Seorang penyair mengatakan:

Setiap penulis pasti akan mati dan berlalu
tetapi waktu akan mengabadikan apa yang ia tulis itu
maka janganlah menulis dengan tulisan tangan Anda
selain yang membuat Anda bergembira
pada Hari Kiamat ketika melihatnya.
Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Friday, July 6, 2012

Tasawuf Cinta

6/7/2012 | 17 Shaban 1433 H
Oleh: Awan



dakwatuna.com
Aku bukan pejuang cinta…
Jika kau meminta dalam setiap syarafku ada pikir tentangmu
Jika kau mensyaratkan jeruji bagi kesungguhanku
Jika kau menginginkan taman-taman surga kubawa ke dalam pangkuanmu
Jika kau menuntut separuh jiwa ini bersemayam dalam kalbumu
Aku bukan begitu dan begitu bukanlah aku
Bagiku cinta itu sederhana…
Sesederhana tetes air mata yang mengalir tanpa kau memintanya
Sesederhana Merpati yang tetap kembali ke peraduan tanpa kau harus mengurungnya
Sesederhana Mawar yang tak mensyaratkan indahnya taman sebagai tempat tumbuhnya
Sesederhana udara yang tak menuntut apapun padahal ia ada dalam setiap nafasmu
begitulah aku dan inginku begitu
Karena dalam cinta yang kutahu…
Bagaimana hanya sarafku saja tentangmu sedangkan engkau adalah aku dan aku adalah engkau
Bagaimana hanya jeruji saja yang memenjaraku sedang kan diriku telah kuserahkan kepadamu
Bagaimana hanya taman saja sedang kan bersamamu hariku adalah surga
Dan bagaimana hanya separuh jiwa saja yang kau minta sedangkan tak lagi ada jiwa dalam jasad ini yang kutahu selain yang ada padamu
dalam cintaku… Engkaulah jiwaku
masihkah kau meragu? Cinta…

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21490/tasawuf-cinta/#ixzz1zpq4y7sw

Sunday, June 17, 2012

Urusan Cinta

Kadangkala, manusia terlalu sempit di dalam urusan cinta. Hingga tidak bergerak langsung cintanya, menjadi sukar, dan akhirnya tidak berjaya.

Kadangkala, manusia terlalu luas di dalam urusan cinta. Hingga melayang ke mana-mana, menjadi liar, dan akhirnya tidak berjaya mendirikan rumahtangga.

Aku pula sentiasa percaya,
bahawa cinta itu sederhana.
Ada prinsipnya, ada disiplinnya,
tetapi itu semua tidak menghalang cinta untuk mekar,
dan mengakar,
di dalam jiwa.

Namun tidak ramai hendak mengutamakan peraturan yang ditetapkan,
cinta dipandu perasaan dan bukannya keimanan,
membuatkan jalan-jalan cinta yang diambil adalah kotor,
sekaligus mengotorkan cinta,
dan menghapuskan keindahannya.
Hingga cinta kelihatan jijik,
dan tidak dikenali wajah sebenarnya oleh sesiapa.

Aku adalah yang berusaha membersihkannya.
Cinta ada jalannya, bukan diredah semata-mata.
Cinta punya disiplin, bukan sekadar lenggang kangkung bersahaja.
Cinta perlu dipandu keimanan, bukan perasaan membabi buta.
Cinta, mestilah hendak membawa ke syurga.
Apa-apa yang membawa ke neraka, itu bukan cinta namanya.

Dan dengan itu semua,
aku bercinta.

Hilal Asyraf

 
 

Wednesday, January 11, 2012

Ketika Akhwat Mengajukan Diri

Jika anugerah itu membahagiakan
Maka cinta yang [katanya] merupakan anugerah dariNYA
Seharusnya juga membahagiakan

Namun adakalanya
Ada yang merasa tak bahagia dengan cinta
Atau janganlah terlalu dini menyebutnya cinta
Mari kita sebut saja sebuah rasa
Rasa yang berbeza
Yang [lagi-lagi katanya] menggetarkan jiwa

Aha
Mungkin memang belum saatnya
Rasa itu ada
Hingga diri merasa nista dengan rasa
Atau jangan-jangan rasa yang ada
Didominasi oleh nafsu sebagai manusia

