Berbicaralah tentang dakwah kerana itu lebih kekal, sedangkan manusia akan musnah. Allah adalah tujuan kami Rasulullah teladan kami Al Qur'an pedoman hidup kami Jihad adalah jalan juang kami Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi
Showing posts with label Perjuangan. Show all posts
Showing posts with label Perjuangan. Show all posts
Saturday, October 5, 2013
Monday, July 16, 2012
Dari dan Hanya Untuk-Nya
16/7/2012 | 27 Shaban 1433 H
Oleh: Rini Zukhruf Bila Kebahagiaan itu Hadir,
Pastikan Bahwa Hanya Ia yang memberi dan
Hanya kepada Nya Pujian itu terucap,
Bila Ujian itu Datang,
Yakinlah Kehadirannya Bentuk Cinta Allah Kepada Kita,
Bila Dunia ini Penuh Warna,
Pastikan Hanya Keimanan Yang Mewarnai Hati dan
Setiap Perjalanan Hidup kita,
Bila Air Mata ini Mengalir,
Pastikan itu semua
Karena Taubat dan Kecintaan Kepada Nya,
Bila harus Berbagi, Yakinkan pada Hati Bahwa itu semua karena Perintah Nya,
Bila Nafas ini Berhenti, Pastikan Setiap Liku Kehidupan Hanya diisi Oleh Nya,
Tak Pernah Tahu Kejadian yang akan terjadi,
Karna Kita hanya berusaha Menjadi Sebaik – Baik Manusia,
Bermanfaat, Berbagi, Menyebarkan Cinta dan kasih untuk sekitar,
Hanya Allah sang Penjaga setiap Aktivitas kita,
Hanya Allah jua Sebaik – Baik Penolong dan Tempat Bergantung
Tersenyum terhadap Setiap apa yang terjadi,
Karena dibalik setiap Peristiwa,
Allah selalu berikan Senyuman untuk Kita,
agar kita menjadi lebih dekat dengan Nya
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21633/dari-dan-hanya-untuk-nya/#ixzz20mdIcuWX
Monday, June 18, 2012
Tak Sekadar Sebuah Pertemuan
Pertemuan itu sungguh menyenangkan
Di setiap minggu kita saling mengingat kebaikan
saling mengingat untuk kembali ke Rabb
bertemu wajah-wajah saudara kita
yang seiman dan bersama dalam jalan dakwah ini
terasa sangat menyenangkan
melihat raut raut wajah semangat untuk terus berjuang dalam dakwah
Namun di tiap minggu itu
bukan sekadar pertemuan biasa
bukan hanya bertemu untuk mendengar taujih dari sang Murabbi
tapi di pertemuan itu
adalah pertemuan yang istimewa
yang meninggalkannya membuat diri tak bisa tidur karenanya
seakan ku ingin di tiap hari
pertemuan itu ada menghiasi hari-hari ku
karena di dalamnya
kita bagaikan keluarga
saling menanya kabar
saling menaruh perhatian
seakan satu tubuh
dimana ia kuat
maka seluruh tubuh akan kuat
dimana ia sakit
maka seluruh tubuhnya akan mengalami kesakitan
yang energi ukhuwah itu sangat kuat
merasuk dalam jiwa dan hati ini
menghasilkan energi semangat, optimisme, dan daya dobrak dakwah yang kuat
seakan ruh dalam jasad ini tak pernah sendiri
seakan perjuangan ini tak pernah kesepian
karena memang
pertemuan itu sangat istimewa
—
Terinspirasi dari Ust. BT, Beiji, Depok
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21118/tak-sekadar-sebuah-pertemuan/#ixzz1y7xtsabK
Di setiap minggu kita saling mengingat kebaikan
saling mengingat untuk kembali ke Rabb
bertemu wajah-wajah saudara kita
yang seiman dan bersama dalam jalan dakwah ini
terasa sangat menyenangkan
melihat raut raut wajah semangat untuk terus berjuang dalam dakwah
Namun di tiap minggu itu
bukan sekadar pertemuan biasa
bukan hanya bertemu untuk mendengar taujih dari sang Murabbi
tapi di pertemuan itu
adalah pertemuan yang istimewa
yang meninggalkannya membuat diri tak bisa tidur karenanya
seakan ku ingin di tiap hari
pertemuan itu ada menghiasi hari-hari ku
karena di dalamnya
kita bagaikan keluarga
saling menanya kabar
saling menaruh perhatian
seakan satu tubuh
dimana ia kuat
maka seluruh tubuh akan kuat
dimana ia sakit
maka seluruh tubuhnya akan mengalami kesakitan
yang energi ukhuwah itu sangat kuat
merasuk dalam jiwa dan hati ini
menghasilkan energi semangat, optimisme, dan daya dobrak dakwah yang kuat
seakan ruh dalam jasad ini tak pernah sendiri
seakan perjuangan ini tak pernah kesepian
karena memang
pertemuan itu sangat istimewa
—
Terinspirasi dari Ust. BT, Beiji, Depok
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21118/tak-sekadar-sebuah-pertemuan/#ixzz1y7xtsabK
Thursday, June 14, 2012
Bukan kerana dia, dia, dia atau dia.
