Seorang penyair mengatakan:

Setiap penulis pasti akan mati dan berlalu
tetapi waktu akan mengabadikan apa yang ia tulis itu
maka janganlah menulis dengan tulisan tangan Anda
selain yang membuat Anda bergembira
pada Hari Kiamat ketika melihatnya.

Wednesday, November 27, 2013

Agar kelak di penghujung jalan


Ke hulu, ke hilir kau berjalan,
mencari hala tujuan,
menongkah arus kehidupan,
mengenal watak dan peranan,
membongkar hakikat penciptaan,
meneroka keindahan,
menimba ilmu dan pengalaman.
Ke hulu, ke hilir kau berkelana,
adakalanya kau terlena,
ada masanya kau terpesona,
tertipu dek suasana,
yang pada hakikatnya hanyalah fatamorgana.
Pencarian ini akan diteruskan,
dengan seribu doa dan harapan,
mendamba ampunan,
dan petunjuk sepanjang jalan,
agar kau tak ketinggalan,
agar kau tak kerugian,
agar kelak di penghujung jalan,
kau bersama muqarrabin dan golongan kanan

Cinta yang dusta

[ Cinta yang dusta ]

Cinta dunia yang menjanji air mata
Sungguh harus aku berlepas darimu
Cinta dunia yang tidak mengenal setia
Aku terazab pedih dek kecuranganmu
Cinta dunia yang tidak mempeduli rasa
Tergamak engkau menghiris kalbu

Tiada pernah cinta dunia mengharmoni dengan cintaNya
Takkan pernah adil engkau membahagi sebuah cinta
Andai saja engkau bisa memilih yang sempurna
Dan andai saja engkau bisa menangkis yang fana

Tuesday, November 12, 2013

DIZHOLIMI....... FITROH SEORANG AKTIVIS DAKWAH



Engkau mungkin terlalu sensitif.

Engkau mengira semua orang menghinamu.

Engkau mengira semua orang mengejekmu.

Engkau merasa semua orang mentertawakanmu.

Engkau menduga semua orang membencimu.

Padahal tidak begitu.


Yang terjadi adalah : semua orang tengah memperhatikanmu.

Oleh karena itu mereka akan segera mengetahui kualitas dirimu.

Ketegaranmu memberikan inspirasi bagi siapapun yang memperhatikanmu.

Ketabahanmu memberikan motivasi kepada semua orang di sekitarmu.

Ketulusanmu menguatkan langkah perjuanganmu.

Teruslah berjalan dan bekerja menggapai visi peradaban baru.

Tegakkan kepalamu, saudaraku.

Jangan ragu.

Allah tidak akan menyia-nyiakan semua usaha dakwahmu.

Ustadz Cahyadi Takariawan
 

Rumahtangga Cinta


Bukan kita bina rumahtangga,
semata suka-suka,
untuk nafsu sahaja,
tetapi untuk masa hadapan,
untuk ummah kita,
dan buat akhirat sana.

Rumahtangga kita rumahtangga cinta,
kalau benar cinta mesti mahu ke syurga,
jika melempar ke neraka bagaimana namanya cinta?
cinta palsu mungkin,
cinta sebenar tidak akan begitu rupanya.

Maka apakah buktinya kita cinta?
Bukanlah semata dengan kata,
tetapi dengan amal dan tindakan kita,
bergerak di atas panduanNya,
menyisih dari kemurkaanNya,
rumahtangga cinta itu kita bina,
untuk dunia dan akhirat sana.

Hilal Asyraf(Official)

Isilah masa dengan kebaikan


Semakin kita membesar,
semakin kita jadi 'lali' dengan masa.

Sebulan yang mempunyai empat minggu,
kadang terasa seperti empat hari sahaja gayanya.

Sejam yang dahulunya panjang,
kita terasa seperti 60 saat sahaja.

Pantas masa berlalu,
dan hilangnya takkan kembali,
isilah masa dengan kebaikan,
maka tidaklah kita menjadi rugi.

