Seorang penyair mengatakan:

Setiap penulis pasti akan mati dan berlalu
tetapi waktu akan mengabadikan apa yang ia tulis itu
maka janganlah menulis dengan tulisan tangan Anda
selain yang membuat Anda bergembira
pada Hari Kiamat ketika melihatnya.

Thursday, August 26, 2010

Wahai Umat Quran

Aqidah dan Wijhah menyuruh engkau tampil ke depan
"Suara Langit" di bumi
Isilah fungsimu dengan kegiatan dan kesungguhan;
jalankan amanah ini dengan kepenuhan dan ketekunan
Dunia dan kemanusiaan menunggu pimpinan dan bimbinganmu
Bumi menantikan "Cahaya Langit" yang mampu menyapu kegelapan
Jaga dan peliharalah jangan sampai "jambatan" ini runtuh
agar hubungan Bumi dan Langit tidak patah atau terputus

alImam asSyahid Hassan alBanna

Wednesday, August 25, 2010

Pemuda Angkatan Baru















Siapkanlah dirimu untuk menggantikan angkatan tua,
mereka akan pulang tak lama lagi
Janganlah engkau menjadi pemuda kecapi seruling
yang bersenandung meratapi tepian yang sudah runtuh
mengenangkan masa silam yang telah pergi jauh
Janganlah engkau membuat kekeliruan lagi seperti
yang pernah dilakukan oleh angkatan yang engkau gantikan
Teruskan perjalanan ini dengan tenaga dan kakimu sendiri
Dada bumi cukup luas untuk menerima kehadiranmu
Penuhilah segenap udara ini dengan kegiatan dan ketekunan
sungguh dan penuh

Hadapilah tugas mahaberat ini dengan jiwa besar
dengan daya juang api semangat yang nyalanya kuat dan keras
Pupuklah Ruhul_Jihad, semangat revolusioner, radikal
dan progressif dalam jiwamu dan bertindaklah sebagai laki-laki
dengan perhitungan yang nyata dan pertimbangan yang matang
Perkayalah dirimu dengan meneladan kepada masa silam
di mana ada yang rebah dan ada yang bangun
ada yang jatuh dan terus berdiri lagi
Kamu tidak boleh menjadi "plagiator" dari angkatan lama
dan tidak boleh pula menepuk dada
serta meniadakan segala harga dan nilai,
jasa dan karya dari angkatan lama
Mereka kaya dengan pengalaman,
engkau kaya dengan cita-cita

Padukanlah pengalaman angakatan lama dengan nyala citamu!
Sejarah ini telah lama berjalan berjalan bergerak dan berkembang
Kamu hanyalah tenaga penyambung menyelesaikan bengkalai
yang belum selesai
Meneruskan pekerjaan besar, dari keturunan yang satu
kepada keturunan yang lain
angkatan kemudian angkatan
Kafilah hidup ini adalah ibarat gelombang di lautan;
menghempas yang satu, menyusul yang lain;
memecah yang pertama datang yang kedua

Sedarilah posisi dan fungsimu dalam sejarah
dan lakukanlah tugas suci ini
dengan pengertian, keyakinan dan kesabaran
Insafilah kedaulatanmu sebagai Pemuda Angkatan Baru
yang hendak menggantikan manusia tua angkatan lama
tidaklah sama dan serupa antara kedua angkatan zaman ini
kerana sejarah berjalan sentiasa
menurut hukum dinamika dan hukum dialektika

Thursday, August 19, 2010

Agar Bidadari Cemburu Padamu


Dedikasi buatmu Muslimah Solehah,

Untuk saudariku, yang telah berikrar setia
dan menunaikan tugas mulia sebagai Muslimah

Bersabar menghadapi berbagai rintangan hidup

Yang sentiasa berupaya mewujudkan cita-cita mulia
dan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Akhlakmu begitu indah, sopan dan sejuk mata memandang

Tutur bicaramu tersusun atur mudah berkata-kata indah

Penampilanmu menepati syara dan malu menjadi pakaian utamamu

Perjalanan hidupmu dihiasi dengan perjuangan hakiki

Ketahuilah wahai saudariku muslimah solehah,

Tidak akan pernah kita temui kenikmatan hakiki tanpa perjuangan sejati,
tidak pernah kita jumpai kebahagiaan tertinggi tanpa pengorbanan tiada henti.
Apa yang kita persembahkan untuk meninggikan agama Allah tidak pernah sia-sia.

Ibarat cahaya, ia akan sentiasa menerangi,

Ibarat pohon rindang, ia akan menaungi,

Ibarat bunga mawar, ia sentiasa harum mewangi

Senyumanmu, akhlakmu, budi pekertimu, sahsiahmu adalah kekuatan, kemewahan dan kekayamu yang sebenar.

Jadilah dirimu yang sebenar sesuci fitrah insani, agar disayangi makhluk duniawi
dan dirindui hati-hati yang mencintai Ilahi.