Aku tidak hidup dek puji,
Aku tidak mati dek keji.
Bukanlah insan yang memberikan rezeki,
Tetapi adalah Ilahi.
Kita laksanakan sesuatu kerana Dia,
Kita tinggalkan sesuatu juga kerana Dia.
Bukan kerana dia, dia, dia atau dia.
Diri ini hanya tunduk kepada pemilik syurga dan neraka,
Kepada yang lain,
Kamu jangan angkuh,
Kerana engkau dan aku,
Kita hanya serupa.
Hilal Asyraf
Wednesday, May 16, 2012
Kita pasti bisa pernah
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Dibuai lena penuh keasyikan
Diserbu oleh hambatan kesibukan
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Mengecap manisnya kejayaan
Menelan perit pahitnya kejatuhan
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Tegar dalam menangkis amarah
Rebah tersasar dalam menongkah arah
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
bahgia kerna kurniaan cinta
sengsara kerna kebinasaannya
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Bermanja dalam dakapan kasih sayang
Terluka bila ia lenyap menghilang
Di tangan Allah
Takdirnya menghimpun segala kekuatan
Tarbiyahnya mengajar erti kedewasaan
Kita pasti bisa pernah
Dibuai lena penuh keasyikan
Diserbu oleh hambatan kesibukan
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Mengecap manisnya kejayaan
Menelan perit pahitnya kejatuhan
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Tegar dalam menangkis amarah
Rebah tersasar dalam menongkah arah
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
bahgia kerna kurniaan cinta
sengsara kerna kebinasaannya
Di tangan Allah
Kita pasti bisa pernah
Bermanja dalam dakapan kasih sayang
Terluka bila ia lenyap menghilang
Di tangan Allah
Takdirnya menghimpun segala kekuatan
Tarbiyahnya mengajar erti kedewasaan
Akmami Abdullah Akhili
Tuesday, January 3, 2012
Nikmatnya berkorban
Wahai jiwa,
Kita tidak akan merasai nikmatnya berkorban,
Jika hanya melaburkan usia-usia senja untuk meraih keredhaan Allah SWT.
Kita tidak terhibur dengan keperitan berkorban,
Jika masih berkira-kira untuk menginfakan “sedikit” rezeki yang ada untuk mengerakan usaha-usaha kebaikan dan kebenaran.
Wahai empunya diri,
Kita tidak akan merasai kemanisan berkorban,
Jika bibir masih berzikir akan kesusahan dan kepayahan dalam berkorban.
Kita tidak akan tenang dalam berkorban,
Jika tenggelam dengan kenikmatan dunia yang melekakan.
Wahai hati,
Kita akan bermalasan untuk beramal dalam berkorban
Jika jiwa sentiasa berbelah bagi - untuk berjihad di jalan-Nya.
Bahkan - Kita tidak akan “tergerak” untuk berkorban,
Jika jiwa masih mencintai kemewahan dan keindahan dunia yang fana.
Jika hati masih terpaut erat kepada keasyikan dunia yang sementara.
Jika diri kita ini – masih terpesona dengan kepalsuan-kepalsuan BISIKAN SYAITAN yang durjana!
http://brohamzah.blogspot.com/2011/09/nikmatnya-berkorban.html
Friday, February 18, 2011
Buatmu Muslimah Solehah
Insan yang telah berikrar setia menunaikan tugas mulia sebagai Muslimah
Sentiasa bersabar menghadapi berbagai rintangan hidup yang mendatang
Yang sentiasa berupaya mewujudkan cita-cita mulia dan hanya mengharapkan keredhaan Allah SWT.
Akhlakmu begitu mempersona, sopan dan menyejukan mata
Tutur bicaramu melegakan jiwa yang lara
Penampilanmu terhias dengan panduan agama
Perisai malu menjadi pakaian keperibadianmu yang utama
Dan, semangat juangmu yang sentiasa membara dalam jiwa
Semuanya, bersatu padu dalam dirimu
Agar menjadi wanita yang dirindu Syurga
Ketahuilah, wahai muslimah yang luhur
Kehilanganmu, bererti kehilangan untaian talian cinta,
Ketiadaanmu, bererti ketiadaan generasi manusia,
Kebaikanmu, bererti kebaikan segenap semesta,
Keburukanmu, bererti kehancuran tiang negara.