Jika itu permasalahannya
Maka titipkanlah rasa pada SANG PENGUASA
Biarkan ia yang belum saatnya, bersamaNYA
Biarkan waktu yang kan menjawabnya
Hingga Dia mengembalikan rasa itu jika saatnya tiba

Wanita... Wanita...
Selalu saja
Bermain dengan rasa
Maka mendekatlah padaNYA
Agar rasa yang belum saatnya
Tetap terjaga
Agar rasa yang ada
Tak membuat hati kecewa
Agar rasa yang dirasa
Tak membuat jauh dariNYA

Biarkanlah diri merasa nista dengan rasa
Jika ternyata nafsu telah menunggangi ia yang belum saatnya
Hingga akhirnya membuat diri menangis pilu karenanya
Menangis karena menyadari bahwa dirinya masih rapuh ternyata
Masih perlu belajar bagaimana mengelola rasa yang belum saatnya

Ya Rabbana
Hamba titipkan rasa yang belum saatnya
Agar ia tetap suci terjaga
Hingga waktunya tiba

http://www.eramuslim.com/kisah/ketika-akhwat-mengajukan-diri.htm

Wednesday, December 28, 2011

Cinta Tuhan



Cinta Tuhan tidak bertepi,
kasihNya mencurah saban hari,
entah mengapa hamba yang berlari,
sedang Tuhan sentiasa mengejari.

Hari baru adalah peluang,
mengapa hamba tidak menyedari,
saban hari dosa baru ditatang,
dosa semalam belum pula dicuci,

Tuhan dengan cintaNya menyampaikan ingatan,
agar hamba memberikan perhatian,
mengapa tidak memilih menjadi yang berkesedaran,
apakah sengaja mencabar Tuhan?

Lihatlah dunia serba sempurna,
ini semua bukti cintaNya,
matahari, bulan, bintang,
udara, air dan pelbagai binatang,
Jangan sampai hari Dia menghilangkan semua itu tiba,
saat itu Cinta Tuhan hanya kepada yang mencintaiNya.
Celakalah yang memilih untuk celaka,
dan berjayalah bagi yang memilih untuk berjaya.

Saat ini peluang masih terbuka,
mengapa memilih untuk alpa dan leka?
Matahari masih terbit,
nyawa masih ada,
mengapa tidak kita berikan perhatian,
kepada apa yang telah Dia curahkan?

~ Hilal Asyraf ~
1322
191211
Irbid,
Jordan

MENGGARAP CINTA



Bukan cinta namanya
jika masa senang dikecapi bersama
tapi masa susah kau berkeluhkesah
Bukan cinta namanya
jika di depan kekasihmu kau setia
tapi bila dia tiada di sisi kau menduakannya
Bukan cinta namanya
jika bibirmu ucap sayang
tapi hatimu gila bayang pada yang lain
Bukan cinta namanya
jika bicaramu selalu memujinya
tapi kau melayan kekasihmu separuh hati
Bukan cinta namanya
jika kau mengharap dibelai selalu
tapi kau membelainya cepat jemu

Tanyalah pada dirimu kau mengharap garapan cinta
yang seindah mana
tapi kau melakarkan kasihsayang pada kanvas kehidupan
dengan kesungguhan atau dalam kelelahan

Jadilah suami sebaik ciri-ciri sebaik mana kau mahukan dari isterimu
Jadilah isteri sebaik ciri-ciri sebaik mana kau mahukan dari suamimu
Hanya yang memiliki sesuatu dapat memberikan sesuatu
Usah mengharap kau diberi jika jarang mahu memberi
Adilkah jika kita mengharap sesuatu yang terbaik dari seorang kekasih
tapi kita tidak berusaha menjadi kekasih terbaik buat yang kita cintai