Agar Bidadari di syurga, mencemburui mu kerana mutiara berharga yang terpendam di dalam dirimu

Peliharalah dirimu dan perindahkanlah keperibadian mu

Agar dirimu menjadi wanita muslimah solehah yang sebenar.

Oleh : BroHamzah
http://brohamzah.blogspot.com/2010/08/agar-bidadari-cemburu-kepadamu.html

Wednesday, August 11, 2010

Langit Ramadhan

Langit ramadhan
Awan gebu berarak
Berzikir nama Tuhanku
Hijab kasih bergetar
Langit membiru
Ciptaan Allahu Badi'
Membiar mataku tenang

Langit ramadhan
Membiar diri dilatih
Hidup bertuhan
Mencintai Allahu Wadud

Langit ramadhan
Membuka pintu syurga
Menutup pintu neraka
Diikat syitan
Di lontar ke laut

Langit ramadhan
Keimanan keikhlasan
Dosa lalu terampun

Langit ramadhan
Belajar menunduk nafsu
Bauan kasturi mengganti
Gembira bertemu ilahi

Langit ramadhan
Rahmat alam
Mengasihi Tuhan dan Rasul

Langit ramadhan
Ada malam istimewa
Turunnya Jibril
Melebar enam ratus sayap
Timur ke barat
Memacak bendera hijau

Langit ramadhan
Taqarrub pada Allah
Mendapat cinta
Meningkat darjat

Langit ramadhan
Cinta terAGUNG dari Tuhanku
Buat Aku hambaNYA
Cinta yang di tunggu

Langit rahmat ramadhan.....


*bicara kasih sang pencinta,

bidadari_syurga

Andai Ini Yang Terakhir

























Andai Ini Yang Terakhir
Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangmya sibuk berzikir
tentu tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu...merayu...kepadaNya Tuhan
yang satu

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu solat kukerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan ...sungguh khusyuk
lagi tawaduk
tubuh dan qalbu, bersatu
memperhambakan diri
menghadap Rabbul Jalil....menangisi
kecurangan janji
'Innasolati wanusuki wamahyaya
wamamati lillahirabbil 'alamin'
(sesungguhnya solatku, ibadahku,
hidupku dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan
seru sekalian alam)

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kusiakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan al-Quran bakal kau dendang...
bakal kau syairkan

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih
berqiamullail, bertahajud
mengadu...merintih..meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke SyurgaMu
tapi kujuga tidak sanggup untuk ke NerakaMu"

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu diriku tak akan melupakan yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...kita cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

Andai kutahu ini Ramadhan terakhir
tentu kubakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri, rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan lorong-lorong redha Ar-Rahman

Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti
paling berseri menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju redha serta
kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami
di sana nanti

Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini yang terakhir kali
bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu
hanyalah berusaha...bersedia...meminta belasNya

Andai benar ini Ramadhan terakhir buat aku
maafkan semua kesalahan dan kesilapan
yang pernah aku lakukan
"Marhaban Yaa Ramadhan"

( Hayati puisi Andai Ini Yang Terakhir ditulis
Allahyarham Abdul Bar Mohd Khalil yang
meninggal dunia akibat barah hati pada usia
46 tahun, pada Februari 2007,
meninggalkan seorang isteri,
tidak dikurniakan anak )

Nota kaki : 1 Ramadhan 1431; 11 Ogos 2010

Sunday, August 8, 2010

Alangkah Ruginya

Alangkah ruginya kita.
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.

Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.

Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.

Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.

Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang

Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.

"Sesungguhnya orang yang rugi itu adalah orang merugikan dirinya dan ahli keluarganya di hari Qiamat. Ketahuilah bahawa itulah kerugian yang sebenar-benarnya"

Abu Umar

Tuesday, 27. July 2010, 02:56:53

Wasiat Rasulullah kepada Muaz

"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."

Badi' az-Zaman Sa'id alNursi

Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.

Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^


ANDAINYA AKU PERGI

Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.

Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.

Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.

Hayati Yahaya

Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...


http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/

Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah

Thursday, January 22, 2009













Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.

Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.

Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.

Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan

Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.

Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.

Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk kota di Mesir. Sebagaimana beliau juga merupakan salah seorang da’i terkemuka sehingga nadwah yang dihadiri oleh beliau pada tahun 1984 berjumlah 27 nadwah. Sosok yang gigih dalam mensosialisasikan ruh yang lurus dan tawadhu pada diri pemuda, jauh dari pengaruh akibat kemenangan yang mendapat bahaya ketika berkomunikasi langsung dengan para pemuda.

Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.

Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :

“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!

Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.

Saya katakan kepadanya: Kemana?

Dia berkata: kepada Ihkwah.

Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?

Dia berkata: Ya.

Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.


http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html

Mengenang Pemergian Abbas Assisi

Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.

Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.

Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.

Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.

Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."

Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.

Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.

Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.

Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.

Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.

Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.

IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.

Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?

Saiful Bahri

Cairo, 20 Ramadan 1425