Ketahuilah wahai saudariku mukminah solehah,
Tidak akan pernah kita temui kenikmatan hakiki tanpa perjuangan sejati, tidak pernah kita jumpai kebahagiaan tertinggi tanpa pengorbanan tiada henti. Apa yang kita persembahkan untuk meninggikan agama Allah tidak pernah sia-sia.
Ibarat cahaya, ia akan sentiasa menerangi,
Ibarat pohon rendang, ia akan menaungi,
Ibarat bunga mawar, ia sentiasa harum mewangi
Senyumanmu, akhlakmu, budi pekertimu, sahsiahmu adalah kekuatan, kemewahan dan kekayaanmu yang sebenar.
Sentiasa bersabar menghadapi berbagai rintangan hidup yang mendatang
Yang sentiasa berupaya mewujudkan cita-cita mulia dan hanya mengharapkan keredhaan Allah SWT.
Akhlakmu begitu mempersona, sopan dan menyejukan mata
Tutur bicaramu melegakan jiwa yang lara
Penampilanmu terhias dengan panduan agama
Perisai malu menjadi pakaian keperibadianmu yang utama
Dan, semangat juangmu yang sentiasa membara dalam jiwa
Semuanya, bersatu padu dalam dirimu
Agar menjadi wanita yang dirindu Syurga
Ketahuilah, wahai muslimah yang luhur
Kehilanganmu, bererti kehilangan untaian talian cinta,
Ketiadaanmu, bererti ketiadaan generasi manusia,
Kebaikanmu, bererti kebaikan segenap semesta,
Keburukanmu, bererti kehancuran tiang negara.
Ketahuilah wahai saudariku mukminah solehah,
Tidak akan pernah kita temui kenikmatan hakiki tanpa perjuangan sejati, tidak pernah kita jumpai kebahagiaan tertinggi tanpa pengorbanan tiada henti. Apa yang kita persembahkan untuk meninggikan agama Allah tidak pernah sia-sia.
Ibarat cahaya, ia akan sentiasa menerangi,
Ibarat pohon rendang, ia akan menaungi,
Ibarat bunga mawar, ia sentiasa harum mewangi
Senyumanmu, akhlakmu, budi pekertimu, sahsiahmu adalah kekuatan, kemewahan dan kekayaanmu yang sebenar.
Jadilah dirimu yang sebenar sesuci fitrah insani, agar disayangi makhluk duniawi dan dirindui hati-hati yang mencintai Ilahi.
Agar Bidadari di syurga, mencemburuimu kerana mutiara berharga yang terpendam di dalam dirimu
Peliharalah dirimu dan perindahkanlah keperibadianmu
Agar dirimu menjadi wanita muslimah solehah yang dicintai, dikasihi dan diredahi Ilahi
Yakinilah ukhti mukminah,
Keindahan sanubari
Kedamaian hati
Ketenteraman batini
Kelembutan sahsiah diri
Akan terpancar dari setiap diri mukminah yang tulus ikhlas memilih jalan yang mulia ini,
Jalan yang dihampari dengan duri-duri
Yang mungkin akan tertusuk dikaki
Namun, jauh disudut hati
Inilah jalan menuju Ilahi
Muslimah yang tetap teguh menyusuri al-haq dengan keimanan yang hakiki
Membasmi yang batil dengan gagah berani
Tidak pernah gentar dan takut mati.
Semoga dirimu, benar-benar dicintai Rabbi.
Women Of Heaven
-----------------------------------------------------------
Titipan buat mereka-mereka yang bergelar wanita, kalian adalah insan ciptaan Allah SWT yang istimewa. Memiliki kekuatan yang luar biasa, andainya kehidupan ini didasari keimanan, keyakinan, kepasrahan dan pergantungan hanya sanya untuk Allah SWT.
BroHamzah
Saturday, February 12, 2011
Warkah Buat Sahabat

Warkah Khas mereka yang mahu digelarkan sebagai Ansarullah
Sahabat,
apa khabar dirimu hari ini?
Bagaimana dengan imanmu?
Bagaimana dengan perjuanganmu?
Apakah masih tegar kamu di medan ini?
Ketahuilah sahabat, apabila selangkah kita menghayunkan kaki ke alam perjuangan ini,
sekali pun kita tidak dijanjikan dengan kemewahan, apatah lagi kesenangan.
Ketahuilah sahabat, apabila selangkah kita menghayunkan kaki ke alam perjuangan ini,
sekali pun kita tidak dijanjikan dengan kemewahan, apatah lagi kesenangan.
Sebaliknya, kita dijanjikan kehidupan yang penuh penderitaan ,
kepedihan dan pengorbanan didalam perjuangan,
dan itulah menjadi kayu pengukur apakah teguh
dan istiqhamahnya kamu dialam ini.