Sunday, November 10, 2013

Apa-apa yang derita, sengsara, ujian ngadulah pada Rabb

Apa-apa yang derita, sengsara, ujian
ngadulah pada Rabb
yang paling memahami
pasti ditunjukkanNya jalan penyelesaian
pada setiap satu kesulitan
disediakan dua kelapangan
cuma kita usah jemu
berusaha, berdoa
perbaiki kesilapan diri

Apa-apa ilmu, pesanan baik atau tazkirah
kongsikanlah di FB atau apa jua sarana
hindari melepaskan keluhan dan rintihan
ianya hanya sekadar menjemput resah

Mengadu, mengeluh atau merintih di FB
insan yang lemah tak mampu membantu
kadangkala cuma tambah membuntu
bersimpuhlah dan mengadu pada Rabbmu
Dia tak pernah jemu mendengar pengaduanmu
pasti ada secebis ketenangan akan dikecapi 

--------------------------
coretan Lan RS
pada hening pagi di desaku, Ledang
09/11/2013; 8:22 pagi

Mengapa masih engkau usapinya



Di penghujung sebuah persimpangan
Engkau kan bertemu butir-butir kesempurnaan
Saat engkau lelah berlari-lari mendapatkan
Namun menggenggam utas rantai kekesalan

Hatta bila engkau payah merangkak, berjalan
Dek menggalas karung-karung harapan
Dunia kan datang padamu menghiburkan
Lantas hilang tanpa suara pergi meninggalkan

Dunia yang menjanji sedetik bahagia
Dunia yang menakung lautan derita
Dunia yang menumpulkan jiwa
Mengapa masih engkau usapinya 

Saturday, November 9, 2013

Siapa pun kita dahulu, ia bukan penentu kita yang sekarang.



Siapa pun kita dahulu,
ia bukan penentu kita yang sekarang.

Namun kita yang sekarang,
punya peluang,
untuk berusaha,
menentukan kita di masa akan datang.

Kalau kita hebat pada masa dahulu,
tak guna diungkit jika sekarang bukan begitu.

Kalau kita orangnya jahat pada masa lalu,
itu bukan penentu hari ini kita akan terus begitu.

Semalam telah berlalu,
esok belum tentu,
namun hari ini di tangan kita,
maka hari ini kita hargainya,
kebaikan kita tambah,
keburukan kita patah,
agar esok adalah hari yang lebih cerah,
dengan hari ini kita mula berubah.

Jangan biar semalam menentukan kita,
kerana bila Tuhan memberikan kita hari ini,
itu tanda ujian belum terhenti,
juga peluang belum termati.

Yang semalamnya baik, berusaha kekal dan pertingkatkan,
yang semalamnya buruk, hari baru adalah salam perubahan!

Friday, November 8, 2013

Akanku terus ukir namaMu


Akanku terus ukir namaMu
Pada hati yang kian merapuh
Biar tercalar menadah sembilu
Akanku rantai diam nafsuku
Demi mencari hati yang dahulu
Yang lazat menghirup udaraMu
Walau dihempas badai yang melesu

Tuhanku jangan berpaling daripadaku
Sengsara ini mendinding kebahagiaanku
Sakit ini terus saja menyesakkan dadaku
Ambillah aku dengan cintaMu
Terimalah aku dalam pangkuanMu
Ibarat sang anak yang asyik merindu
Hangatnya kasih dan dakapan sang ibu

Akanku kutip kerikil-kerikil yang bertabur
Demi mengukir, melafaz indah namaMu
Kerikil-kerikil yang mendampingkan aku padaMu
Acap hatiku membisik dan merintih rindu
Pada manisnya hubungan aku denganMu
Aku yang sering bermanja mengadu-mengadu
Dan Engkau yang asyik memujuk mendamaikanku

Tuesday, October 8, 2013

SEDEKAH

SEDEKAH

bila dengan senyuman kita
Membuat orang lain bahagia
Menjadi senang bergembira
Ini termasuk sedekah juga

Sedekah asal kata sha-da-qa
Artinya membenarkan makna
Amalan nafsi atau amal harta
Bermanfaat besar bagi sesama

Sedekah mendatangkan berkah
Sedekah mencegah musibah
Sedekah berbuah maghfirah
Sedekah hidup menjadi indah

I'tikad hati kita bisa sedekah
Lisan perkataan bisa sedekah
Tenaga badan bisa sedekah
Apapun yang ada bisa sedekah

Dengan ilmu bisa sedekah
Dengan amal bisa sedekah
Dengan harta bisa sedekah
Dengan akhlak bisa sedekah

Sedekah membawa selamat
Selamat dunia juga akhirat
Sedekah memberi syafa'at
Menjadi naungan hari kiamat

Mari sisihkan waktu kita
Mari ajarkan ilmu kita
Mari Bersihkan harta kita
Mari Sucikan jiwa kita

Pakir miskin beri perhatian
Anak yatim beri santunan
Yang lemah kita perhatikan
Orang tua agung khidmatkan

(Tibelat Qudei)

Alangkah ruginya kita...

