahai pemelihara nikmat syariat Allah,
kau yang dari nafasnya agama Allah memperolehi api,
pesolek dan pintarnya zaman ini,
kafilahnya perompak perintang jalan lengkap bersenjata,
untuk merampas dan memusnahkan harta kekayaan agama.
butalah hatinya yang tiada langsung mengenal Allah.
hinalah mereka yang menjadi tawanan rantainya yang membelit;
lancang matanya lagi nekad, tangkas meregut kuku-kuku pencengkamannya.
buruannya yang malang mengatakan dirinya merdeka,
mangsanya menyombong bahawa ia hidup!
peliharalah kesucian ibu negeri umat ini!
usahalah memperhitungkan laba rugi,
berpadalah dengan melalui jalan yang telah lama direntas
bapak-bapak kita melaluinya di zaman silam.
waspadalah terhadap kerosakan-kerosakan zaman,
himpunlah anak-anakmu erat ke dadamu nan bidang,
anak-anak burung pada rumput ini belum tumbuh bulu untuk terbang,
telah jatuh jauh dari sangkarnya yang hangat nyaman.

tinggi, tinggi, keinginan yang bergelut dengan dirimu!.......
tauladan sempurna, Fatimah 'Affifah itu,
meskipun sekalian makhluk mentaati suruhannya
namun ia menenggelamkan iradatnya dalam keredhaan suaminya yang soleh.
terdidik tabah dan rendah hati,
sedang bibirnya mentilawah kitab suci,
ia memutar kisaran gandum rumahnya.
insaflah sentiasa akan tauladanmu, Fatimah
akan dahanmu akan membuahkan Hussin yang baru.
tamansari kita berkembang mekar dengan zaman kencana.

Oleh : AlMarhum Muhammad IQBAL

Keluhan Hati Imam Hadith, AlImam Bukhari

Tuhan
dikala malam sunyi dan sepi
bani insan sedang tenggelam di dalam ketiduran
agaknya sedang dibuai oleh mimpi yang indah.
waktu ini musafir yang malang ini
tersentak bangun pergi memabsuh diri

untuk menghadap wajahMu
lemah lututku berdiri di depanMu
sedu sedan tangisku keharuan
hamba yang lemah serta hina ini
Engkau terima juga mendekat
bersimpuh di bawah wali kebesaranMu
segala aduan dan harapan telahku persembahkan
dengan penuh ta'zim dan rendah diri
aku tak pasti bagaimana penerimaanMu
dikala mendengar pengaduan hamba yang penuh dosa dan noda ini.

Tuhan,
dalam wahyu yang Engkau nuzulkan
Kau berjanji menerima segala pengaduan
dan sudi memberi ampunan
inilah maksud kedatangan hamba
mengadu pada Rabbi tempat hamba kembali
memohon sakinah, ma'ridah dan mutam'nah,
Muhammad, rasulMu yang mulia itu ada mengatakan,
"ampunan Tuhan lebih besar daripada kesalahan insan"
hamba percaya pada tutur kepastian ini
sebab itu hamba datang menghadap wajahMu Karim.
bukan tak tahan menerima ujian
tetapi hendak mengadu pada Rabbi,
memohon kekuatan, kesungguhan dan keupayaan.

Tuhan,
pada bumi mengharapkan tibanya tangisan ghaib dari udara.
turunnya tangan yang kuat, yang berkuasa menyapu kegelapan,
mengangkat kaum yang lemah di bumi.

PEJUANG

Pejuang
apalah yang hendak kau keluhkan
pada kata nista yang menghujanimu.

Pejuang
apalah yang hendak kau musykilkan
pada kemiskinan yang bermalam digubuk burukmu.

Pejuang
apalah yang hendak kau sedihkan
pada kasih sayang yang terbang.

Demikian setiap langkahmu pasti ada rintangan
setiap perjuanganmu mesti ada pengorbanan
jiwamu bukan untuk ditangisi
tapi tangisilah resahilah jiwamu
melihat bumi Allah yang penuh kemungkaran
melihat Al Quran yang hanya menjadi perhiasan
melihat nur Islam menjerit kesakitan.

Kuatkan hatimu bagai besi waja
habiskan sisa hidupmu untuk dakwah
moga-moga engkau menemui syahid

AL FIKRIAH

Tuesday, April 6, 2010

Sang Murobbi

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani

2008/8/22 Ica Harahap

Wasiat Rasulullah kepada Muaz

"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."

Badi' az-Zaman Sa'id alNursi

Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.

Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^


ANDAINYA AKU PERGI

Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.

Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.

Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.

Hayati Yahaya

Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...


http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/

Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah

Thursday, January 22, 2009













Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.

Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.

Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.

Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan

Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.

Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.

Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk kota di Mesir. Sebagaimana beliau juga merupakan salah seorang da’i terkemuka sehingga nadwah yang dihadiri oleh beliau pada tahun 1984 berjumlah 27 nadwah. Sosok yang gigih dalam mensosialisasikan ruh yang lurus dan tawadhu pada diri pemuda, jauh dari pengaruh akibat kemenangan yang mendapat bahaya ketika berkomunikasi langsung dengan para pemuda.

Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.

Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :

“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!

Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.

Saya katakan kepadanya: Kemana?

Dia berkata: kepada Ihkwah.

Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?

Dia berkata: Ya.

Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.


http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html

Mengenang Pemergian Abbas Assisi

Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.

Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.

Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.

Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.

Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."

Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.

Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.

Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.

Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.

Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.

Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.

IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.

Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?

Saiful Bahri

Cairo, 20 Ramadan 1425