Dengan itu, teguhkanlah dirimu sahabat,
agar kau tetap tegar didunia ini,
dan terus menghayunkan langkah hingga nur jihadmu
terpancar bersama saf-saf pejuang lillah.
Sahabat,
untuk menjadi pejuang yang qawiy,
Sahabat,
untuk menjadi pejuang yang qawiy,
perlu ada kesabaran yang teguh,
untuk menghadapi segala ujian-ujian.
Kenapa harus untuk diuji?
ya, kerana kita impikan syurga,
maka sewajibnya untuk menghadapi segala ujian dengan penuh keteguhan,
kesabaran dan keimanan yang mantap.
Sahabat, ayuh kita terus melewati jalan ini
agar kita mampu memegang status sebagai 'penghuni syurga' kelak.
Jadi, ayuhlah sahabat, mari kita jual diri kita sebagai penolong agama Allah, biarpun diri disakiti, biarpun hati disiakiti, supaya nyawa kita dihantar sebagai penyemarak api di medan perjuangan. Tinggalkanlah kenikmatan persinggahan fana ini, agar jannah menjadi perkampungan yang abadi.
Jadi, ayuhlah sahabat, mari kita jual diri kita sebagai penolong agama Allah, biarpun diri disakiti, biarpun hati disiakiti, supaya nyawa kita dihantar sebagai penyemarak api di medan perjuangan. Tinggalkanlah kenikmatan persinggahan fana ini, agar jannah menjadi perkampungan yang abadi.
Tuesday, February 8, 2011
Jalan Da'wah dan Tarbiyyah..
Jalan ini jalan para muliawan..
Jangan rasa lemah!
Sama-sama memperingati..
Jalan Da'wah dan Tarbiyyah..
Ia bukanlah jalan yang senantiasa ditabur bunga,
direnjis mawar,
bukan juga jalan yang membuatkan kita,
tersenyum sentiasa.
Ia merupakan jalan yang punya batuan dan duri,
malah di sepanjang perjalanan,
ada sahaja bertembung dugaan dan masalah,
yang sengaja ALLAH titipkan sebagai ujian.
Ya, ALLAH mahu menguji,
adakah benar-benar kental iman kita,
sehingga mampu melepasi ujian tersebut?
Meskipun begitu, yakinilah!
Hanya ini jalannya yang membuatkan kita tenang,
pabila sampai di penghujung jalan,
yang menghadirkan sekuntum senyuman,
saat melangkah kanan
ke SYURGA FIRDAUSI..
Salam Perjuangan daripada Aisyah Ulya
Created by Aisyah Ulya
24 April 2010 8:42 am
Buatmu Serikandiku
Ku nukilkan kata yang tak seberapa,
Buatmu insan berjasa,
Tanda kasih dan cinta,
Walau mungkin tak terbalas segala jasa,
Biarlah kau tahu bahawa dirimu,
Amat berharga dalam hidupku...
Ibuku, serikandiku,
Sejak aku mula mendiami rahimmu,
Telah kau bisikkanku dengan kalimah Pencipta,
Dan tatkala aku mula menjengah ke dunia,
Terus kau letak dalam acuan Rabbani,
Perlahan-lahan kau membimbing tangan kecilku,
meniarap, merangkak, berjalan,
dan akhirnya berlari,
berlari menuju matlamat tertinggi,
mengejar redha ilahi...
Ibuku serikandiku,
Peribadimu indah kalammu hikmah,
Tiap tutur bicaramu,
Mengalir segar bak air di kali,
Menyuburkan bunga-bunga keimanan,
Berkembang mekar menjadi taman islami.
Kau corak rumahtangga ini,
Dengan kalam ilahi dan sunnah nabi,
Hingga ku rasa rumah ini seakan syurgaku,
Tempatku melepaskan lelah,
Merawat kesakitan,
Setelah berjuang menempuh belantara dunia...
Ibuku serikandiku
Harapanmu tinggi cita-citamu murni,
Ingin aku tumbuh
Menjadi mujahidah sejati,
Puteri haraki,
Penegak kalimah ilahi,
Pembimbing generasi,
Agar kerja-kerja Islam ini punya pewaris,
Tak ku nafi cita-citamu tinggi,
Akan ku cuba penuhi,
Menjadikannya satu realiti...
Ibuku serikandiku,
Imanku tak setebal imanmu,
Terkadang gamitan dunia,
Sering mengelabui mataku,
Ahh..aku tak mahu tenggelam,
Namun tatkala menatap matamu,
Pantas bangkit sedarku,
Aku bukan puteri duniawi,
Aku serikandi ukhrawi,
Puteri akhirat bakal bidadari...
Ibuku serikandiku,
Ku mungkin tak mampu membalas pengorbanan,
Namun aku kan terus mendoakan dirimu,
Moga Allah menyayangimu,
Mentsabatkan dirimu,
Meredhai penat lelah perjuanganmu,
Dan
harapanku moga Allah menggolongkan kita dalam kalangan para syuhada'Nya...