Alangkah ruginya kita... Kita dilahirkan dalam agama Islam yang suci,
Lahir aja kita di dunia, telinga kita terus
dibisikkan dengan kalimah ALLAH, Tapi apabila
kita dewasa, kita hanyut dengan dunia, lupa asal
usul kejadian kita, lupa pada janji kita pada ALLAH
sebelum kita dilahirkan. Alangkah ruginya kita... 
ALLAH telah beri kita nikmat Iman dan Islam yang
mungkin tidak dirasai oleh orang-orang yang
bukan beragama Islam, Tapi kita tidak pernah
mensyukuri nikmat yang telah ALLAH berikan
kepada kita. Kita rela memilih untuk merasai
nikmat kemewahan dan kesenangan dunia
yang pasti tidak menjanjikan apa-apa. Alangkah ruginya kita...
ALLAH telah beri kita nyawa untuk terus bernafas
di atas muka bumi-Nya, Tapi kita jarang
mensyukuri nikmat hidup yang telah ALLAH
berikan. Pelbagai kemungkaran yang kita lakukan
seumpama kita hidup buat selamanya di dunia
ini sedangkan hidup di dunia ini hanyalah pinjaman dari-Nya sahaja. 
Alangkah ruginya kita... ALLAH telah berikan banyak waktu kepada kita,
Tapi kita bazirkan masa yang ALLAH kurniakan
dengan melakukan perkara-perkara yang tidak
berfaedah sedangkan masa yang ada sepatutnya
diisi dengan bertafakur dan beribadah kepada-
Nya. Alangkah ruginya kita... Pintu taubat ALLAH sentiasa terbuka, 
Tapi kita
sering melengah-lengahkan masa untuk
bertaubat kepada-Nya sehinggalah ajal datang
menghampiri sedangkan waktu itu sudah
terlambat untuk kita melakukannya. 
Alangkah ruginya kita... Kita mengaku diri kita Islam, umat Muhammad,
Tapi kita jarang mempraktikkan ajaran yang
disampaikan oleh Baginda. Malah, ada yang
langsung tidak mempraktikkannya. Alangkah ruginya diri ini....
semoga kita semua akhiri sisa2 hidup kita dengan iman,islam dan takwa..
mati bihusnil khotimah..in shaa Allah 

Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al- Jauzi

Pesan Bapak Kepada Anak
Perempuannya Saat Pernikahan
Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib
mewasiatkan anak perempuannya, seraya
berkata, “Jauhilah olehmu perasaan

cemburu, karena rasa cemburu adalah
kunci jatuhnya thalak. Juga jauhilah
olehmu banyak mengeluh, karena keluh
kesah menimbulkan kemarahan, dan
hendaklah kamu memakai celak mata
karena itu adalah perhiasan yang paling
indah dan wewangian yang paling harum”.

Pesan Ibu Kepada Anak Perempuannya
Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah
Al-Farzari berpesan kepada anak
perempuannya disaat pernikahannya,
“Sesungguhnya engkau telah keluar dari
sarang yang engkau tempati menuju
hamparan yang tidak engkau ketahui, juga
menuju teman yang engkau belum merasa
rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah
engkau sebagai bumi baginya, maka dia
akan menjadi langit untukmu. Jadilah
engkau hamparan baginya, niscaya ia akan
menjadi tiang untukmu. Jadilah engkau
hamba sahaya baginya, maka niscaya ia
akan menjadi hamba untukmu. Janganlah
engkau meremehkannya, karena niscaya
dia akan membencimu dan janganlah
menjauh darinya karena dia akan
melupakanmu. Jika dia mendekat
kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan
jika dia menjauhimu maka menjauhlah
darinya. Jagalah hidungnya,
pendengarannya, dan matanya. Janganlah
ia mencium sesuatu darimu kecuali
wewangian dan janganlah ia melihatmu
kecuali engkau dalam keadaan cantik.

Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al-
Jauzi hal.79

Alangkah ruginya kita

Alangkah ruginya kita,
bila hari baru yang diberi Allah,
kita bazirkan dengan maksiat dan dosa.