Digarap secara spontan
Savannah Hill, Sg. Tiram
28 Dis. 2011, 10:00 pagi

Thursday, October 14, 2010

Ketika Cinta Menghampiri Diri


dakwatuna.com
Allahu Rabbul Izzati…
Jika Cinta kan menghampiri diri
Jangan biarkan Cinta kepada-Mu hilang di hati..
Perkenankanlah selalu tuk selalu Mencintai-Mu..
Sepenuh hati dan Ketulusan diri
Allahu Rabbul Izzati…
Hanya kepada-Mu Cinta Hakiki
Cinta yang mengantarkan Keindahan sesungguhnya…
Cinta dengan kebersihan jiwa hati..
Cinta untuk mendapatkan Keridhoan-Mu
Allahu Rabbul Izzati…
Cinta itu pasti kan datang menghampiri diri
Berikanlah Cinta kepada seorang insan mulia..
Yang didalam dirinya selalu ada keinginan..
Keinginan dengan tujuan Keridhoan-Mu
Itulah Bidadari Surga Dunia..
Bidadari Surga Dunia..
Berhiaskan Iman dan Taqwa
Wajah indah berseri..
Karena air wudhu keseharian dirinya.
Bidadari Surga Dunia..
Idaman semua wanita sholihah
Cerminan seorang berhati mulia
Yang selalu terpatri dalam dirinya..
Bidadari Surga Dunia..
Ada cahaya yang terpancar di wajah
Menerangi dunia dengan sinar yang menyilaukan
Karena Kemulian dan Keindahan dirinya……
Bidadari Surga Dunia..
Dengan rona merah di wajah
Dengan Senyum semanis madu
Yang selalu menghiasi kecantikannya…
Bidadari Surga Dunia..
Akhlaqul karimah perhiasan dunia
Ilmu sebagai jalan menuju surga..
Dunia menjadi ladang akhirat bagi dirinya
Untuk mencapai Cinta Allah Ta’ala…
Allahu Rabbul Izzati…
Dalam dunia yang merana…
Dunia yang nantinya kan binasa
Dunia kerakusan dan keserakahan manusia..
Dapatkah bertemu dengan dirinya..
Mencintai seorang Bidadari Surga Dunia…
Mencintai karena untuk mendapatkan Keridhoan-Mu
Allahumma Rabbanaa Aamiin….

31/3/2010 | 16 Rabiuts Tsani 1431 H | Hits: 9.752
Oleh: Ahmad Wali Radhi

Tuesday, July 13, 2010

Cintaku Kepadamu












Cintaku Kepadamu

Wahai bidadari langit
moga lantunan bicara hatiku mencapaimu
di tanah terang ini kubuka hatiku
ketahuilah bahawa aku sangat mencintaimu

tiadalah redha Allah itu terbina atas cintaku
bahkan cinta itu kubina atas cinta-Nya
maka janganlah kau risau wahai bidadari
kerna sayap yang akan muncul nanti utuhnya menembusi syurga

kau mahal tanpa tandingan ulung
maka kumahalkan diriku lebih dari emas hitam
menjemputmu bukan dengan air liur kosong
tetapi dengan amal yang menjirus neraka hingga terpadam

manifestasi cintaku biar syurga-Nya
manifestasi benciku biar neraka-Nya
agar kita bahagia dalam keadaan sebenarnya
tidak kita sedih melainkan atas kecelekaan yang sebenarnya

Wahai bidadari langit
moga lantunan bicara hatiku mencapaimu
di tanah terang ini kubuka hatiku
ketahuilah bahawa aku sedang bersiap menjemputmu

bukan dengan tangan kosong
tetapi dengan jiwa yang dengan-Nya terus terhubung
bukanlah kesatuan kita hanya satu nikah
tetapi ia adalah tiang pembinaan ummah

~angkasa
10.54malam
2 April 2010
Lagu Jagalah Hati
Puisi Cintaku padamu

http://ms.langitilahi.com/puisi-cintaku-kepadamu/

Monday, July 12, 2010

Kekasihku tiada yang menandingiNya

Rabiatul Adawiyah berkata:
"Kekasihku tiada yang menandingiNya,
Sekali pun Kekasih ku tidak dapat kupandang dengan mata,
Namun Dia tetap hadir bersama degup jantungku.
Dia akan kusanjung dan kupuja, sekali pun ada orang lain di sampingku.
Jiwa dan hatiku kupersembahkan hanya untukNya."

Begitulah bentuk cinta Ilahi yang menguasai hati;
Laksana pohon dalam hati.
Akarnya adalah kepatuhan kepada Allah.
Dahannya ialah makrifatullah.
Rantingnya takutkan kemurkaan Allah.
Daunnya adalah malu kepada Allah.
Buahnya ialah istiqomah.
Air dan bajanya adalah zikirullah.

http://ummu-anas.blogspot.com/2010/07/cinta.html

Wednesday, July 7, 2010

CINTA SEJATI...