Thursday, October 14, 2010
Belajarlah Dari Matahari
dakwatuna.com
Anakku, lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia
Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Washington DC, 2010
13/10/2010 | 05 Zulqaedah 1431 H | Hits: 1.954
Oleh: DR. Amir Faishol Fath
Wednesday, September 29, 2010
Tugas lelaki sejati
" Alangkah hebatnya agama ini
sekiranya mempunyai lelaki yang berjiwa besar.
Demi Allah, sesungguhnya dakwah ini adalah tugas lelaki sejati.
Ia menghimpunkan lelaki yang gagah perkasa di dalam barisan mereka.
Orang-orang yang takut menghadapi rintangan, gangguan dan pertarungan,
maka kumpulan tersebut terdiri dari angkatan lelaki yang berjiwa kecil,
kerdil dan mementingkan diri sendiri."
MUHAMMAD AHMAD AR-RASYID
Wednesday, September 22, 2010
Ungkapan Syair Muhammad Ahmad Ar-Rasyid
Majulah ke hadapan dan ceburkanlah diri
Engkaulah pemudanya
dan madahku adalah nyalaan
Semoga iramaku menyalakan api dalam dirimu
Niat hati hanya untuk melihat
Setitik air dalam dirimu
bakal menjadi laut yang dalam
Semoga jiwa ini sentiasa beroleh ketenangan
Jadikanlah dirimu
Dicipta untuk bekerja bersungguh-sungguh.
http://tinninun-alislam.blogspot.com/
http://tinninun-alislam.blogspot.com/
Sunday, August 8, 2010
Alangkah Ruginya
Alangkah ruginya kita.
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.
Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.
Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.
Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.
Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang
Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.
"Sesungguhnya orang yang rugi itu adalah orang merugikan dirinya dan ahli keluarganya di hari Qiamat. Ketahuilah bahawa itulah kerugian yang sebenar-benarnya"
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.
Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.
Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.
Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.
Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang
Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.
"Sesungguhnya orang yang rugi itu adalah orang merugikan dirinya dan ahli keluarganya di hari Qiamat. Ketahuilah bahawa itulah kerugian yang sebenar-benarnya"
Abu Umar
Tuesday, 27. July 2010, 02:56:53Wednesday, July 14, 2010
Jangan Kau Gurisi Al-Aqsa Lagi

Terguris hati saya,
Pabila mendengar al-Aqsa dicerobohi lagi.
Lebih terguris hati saya,
Apabila melihat umat Islam duduk berdiam diri.
Tergurisnya hati saya,
Pabila dalam satu majlis,
Ditanya kepada yang hadir,
Apa yang berlaku di al-Aqsa sekarang,
Semuanya kata tidak tahu.
Terguris kita melihat ini semua,
Seolah-olah umat Islam sudah hilang cakna,
Sibuk beraya dan berpilihanraya,
Hingga lupa atau tertangguh tanggungjawab utama.
Janganlah kau gurisi al-Aqsa lagi,
Ia merintih menjerit,
Memerlukan sumbangan untuk membebaskannya,
Kalaupun tidak mampu pergi ke sana,
Untuk mengangkat senjata,
Jangan lupa untuk berdoa,
Jangan kikir untuk menghulur sumbangan wang,
Jangan terlupa untuk memboikot produk yang membantu Zionisme.
http://abidfana.com/2009/10/10/jangan-kau-gurisi-al-aqsa-lagi/
Tuesday, July 13, 2010
Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu!
Muhammad Iqbal bermadah dengan bait-bait indah yang menyentuh rasa :
Hanya dengan kesucian ruh jua amanah dan risalah ini dapat engkau jalankan
Risalah dan amanah ini adalah suci
Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumuran dosa dan noda
Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban yang berat ini.
Sucikanlah dirimu, lahir dan bathin, baru engkau ajak manusia menempuh jalan kesucian
Thahirum Muthahir, suci dan mensucikan, itulah peribadi mukmin yang sejati
Tangan yang berlumuran darah maksiat tidak mungkin akan berbuat khairat kepada dunia dan manusia
Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan erti kepada dunia dan manusia.
http://brohamzah.blogspot.com/
http://brohamzah.blogspot.com/
Monday, July 12, 2010
AKU DATANG

Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul Izzati
kelahiran ini anugerah-Mu
dalam debur tangis kuraih erti hidup
tersujudku pada selarik belas kasih-Mu
tengadah meluhurkan hidayah-Mu
pasrah memikul amanah-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul’Alamin
aku hanya setinta insan
berkhalifah di saujana bumi-Mu
menebar takwa berbunga ikhsan
mengabdi cinta ubudiyah
mimpikan janji syurga-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Arrahman Arrahim
tunjuki daku jalan-jalan-Mu
disuluhi hidayah-Mu
diharumi reda-Mu
aku pasrah lagi patuh
tanpa ingkar lagi mungkar
aku datang kepadaMu
Allahuakhbar!