Di manakah rasa malunya kita?
Hendak masuk syurga,
tetapi bila diberi peluang,
kita buang.

Monday, October 7, 2013

Kebenaran dan keadilan


Kebenaran dan keadilan,
mereka berdua akan menunjukkan wajah yang sebenar,
di akhirat sana.

Sekarang zaman fitnah,
berselirat dusta di sini dan sana,
semua mengaku benar,
sedang diri banyak cela.

Semoga Allah selamatkan kita,
dari fitnah nista,
lagi durjana.

Saturday, October 5, 2013

MURBAWAN MESIR

MURBAWAN MESIR

Tidak pernah terasakan pilu sekudus ini:
Alam di Mesir mekar sesuci di dalam diri.
Segala luka, segala lara, mula sebati,
memanglah jarang diri terasa sesyahdu ini.

Buana tidaklah sekadar di sini nafasnya,
setiap degup tetap dirasa di mana-mana.
Lalu, di sini bermula tapak--temu yang marak.
Kami bangun demi menimbusi setiap jarak!

Api di Mesir ganas, tajamnya amat meretak,
kami tidak serasi oleh cakaran sekejam ini.
Maka di sini mulanya tapak--temu yang marak.
Kami azam berbakti, malah bakal sebati.

Kini serentak semua batas mula berbenih,
yang kami suburkan hanyalah kasih, kasih, kasih.

5 Oktober, 2013--A. SAMAD SAID

MURBAWAN MESIR

MURBAWAN MESIR

Tidak pernah terasakan pilu sekudus ini:
Alam di Mesir mekar sesuci di dalam diri.
Segala luka, segala lara, mula sebati,
memanglah jarang diri terasa sesyahdu ini.

Buana tidaklah sekadar di sini nafasnya,
setiap degup tetap dirasa di mana-mana.
Lalu, di sini bermula tapak--temu yang marak.
Kami bangun demi menimbusi setiap jarak!

Api di Mesir ganas, tajamnya amat meretak,
kami tidak serasi oleh cakaran sekejam ini.
Maka di sini mulanya tapak--temu yang marak.
Kami azam berbakti, malah bakal sebati.

Kini serentak semua batas mula berbenih,
yang kami suburkan hanyalah kasih, kasih, kasih.

5 Oktober, 2013--A. SAMAD SAID

hanya kematian nanti semuanya terhenti

Di tengah kesukaran hidup,
selepas tamatnya tangisan,
senyumlah,
gembirakan diri,
tenangkan hati.


Hidup belum berakhir,
selagi itu pintu peluang terbuka,
kita akan sedar,
begitu jugalah arusnya duka,
hanya kematian nanti semuanya terhenti,
tinggal pilihan di tangan kita,
mati dalam senyuman,
atau kekecewaan.

Adil itu tersembunyi wajahnya,
di akhirat akan muncul keadilan yang sebenarnya,
di tangan Tuhan adil akan tiba,
dunia ini ujian hanya.

Bila kita percaya,
percaya kan menerbit senyum,
pada bibir,
pada jiwa,
selepas kita tahu,
berpanjangan tangis tak menyelesai masalah kita.

Bangkit,
percaya,
selagi bernyawa,
terus usaha,
Dia bersama kita.

Tidak kita bahagia di dunia,
biarlah bahagia di akhirat sana.
Jangan putus asa dan kecewa,
nanti dunia merana,
di akhirat tambah berduka.

Ujian hidup ini,
kita gagah hadapinya!

~ Hilal Asyraf ~

1904
051013
Gombak,
Malaysia.

Thursday, October 3, 2013

bukankah Allah tempatmu berteduh?

Duhai Diri...
Mengapa perlu mengeluh??
jika ingin jadi hamba yg teguh?
bukankah Allah tempatmu berteduh?
mengubat hatimu hingga sembuh...
bangunlah dari jatuh...
percayalah...Allah tak rela kau menangis sendirian...
sirah Nabi Allah dedahkan..
buat ku jadi teladan...
ketabahannya jadi ikutan.
mengharungi likunya sebuah perjuangan,
oleh insan paling beriman..
apatah lagi diriku insan akhir zaman... 
Terima Kasih Buatmu Nabi...
kesabaranmu mengajar diri,
tabah mengharungi dugaan ini...
Demi mengemis redho Illahi...
Ujian Bukan beban!!
Tapi sebuah perjuangan...
Allah memberi cabaran...
bukan lah untuk dikeluhkan...
Tapi hanya untuk mencari Hikmah kebaikan.
"ujian yang berat itu hanya diberikan untuk orang yg hebat, kerana allah tak akan membebani hambanya melebihi kesanggupan hambanya"
"ujian nampak kecil bagi org yang berjiwa besar dan ujian dirasai sangat besar bagi orang berjiwa kecil."