Munsyid: Raihan

Carilah cinta yang sejati
Yang ada hanyalah padaNYA
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padaNYA Yang ESA
Carilah cinta yang abadi
Yang ada hanyalah padaNYA
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada TUHANmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang diredahi
Namun janjiNYA
Kepada hambaNYA
Tidak pernah dimungkiri
Dan tidak pernah melupakanmu
Yakinlah kepada TUHANmu
Kerna DIAlah cinta hakiki

http://wwwnurhuda-cahayapetunjuk.blogspot.com/

Monday, March 29, 2010

andai dia bukan tercipta untukku

sesungguhnya Cinta ALLAH
adalah Cinta Teragung..
seandainya kita meletakkan segala usaha kita padaNYA,
kita tidak akan kecewa
bilamana seseorang itu tidak tercipta untuk kita..
kita merancang, ALLAH juga merancang,
tetapi rancanganNYA adalah yang terbaik.
kita sebagai hamba hendaklah redha
atas segala ketentuanNYA
kerana DIA Maha Mengetahui
apa yang terbaik buat kita..
'dia' yang ditunggu itu bukanlah milik kita
walaupun setelah tiba masanya.
kita harus sentiasa ingat 'dia' yang ditunggu itu
hanya pinjaman daripada ALLAH s.w.t
untuk memikul amanah khalifah di muka bumi..
jadi walau siapapun 'dia',
tanamkan niat untuk ALLAH dan Islam..
berpeganglah dengan ini,
kita tidak akan rasa kecewa,
kerana ALLAH kasihkan kita dan 'dia

sunah

Monday, January 18, 2010

Erti Cinta Suami Isteri

"Saudaraku, Rasulullah mengilustrasikan kehidupan berkeluarga baginda penuh dengan keharmonian, kebahagiaan dan ketenangan...KERANA DIBANGUNKAN ATAS DASAR KETAATAN KEPADA ALLAH"


"Saudaraku, suami yang hanya mencintai ALLAH, dia manjadi teladan buat keluarganya bukan sekadar untuk dihormati anak dan isterinya.."


"Isteri yang hanya mencintai ALLAH, dia berbakti kepada suami..bukan sekadar agar suami mencintainya"


"DIRI KITA MILIK ALLAH..yang mengetahui segala perasaan dalam diri kita hanyalah ALLAH..yang memerintahkan kita menikah adalah ALLAH...pernikahan yang terjadi juga adalah dengan izin ALLAH..bahkan kebahagiaan yang diraih juga adalah kerana pertolongan ALLAH"

http://270507.blogspot.com/
“ ukhti, Allah benar-benar sedang mengujimu.
Allah sedang mula mencintaimu,
Dia sedang mengambilmu kembali
dari rangkul seorang manusia.
Sekarang matanya sedang
akrab melihat hatimu,
adakah kau akan menolak cintaNya hanya kerana mahu mengejar cinta manusia yang kadang mengecewakan.

Ukhti, kau harus buktikan pada Tuhan,
yang kau sambut cintaNya
dengan penuh rindu& syukur.
Letakkan tanganmu di dadamu,
kemudian bawalah ia ke urat
lehermu.
Sungguh, Dia telah hampir dalam jiwamu,
bahkan lebih dekat dari urat lehermu.”

http://www.lailatulmawardah.blogspot.com/

Wednesday, November 25, 2009

SAYAP YANG TAK AKAN PERNAH PATAH

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak
sampai, atau cintanya tertolak.
Seperti sayap-sayap Gibran yang patah.
Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal
Vanderwicjk tenggelam.
Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka
‘majnun’, lalu mati.
Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang
cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah
jambu disana.
Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah
gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung. =
Oh burung, adakah yang mau meminjamkan sayap.
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka.
Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani.
Atau, jika mereka adalah kamu sendiri,
maka terimalah ucapan belasungkawaku,
dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.
Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah.
Kasih selalu sampai disana.
"Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi,
“Sebab tangan yang satu tak kan
bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”.
Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya.
Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain
hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya,
pengejawantahan ibadah hati
yang paling hakiki yaitu :
Selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Dalam makna memberi itu
posisi kita sangat kuat.
Kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya.
Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa”
yang besar dan agung: mencintai.
Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak,
yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat.
Hanya itu.
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang.
Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan,
maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan.
Ini hanya murni masalah waktu.

Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya:
“Apakah yang akan kuberikan?”
Tentang kepada “siapa” sesuatu itu
diberikan, itu menjadi sekunder.
Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah.
Kita lemah karena posisi jiwa kita salah.
Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu
kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya!
Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama,
itu lantas menjadi sumber kesengsaraan.
Kita menderita bukan karena kita mencintai.
Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita
pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

*******

"Wa annahuu Huwa adhhaka wa abkaa"
Qs. An-Najm : 43

oleh : Anis Matta, Lc
Al-Ikhwan@yahoogroups.com

Wednesday, November 18, 2009

KuCari Cinta Hakiki

Janji dan azamku
Kanku perataskan perbuatanku
Kanku singkatkan perbualanku
Kanku sukat gerak dan gayaku
Kanku pelihara kesucian dan maruah diriku
Tidakkanku terlalu murah senyumanku dengan mana-mana lelaki
ajnabi

Kerana tahu juaku mengerti
Wanita solehah itu dipandang dari peribadinya
Dilihat dari akhlaknya
Ditinjau dari lemah-lembutnya
Ditafsir dari susunan kata-katanya
Kegagahan wanita berdiri di atas teguh imannya
Dari sini wanita jua diriku diketahui segalanya
Pandanglah kataku
Renunglah dengan mata hatimu setulusnya
Selami dasar hatiku berbisiklah pada dirimu
Ambillah mutiara kata yang baik buat teladan
Tinggalkan kata-kataku yang menyimpang
dari landasan kebenaran
Seperti katamu yang kusemat di hatiku
Hati ini milik-Nya
Cinta ini kerana-Nya
Hidup ini semesti untuk-Nya
Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
dan pandangan hatilah yang hakiki
Ketika iman sudah menghiasi hati
dan kemanisannya mula dikecapi
Semua ujian tidak akan menggugat diri
Kesunyian kesedihan dan kekecewaan akan berganti
dengan keyakinan dan kesyukuran
Jika tidakku perhatikan hikmahnya dengan mata hati
Jika tidakku zuhud dalam pencarian cintaku
Jika tidak teguh mengukir senyum buat pengubat kerunsingan
Jika tidak seikhlas jiwa semurni sanubari memohon keampunanNya
Jika tidakku titiskan air mata keinsafan
Jika tidakku renung dan resapkan keyakinanku pada-Nya
Jika tidakku pasrah dengan ketentuan-Nya
Mana mungkin kudambakan kasih-Nya dalam iman?
Bagaimana pula bolehku harap redha dari-Nya

dipetik dari buletin 'Bintang di Syurga?
Haluan Johor

Saturday, September 12, 2009

PUISI CINTA PUISI RINDU

YA ALLAH,
JIKA AKU JATUH CINTA,
CINTAKANLAH AKU KEPADA SESEORANG YANG
MELABUHKAN CINTANYA PADAMU..
AGAR BERTAMBAH KEKUATAN KU
UNTUK MENCINTAIMU...

YA MUHAIMIN..
JIKA AKU JATUH CINTA..
JAGALAH CINTAKU PADANYA AGAR TIDAK
MELEBIHI CINTAKU PADAMU...

YA ALLAH..
JIKA AKU JATUH HATI...
IZINKAN AKU MENYENTUH HATI SESEORANG
YANG HATINYA BERTAUT PADAMU..
AGAR AKU TIDAK JATUH DALAM JURANG PERCINTAAN DUNIAWI...

YA RABBANA..
JIKA AKU JATUH HATI.
JAGALAH HATIKU PADANYA AGAR TIDAK BERPALING PADA HATIMU...

YA RABBUL IZZATI....
JIKA AKU RINDU...
RINDUKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG
MERINDUI SYAHID DI JALANMU

YA ALLAH...
JIKA AKU MERINDUI...
JAGALAH RINDUKU PADANYA
AGAR TIDAK LALAI
AKU MERINDUI SYURGAMU...

YA ALLAH...
JIKA AKU MENIKMATI CINTA KEKASIHMU...
JANGANLAH KENIKMATAN ITU MELEBIHI KENIKMATAN
INDAHNYA BERMUNAJAT DISEPERTIGA MALAM TERAKHIRMU...

YA ALLAH...
JIKA AKU JATUH HATI PADA KEKASIHMU...
JANGAN BIARKAN AKU TERTATIH DAN TERJATUH
DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA KE JALANMU...

YA ALLAH...
JIKA KAU HALALKAN AKU MERINDUI KEKASIHMU..
JANGAN BIARKAN AKU MELAMPAUI BATAS
SEHINGGA MELUPAKAN AKU..
CINTA HAKIKI DAN ABADI HANYA KEPADAMU..