Ummu Anas
11/7/10
http://ummu-anas.blogspot.com/
Thursday, June 24, 2010
Lelaki diakhir zaman ini
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir
Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..
sumber web...
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir
Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..
sumber web...
Monday, April 12, 2010
PEJUANG
Pejuang
apalah yang hendak kau keluhkan
pada kata nista yang menghujanimu.
Pejuang
apalah yang hendak kau musykilkan
pada kemiskinan yang bermalam digubuk burukmu.
Pejuang
apalah yang hendak kau sedihkan
pada kasih sayang yang terbang.
Demikian setiap langkahmu pasti ada rintangan
setiap perjuanganmu mesti ada pengorbanan
jiwamu bukan untuk ditangisi
tapi tangisilah resahilah jiwamu
melihat bumi Allah yang penuh kemungkaran
melihat Al Quran yang hanya menjadi perhiasan
melihat nur Islam menjerit kesakitan.
Kuatkan hatimu bagai besi waja
habiskan sisa hidupmu untuk dakwah
moga-moga engkau menemui syahid
AL FIKRIAH
apalah yang hendak kau keluhkan
pada kata nista yang menghujanimu.
Pejuang
apalah yang hendak kau musykilkan
pada kemiskinan yang bermalam digubuk burukmu.
Pejuang
apalah yang hendak kau sedihkan
pada kasih sayang yang terbang.
Demikian setiap langkahmu pasti ada rintangan
setiap perjuanganmu mesti ada pengorbanan
jiwamu bukan untuk ditangisi
tapi tangisilah resahilah jiwamu
melihat bumi Allah yang penuh kemungkaran
melihat Al Quran yang hanya menjadi perhiasan
melihat nur Islam menjerit kesakitan.
Kuatkan hatimu bagai besi waja
habiskan sisa hidupmu untuk dakwah
moga-moga engkau menemui syahid
AL FIKRIAH
Tuesday, September 8, 2009
Aku tegar luka berdarah
Dengar-dengar cerita,
Cerita hati lara...
Dengar-dengar luahan rasa,
Rasa kecewa rasa nestapa...
Dengar-dengar atma berbicara,
Pungguk rindukan bulan,
Bulan enggan bersuara
Jua menghindar bersemuka...
Dengar-dengar iman berkata,
Hati yang molek,
Andai dihadiah pada manusia,
Bakal tercalit duka...
Namun hati yang lara
Disandar padaNya
Kan bersinar tenang, bersimbah senang,
Bahagia berpanjangan...
Kadang kaki tersadung,
Tubuh jatuh menyembah...
Kadang hati bergalau,
Rasa berbaur amarah...
Pedih hati sayu jiwa,
Apakah petanda jauh dariNya...
Ya Rahman,
Aku tegar luka berdarah,
Aku bisa tercalit sakit...
Tapi aku tak mampu menerima murkaMu,
Aku takut jauh dariMu...
Aku hanya tahu
Tanpa rahmat kasihMu
Aku adalah hambaMu...
Maka kasihanilah daku...
teruterubozu
Cerita hati lara...
Dengar-dengar luahan rasa,
Rasa kecewa rasa nestapa...
Dengar-dengar atma berbicara,
Pungguk rindukan bulan,
Bulan enggan bersuara
Jua menghindar bersemuka...
Dengar-dengar iman berkata,
Hati yang molek,
Andai dihadiah pada manusia,
Bakal tercalit duka...
Namun hati yang lara
Disandar padaNya
Kan bersinar tenang, bersimbah senang,
Bahagia berpanjangan...
Kadang kaki tersadung,
Tubuh jatuh menyembah...
Kadang hati bergalau,
Rasa berbaur amarah...
Pedih hati sayu jiwa,
Apakah petanda jauh dariNya...
Ya Rahman,
Aku tegar luka berdarah,
Aku bisa tercalit sakit...
Tapi aku tak mampu menerima murkaMu,
Aku takut jauh dariMu...
Aku hanya tahu
Tanpa rahmat kasihMu
Aku adalah hambaMu...
Maka kasihanilah daku...
teruterubozu
Subscribe to:
Posts (Atom)
Wasiat Rasulullah kepada Muaz
"Wahai Muaz
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."
kuwasiati agar
bertakwa kepada Allah,
berbicara yang benar,
teguh memegang janji,
menyampaikan amanat,
meninggalkan khianat,
mengasihi anak yatim,
menjaga tetangga,
menahan amarah,
berbicara lembut,
memberi salam,
setia pada imam,
memahami al-Quran,
menyukai akhirat,
memprihatinkan hisab,
memendekkan angan-angan,
dan beramal baik.