Wednesday, October 2, 2013

Perlu mampu berpacu

Umat Islam 
apabila ingin maju
perlu mampu berpacu
dengan waktu.
Sekali umat Islam terhenti
bererti dia membiarkan dirinya
tergilis dek sang waktu.

- Puisi Muhammad Iqbal ( 19/11/1877 - 21/04/1938 )
Allama Iqbal )
Penyair Muslim tersohor kelahiran Pakistan

Saturday, September 28, 2013

Dan hanya di akhirat kelak, kebenaran akan dipaparkan

Hidup ini sebuah pencarian.

Kita akan terus mencari akan kebenaran.

Dan hanya di akhirat kelak, kebenaran akan dipaparkan.

Maka sepanjang hidup,
jangan taksub,
jangan dirasa ada yang sempurna selain Tuhan,
jangan dikata ada kumpulan itu satu-satunya pemegang kebenaran.

Tuhan turunkan agama ini,
dengan kalimah iqra' ia dimulakan.

Membacalah,
dengan mata,
dengan kaki dan tangan.
Bersama minda, hati dan jiwa yang tidak dipenjarakan.

Thursday, September 26, 2013

Kematian..


Kematian..
Pemutus segala kelazatan..
Lalu sendirian berdagang asing..
Menempuh tirai hijab yang tersingkap..

Kematian..
Saat memadu rindu buat yang soleh..
Meneguk janji di halaman raudhah..
Tenang dalam dakapan rahmat yang mencurah..

Kematian..
Liang penyesalan buat si derhaka..
Dibelenggu hirisan azab bersilih detik..
Hanya raungan mengiringi jalan ke mahsyar 

Kematian..
Jangan pernah dilupa akan hadirnya..
Kerana pabila ia datang menjengah..
Tak berguna seisi dunia melainkan amal..

SALAM KEINSAFAN...   SALAM MUHASABAH

Kematian..
Pemutus segala kelazatan..
Lalu sendirian berdagang asing..
Menempuh tirai hijab yang tersingkap..

Kematian..
Saat memadu rindu buat yang soleh..
Meneguk janji di halaman raudhah..
Tenang dalam dakapan rahmat yang mencurah..

Kematian..
Liang penyesalan buat si derhaka..
Dibelenggu hirisan azab bersilih detik..
Hanya raungan mengiringi jalan ke mahsyar

Kematian..
Jangan pernah dilupa akan hadirnya..
Kerana pabila ia datang menjengah..
Tak berguna seisi dunia melainkan amal..

Wednesday, September 25, 2013

kembarnya hidup ialah ujian


Kadang,
kita hajatkan masa terhenti,
biar kita berada di dalam waktu yang kita suka,
kekal bahagia dan bererti,
hilang duka dan duga.

Tetapi hidup tidak sedemikian,
kembarnya hidup ialah ujian,
masa ke semasa kita akan diuji,
menilai kembali keimanan diri.

Dalam mencari kebahagiaan


Dalam mencari kebahagiaan,
ramai tidak bergerak mencari Tuhan.

Ramai menyangka bahagia ada pada duit,
pada manusia lain,
pada populariti,
pada gunung ganang,
pada mentari,
pada laut,
dan sebagainya lagi.

Tetapi semua itu tidak mempunyai bahagia.
Bahagia adalah apabila roh kita tenang, jiwa kita senang,
dan siapakah yang Maha Membolak-balikkan jiwa?

Kembalilah kepada Dia,
mengapa masih ingkar,
mengapa masih mengumpul dosa,
sedang tenang itu hanya ada padaNya.

Tuesday, September 24, 2013

Mana ada manusia yang tidak istimewa?


Mana ada manusia yang tidak istimewa?
Percaya pada-Nya!
Dia tidak mencipta dengan sia-sia.
Pasti 'ada' dalam diri kita SEMUA,
potensi yang Dia beri masa.
Buktikannya!
Sebelum Dia jemput semula.