YA ALLAH,ENGKAU MENGETAHUI BAHAWA HATI-HATI INI TELAH TERHIMPUN DALAM CINTA PADAMU
TELAH BERJUMPA TAATMU
TELAH BERSATU DALAM DAKWAHMU
TELAH BERPADU DALAM MEMBELA SYARIATMU
KUKUHKANLAH YA ALLAH IKATANNYA
KEKALKANLAH CINTANYA
TUNJUKILAH JALAN-JALANNYA
PENUIHILAH HATI INI DENGAN NURMU YANG TAK PERNAH PUDAR
LAPANGKANLAH DADAKU DENGAN KEIMANAN KEPADAMU
DAN KEINDAHAN TAWAQQAL DI JALAN MU..AMIIIN...

Puisi ini ana ambil daripada sebuah laman web(lelaki soleh atau jejaka idaman)

nur zulaikha

berbicara tentang cinta

Juta-juta manusia
ada megah berbicara
tentang cinta
kami ada sedalam-dalamnya
perasaan
kata mereka.


Kalau sudah semua mengaku
merasakan cinta
apa mereka tahu nikmat cinta sebenar?
Kalau semua sudah mengaku
merasakan cinta
Nah aku juga harus berbicara


Kerna aku juga punya cinta!
Pada tingginya Mardhatillah;
Pada abadinya Al-Firdaus;
Pada kekalnya Dar Akhirah;
Kerna aku juga punya cinta!
Pada salimnya Aqidah;
Pada shahihnya Ibadah;
Pada teguhnya Sulukiah;
Kerna aku juga punya cinta!
Pada agungnya Jihad;
Pada mulianya Taat;
Pada mahalnya Thabat;
Kerna aku juga punya cinta!


Aku sanggup berburu berdarah bermatian
kerna cinta.
Dan mereka?


from: akh isra' shihab

Menyintai Tidak Bermakna Memiliki

Janganlah kau angkuh melaungkan
si dia kepunyaanmu
atau kau kepunyaan si dia
kerana hakikatnya
kita tidak pernah memiliki sesiapa
walau sekeping hati seorang insan
tidakkah kau sedar
hukum alam menyatakan
menyintai tidak semestinya memiliki?

Manusia pandai berpura
berlakon di pentas dunia
dan bertopeng menutup rahsia
tetapi hati
tidak pernah berdusta pada empunya
tentang perasaan yang bergolak di dalamnya

Tidakkah kau sedar
mungkin si dia melafazkan
ungkapan cinta padamu
tetapi hati dan perasaannya
tidak pernah berniat begitu
dia hanya berselindung
di sebalik sejuta alasan

Dan kau
begitu jujur dan setia menyintainya
sehingga terlupa
hukum alam menyatakan
menyintai tidak bermakna memiliki

Sesungguhnya…
“Aku tidak pernah memiliki dirimu…
dan kau jua tidak memiliki diriku.”

Mengertilah
kita sebenarnya kepunyaan
Yang Maha Esa
tiada sesiapa berhak memiliki diri kita
kecuali Dia
Dia mengasihi hambaNya
Dia memiliki hambaNya
Dan ke pangkuan Dia kita kembali

Nukilan...
Nabil H... Aaron_Nabil

Thursday, August 13, 2009

Jika Aku Jatuh Cinta...

Wahai Maha Pengasih,
Jika aku jatuh cinta....
Benihkan cintaku kpd seseorg yg melabuhkan cintanya kpdMu,
Agar bertambah kekuatanku utk mencintaiMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh cinta....
Jagailah cintaku kepadanya,
Agar tidak melebihi cintaku kpdMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati....
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorg yg hatinya tertaut kpdMu,
Agar aku tidak jatuh dlm jurang cinta yg semu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati.....
Jagalah hatiku kepadanya
Agar aku tidak berpaling selain kepada hati-Mu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku rindu...
Rindukanlah aku kpd seseorg yg merindui shahid di jalanMu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku rindu...
Jagalah rinduku kepadanya,
Agar aku tidak lalai merindukan syurga-Mu...

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu...
Jgnlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir-Mu..

Wahai Maha Penyayang,
Jika aku jatuh hati kpd kekasih-Mu...
Jgn biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan panjang menyeru manusia kpdMu...