Serta aku larang engkau
memaki orang Islam,
membenarkan orang dusta,
mendustakan orang benar,
menderhaka imam adil,
dan membuat kerosakan di muka bumi."
Badi' az-Zaman Sa'id alNursi
Dunia ini adalah kitab Allah Yang Maha Abadi. Segala sesuatu di atasnya tidak memberi apa-apa, tetapi ia menggambarkan dan membuktikan kekuasaan dan sifat Penciptanya. Oleh itu tinggalkanlah segala gambaran-gambaran itu dan perhatikanlah apa yang menjadi pengajaran darinya.
Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Dunia ini adalah perladangan. Oleh itu bercucuk tanamlah dan tuailah hasilnya. Jangan dibiarkan ia dipenuhi semak dan duri dan kekotoran.
Puisi-puisi RS^
ANDAINYA AKU PERGI
Tiada apa yang dapat kukesali
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.
Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.
Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.
Hayati Yahaya
andainya mentari pagi
tidak akan dapat kutatapi
memang itu janjiMu Ya Ilahi
tiap yang hidup pastikan mati.
Tiada apa yang dapat kubekali
hanya amal ibadat duduk di sisi
harta benda tidak bererti
itu semua hiburan seketika
pasti ianya lenyap jua.
Aku tidak mahu ditangisi
andainya aku pergi
tetapi yang aku idami
ampun maaf semua sekali
doa untukku usah dilupai
agar terampun dosa yang kulakui.
Hayati Yahaya
Cantiknya kerana iman dan taqwa,
Ya Allah,
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,
Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,
Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,
Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,
Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...
Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kerana iman dan taqwa,
Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahsia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi punca fitnah hati,
Ya Allah,
Timbulkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri,
Disebalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Kerana setiap yang tercipta ada hikmahnya,
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja,
Buat ummah dan juga keluarga,
Izinkan daku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata buat yang bernama suami...
http://nurulfarienaasli87.blogspot.com/
Mengenali Syeikh Abbas Asisi: Penyeru Cinta Dakwah
Thursday, January 22, 2009
Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 1425 H bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2004 dakwah Islam telah mengakar di Mesir, Syeikh Abbas As-sisi –rahimahullah- salah seorang tokoh pada tahun 30 an, pemilik institusi khusus dakwah yang dikenali dengan sekolah penuh cinta kerana pemiliknya terkenal dan masyhur dengan seorang yang penuh cinta, murah senyum, hati yang lapang dan terbuka. Beliau merupakan salah seorang dari sekian banyak orang yang tidak pernah kering dengan ideologinya dan amat teguh dalam dakwahnya walau dengan cubaan dan ujian yang berat yang menimpa dakwah di Mesir, bahkan beliau menerimanya dengan penuh cinta, syiar beliau yang paling terkesan adalah “Dakwah kepada Allah adalah cinta” dan bahkan syiar tersebut menjadi judul buku pada sekolah dakwah, dan dikenal oleh banyak generasi bahawa dakwah adalah cinta dan bahawasanya dakwah Islam tidak mengenal kekerasan.
Tentunya tidak asing bahawa beliau memiliki banyak pengikut -25 ribu atau lebih- dari pemuda yang mencintai beliau dan menimba ilmu dan pembinaan di sekolahnya, mendapatkan konsep-konsep tarbiyah yang dianggap telah usang dan konsep-konsep tarbiyahnya yang telah hilang dari banyak generasi di masa awal setelah mereka ditempa tarbiyah ala militer dan nilai-nilai keperajuritan yang keras, yang telah menghabiskan masa muda mereka di balik jeruji besi dan berkunci rapi; sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap manhaj dakwah ketika berhadapan dengan ujian dan siksaan.
Adapun beliau setelah keluar dari penjara seperti seorang yang lebih muda dari para pemuda lainnya; banyak senyum dan toleran walaupun terhadap musuhnya, dan melalui tangan beliau yang halus dakwah Islam bergerak, khususnya di tengah para pemuda “Jamaah Islam” di beberapa universiti di Mesir, metode dan sekolah beliau menjadi sebab bergabung dan bersatunya -terutama jamaah al-ikhwan al-muslimun pada tahun 70 an-, para ulama seperti Ibrahim Az-Za’farani dan Khalid Daud di Alexandria, Abdul Mun’im Abdul Futuh dan Hilmi Al-Jazar di Kaherah, dan Abu al-Ala Madhi di pedesaan.
Guru para pemuda tentang cinta dan perasaan
Abbas As-sisi merupakan sosok penghubung yang lembut dengan para pemuda terutama saat pecah gerakan kebangkitan Islam pada tahun 70 an yang memiliki pengaruh sangat besar dari terhindarnya para pemuda pada garis keras dengan manhaj dan metode dalam berdakwah kepada Allah yang bijak bijak.