Namun takkanku pergi membawa lumpur


Yang haq seakan menjauh kabur
Samar, terselubung dalam batil yang terakur
Betapa payah untuk aku menutur
Mengheret yang terpesong kembali ke luhur
Meyakinkan tanpa kejam menghambur

Aku sedar, aku bukanlah yang makmur
Dari dosa-dosa yang terbujur
Namun takkanku pergi membawa lumpur
Bila Dia yang menyaksi janji yang ditabur

Friday, September 20, 2013

Medan dakwah ni luas.

https://www.facebook.com/pages/Hilal-AsyrafOfficial/245964752094643

Medan dakwah ni luas.
Ada yang fokus menjadi aktivis.
Ada yang kerjanya buat program seminar/wacana.
Ada yang buat rumah anak yatim.
Ada yang jadi cikgu/pensyarah.
Ada yang jadi doktor.
Ada yang buka kelas-kelas ilmiah.
Ada yang bina kumpulan sukan berimejkan tata tertib Islam.
Ada yang menulis karya kreatif bermesejkan Islam.
Ada yang menulis buku motivasi.
Ada yang berpuisi.
Ada yang rajin update benda Islamik di laman sosial.
Ada yang gerakkan jemaah Islam dengan fokus-fokus yang pelbagai.
Ada juga yang menceburi politik.
Ada yang jadi vlogger.
Ada yang jadi penasyid.
Ada pula yang hanya berakhlak baik, menjadikan orang bila tengok dia, rasa nak bersangka baik terhadap agama ini.

Semuanya insyaAllah kheir bila saling hormat menghormati.

Masalahnya adalah apabila kita rasa medan kita lebih baik dari medan yang lain, dan kita mula memperlekehkan orang yang tidak menceburi medan kita.

Setiap manusia ada potensinya.
Jangan kita lupa semua orang itu bukannya sama.

Thursday, September 19, 2013

Saat kita kadangkala terjaga di tengah malam

Bila kita tidak dapat tidur,
saat kita kadangkala terjaga di tengah malam,
atau terkejut beberapa waktu sebelum Subuh,
maka mengapa kita sekadar berbaring,
atau kembali memejamkan mata,
menarik selimut,
dan mengenepikan panggilanNya?

Mungkinkah itulah dia kejutanNya,
agar kita bertaubat dan memohon keampunan,
menambah amal,
berdoa dan mencacak harapan,
mengadu dan berbicara dengan Tuhan.

Kita hamba banyak dosa,
tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita,
seringkali Dia memanggil,
namun kita juga yang buat lupa,
tidak mahu mendengar,
jauh sekali menjawab.

Kadang di sebalik tidur yang terganggu,
wujudnya hikmah yang tak terungkap.


Hilal Asyraf(Official)

Monday, September 16, 2013

Alam dunia yang sedetik cuma

hidup ini adalah sebuah pengembaraan...
bermulanya kita dari alam roh...
kita singgah sebentar di alam rahim...
lalu kita meneruskan perjalanan kita lagi selama 9 bulan 
dan kita singgah lagi di alam dunia yang sedetik cuma 
untuk mencari bekalan yang berupa iman dan takwa ...
dan bukan...bukan....bukan...emas permata... 
kerana emas permata tidak akan berguna di alam seterusnya...
persinggahan di alam kubur
akan kita tinggalkan semuanya yang berupa harta, isteri dan anak.... 

kecuali tiga..sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat,
dan anak yang solehah jika ada...
dan kita tidak tahu berapa lama kita akan tinggal disana..
sebelum tiba hari kiamat...

Zainudin Mhd Ali

Sunday, September 15, 2013

Mentadhiyah cinta

Mentadhiyah cinta
Demi yg empunya seluruh cinta 
Saat itu pasti kau kan meneguk
Indah sebuah rindu yang bertakuk


Keluarga, sahabat yang engkau kasih
Akan datang dan pergi bersilih
Harta, pangkat yang engkau tagih
Hanya akan mengundang sedih
Nama, kebanggaan yang engkau raih
Takkan pernah  diam beralih 
Cinta Allah hanya dalam dada-dada yang terpilih


Andai engkau berjalan padaNya
Dia pasti kan berlari ke arahmu
Andai engkau menangis mengadu padaNya
Dia pasti hadir mendamaikanmu













Mentadhiyah cinta
Demi yangg empunya seluruh cinta
Saat itu pasti kau kan meneguk
Indah sebuah rindu yang bertakuk


Keluarga, sahabat yang engkau kasih
Akan datang dan pergi bersilih
Harta, pangkat yang engkau tagih
Hanya akan mengundang sedih
Nama, kebanggaan yang engkau raih
Takkan pernah diam beralih
Cinta Allah hanya dalam dada-dada yang terpilih


Andai engkau berjalan padaNya
Dia pasti kan berlari ke arahmu
Andai engkau menangis mengadu padaNya
Dia pasti hadir mendamaikanmu

kebahagiaan kita di sisi Rabb.