Wahai Maha Penyayang,
Jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jgn biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku kpd cinta yg hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu...

Wahai Maha Penyayang,
Engkau mengetahui bahawa...
hati-hati ini telah berhimpun dlm cinta kepada-Mu..
telah berjumpa pada taat kepada-Mu..
telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu..
telah berpadu dlm membela syariat-Mu..
Kukuhkanlah ikatannya....
Kekalkanlah cintanya...
Tunjukilah jalan-jalannya...
Penuhilah hati-hati ini dgn Nur-Mu yg tiada pernah pudar....
Lapangkanlah dada-dada kami...
Dengan limpahan keimanan kepada-Mu...
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu....
Ameen...

*

Wednesday, August 12, 2009

KASIH IBU

Kasih yang tertanam dalam hatiku
adalah rantaian doa setiap kali berjauhan
lalu cemas mengingati anak-anakku
tiada daya upaya akan aku mempertahanankanmu dari apa pun jua
kecuali perlidungan itu hanya dariNYA Rabbul Izzati.

Kasih yang melengkari diriku ini
adalah ingatan setiap kali menghidang makanan
lalu aku teringatkan kalian
sudah menjamah makanan kah anak2 ku di sana
atau berlaparkah kerana waktu membatasi kesempatan

Kasih yang terpikul di bahuku dan ayahmu
ingin melihat kalian jadi yang terbaik
meraih kejayaan bukan buat kami
tapi untuk dirimu sendiri
kerana bila kami telah tiada, pandailah kalian berdikari

Kasih yang terkumpul di pangkuan ku
adalah rindu untuk melihat dan mendakap kalian
kembali dengan ilmu, iman dan taqwa
menjadilah sebaik-baik insan di dunia ini
agar aku sentiasa menjadi redha
dan Allah pun meredhai kalian sebagai hambaNya.

Dan akhir sekali
setelah aku menutup mata
maka aku menjadi fakir di alam yang satu lagi
kirimkan ibu rantaian doa2mu
hadiahkan aku zikrullahmu dan bacaan kalam Allah
berbaktilah untuk agama, bangsa dan negara.

12/8/09
munira

Monday, June 8, 2009

Bercintalah kerana Allah...

Apabila kau ingin bercinta,
Janganlah kerana kelebihannya,
Kerana mungkin dengan satu kelemahan,
Kau mungkin akan menjauhinya....

Andai kau ingin bercinta,
Janganlah kerana kebaikannya,
Kerana mungkin dengan satu keburukan,
Kau akan membencinya....

Andai kau inginkan kekasih yang satu,
Janganlah kerana ilmunya,
Kerana apabila dia buntu,
Kau mungkin akan memfitnahnya....

Andai kau inginkan seorang kekasih,
Janganlah kerana sifat cerianya,
Kerana andai dia tidak pandai menceriakan,
Kau mungkin akan menyalahkannya....

Andai kau ingin bercinta,
Terimalah dia seadanya,
Kerana dia seorang kekasih,
Yang hanya manusia biasa....

Jangan diharapkan sempurna,
Kerana kau juga tidak sempurna,
Tiada siapa yang sempurna...
Tapi bercintalah kerana Allah..
Sesungguhnya Allah itu yg maha sempurna....


achik 3E

Wasiat Rasulullah kepada Muaz

"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."

Badi' az-Zaman Sa'id alNursi

Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.

Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^


ANDAINYA AKU PERGI

Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.

Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.

Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.

Hayati Yahaya

Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...


http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/

Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah

Thursday, January 22, 2009













Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.

Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.

Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.

Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan

Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.

Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.

Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk kota di Mesir. Sebagaimana beliau juga merupakan salah seorang da’i terkemuka sehingga nadwah yang dihadiri oleh beliau pada tahun 1984 berjumlah 27 nadwah. Sosok yang gigih dalam mensosialisasikan ruh yang lurus dan tawadhu pada diri pemuda, jauh dari pengaruh akibat kemenangan yang mendapat bahaya ketika berkomunikasi langsung dengan para pemuda.

Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.

Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :

“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!

Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.

Saya katakan kepadanya: Kemana?

Dia berkata: kepada Ihkwah.

Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?

Dia berkata: Ya.

Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.


http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html

Mengenang Pemergian Abbas Assisi

Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.

Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.

Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.

Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.

Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."

Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.

Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.

Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.

Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.

Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.

Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.

IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.

Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?

Saiful Bahri

Cairo, 20 Ramadan 1425