Hidup ini bukan untuk kita.
Mati nanti baru untuk kita.
Hiduplah sebagai khadam kepada makhluk 
dan abdi kepada khalik 
kerana yang demikian itulah 
kebahagiaan kita di sisi Rabb. 
Setiap kebaikan adalah saham. 
Setiap kesabaran adalah ladang...
Tiada jalan pintas melainkan berteleku di lubuk tarbiyah, 
merantau di jalan dakwah.
Mati di medan ribath. 
Jalan ini sangat panjang, berat dan susah 
tetapi inilah jalan Allah...
Kita ada al Quran, as Sunnah dan ukhuwwah.
Hanya kita perlukan Iman.

hidup ini tidak semudahnya semua hitam dan putih

Bila kita banyak membaca dan mendengar pelbagai pandangan orang lain,
bila kita menghayati keluasan hidup,
bila kita sering meneliti perjalanan masa lalu,
dan kadangkala bila kita muhasabah pada diri kita apa yang terlah berlaku,
kita akan tahu,
hidup ini tidak semudahnya semua hitam dan putih,
banyaknya kelabu,
buat kadang kita perlu berteleku,
mana yang benar, dan mana yang palsu.

Hilal Asyraf(Official)

Kerna mencari redhaNya, telah menjadi tujuan kehidupan ini.

Populariti akan hilang,
kawan akan pergi,
manusia yang tersayang akan mati,
duit akan habis,
barang akan rosak,
masa akan terhenti,
diri akan mati.

Ya, hidup ini sebenarnya sunyi.
Memikirkan pengakhiran sedemikian, ramai manusia terhenti.

Tetapi jikalah manusia kenal akan Ilahi,
Yang Tidak Tidur jauh sekali mengantuk,
yang tidak alpa dan meninggalkan,
Yang Abadi dan tidak akan mati,
yang akan membangkitkan kita semula di hari nanti,
maka hidup ini tidak akan pernah sunyi,
segala kehilangan kita yakin bakal berganti,
segala kekurangan kita yakin akan ditampungi,
segala kegagalan kita yakin ada hikmahnya nanti,
segala kesenangan kita yakin Dialah yang memberi,
kebongkakan akan terhapus,
putus asa akan lupus,
kesunyian pun akan menghilang,
diganti dengan usaha untuk meneruskan kehidupan ini.

Kerna mencari redhaNya,
telah menjadi tujuan kehidupan ini.

Dan Dia tidak suka hambaNya yang berputus asa.
Hanya yang terusan percaya,
akan dipanggil ke syurgaNya.

Sungguh berertinya hidup,
yang sedemikian rupa.


Hilal Asyraf(Official)

Wasiat Rasulullah kepada Muaz

"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."

Badi' az-Zaman Sa'id alNursi

Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.

Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^


ANDAINYA AKU PERGI

Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.

Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.

Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.

Hayati Yahaya

Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,

Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,

Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...


http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/

Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah

Thursday, January 22, 2009













Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.

Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.

Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.

Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan

Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.

Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.

Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk kota di Mesir. Sebagaimana beliau juga merupakan salah seorang da’i terkemuka sehingga nadwah yang dihadiri oleh beliau pada tahun 1984 berjumlah 27 nadwah. Sosok yang gigih dalam mensosialisasikan ruh yang lurus dan tawadhu pada diri pemuda, jauh dari pengaruh akibat kemenangan yang mendapat bahaya ketika berkomunikasi langsung dengan para pemuda.

Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.

Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :

“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!

Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.

Saya katakan kepadanya: Kemana?

Dia berkata: kepada Ihkwah.

Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?

Dia berkata: Ya.

Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.


http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html

Mengenang Pemergian Abbas Assisi

Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.

Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.

Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.

Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.

Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."

Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.

Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.

Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.

Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.

Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.

Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.

IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.

Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?

Saiful Bahri

Cairo, 20 Ramadan 1425