Abbas As-sisi juga memiliki pengaruh yang besar dalam meluruskan etika dan perilaku Islam khususnya di Kota Alexandria -sebagai salah satu pusat kebangkitan yang menjadi medan dakwah yang luas-, mungkin hanya sedikit dari para da’i yang menerapkan kaidah ini dalam perilaku dan interaksi hingga dapat memberikan kelembutan di antara para pemuda dengan dai penyeru perasaan; kerana begitu banyak yang dibicarakan dan ditulis serta dimotivasi sehingga memiliki hubungan dengan beliau.
Abbas As-sisi (1918-2004) merupakan salah seorang da’i generasi awal dalam harakah Islam yang gigih dalam berkomunikasi dengan para pemuda dan memfokuskan dakwah kepada mereka, berinteraksi dengan mereka selama beberapa tahun antara kemajuan dan kemunduran. Beliau memiliki banyak pelajaran yang mampu memberikan pengaruh pada setiap tingkatan. Beliau juga telah menyaksikan kemajuan dakwah Islam pada kurun waktu tahun 80 an yang merambah ke dalam berbagai universiti di seluruh pelusuk
Begitupun muhadhoroh-muhadhoroh beliau di kota Alexandria setelah dimulainya gerakan pengikisan di berbagai universiti Mesir, dan setelah terjadi benturan antara gerakan dan kekuasaan yang berakibatk pada tersosialisasikannya persatuan pelajar, lembaga sosial dan aktiviti di masjid-masjid, memberikan pengaruh besar dalam menenangkan jiwa yang bergolak dan menghilangkan sikap ekstrim, setelah adanya pertemuan dalam muhadhoroh saat itu.
Beliau tidak pernah meremehkan undangan para pemuda untuk berjumpa dengannya, kerana beliau memang gigih dalam menanamkan ruh cinta dan ukhuwah diantara mereka, sebagaimana beliau tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk berkunjung, beliau berkata :
“Saya pernah diundang untuk ziarah pada sekumpulan pemuda, dan memakan waktu perjalanan selama 3 jam ! dan ketika tiba, saya dapati mereka telah menyambut saya sambil duduk! Mereka diam seperti batu, perasaan mereka seakan kosong, mata mereka seakan mati, akhirnya salah seorang yang tertua dari mereka menghampiri saya lalu saya sampaikan kepada mereka dengan tanpa perasaan dan ruh. Setelah selesai berbicara mereka berterimakasih kepada saya dan saat saya keluar seakan saya berta’ziyah pada orang yang meninggal!! Lalu saya kembali dengan sedih terhadap apa yang saya saksikan dan lihat!!
Waktupun berjalan; hari demi hari, minggu demi minggu, datang kepada saya salah seorang akh yang mengundang saya sebelumnya, datang mengundang sekali lagi untuk mengunjungi mereka.
Saya katakan kepadanya: Kemana?
Dia berkata: kepada Ihkwah.
Saya katakan kepadanya: apakah mereka ikhwah?
Dia berkata: Ya.
Saya berkata: Mustahil mereka dapat merasakan makna ukhuwah, bagaimana mereka seorang ikhwah…padahal datang kepada mereka seorang tamu, perjalanannya memakan waktu 3 jam, datang dengan penuh kerinduan yang membara, perasaan yang bergelora, dan jiwa yang lapang. Namun mereka menerimanya dengan perasaan yang lesu dan duka. Begitulah kehebatan tokoh ini begitu menghargai dan menghayati nikmat ukhwah dalam berjamaah.
http://tarbiyahpewaris.blogspot.com/2009/01/mengenali-syeikh-abbas-asisi-penyeru.html
Mengenang Pemergian Abbas Assisi
Menjelang buka puasa 11 Ramadhan yang lalu (1425 H) seseorang memberitahu sebuah berita duka. Tiga hari sebelumnya, 8 Ramadhan Ustadz Abbas As-Sisy wafat setelah tidak sedar selama dua minggu dan mendapat perawatan perubatan secara intensif di sebuah hospital di Alexandria.
Jika Allah memuliakan sebahagian tempat atas lainnya. Maka untuk meraih tempat berkah tersebut kita mesti menziarahi ke sana. Selain itu Allah juga meninggikan darjat sebahagian waktu atas yang lainnya. Kita tunggu atau tidak, waktu tersebut akan melewati kita. Dan setelah itu terserah kita. Memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya atau bahkan bersikap tidak acuh dan seolah ia tidak ada.
Apapun sikap kita, Ramadhan telah menemui kita. Ustaz Abbas pun mendapat sebuah kehormatan dipanggil Allah di bulan mulia ini. Meskipun mungkin selama Ramadhan beliau tidak melakukan apa-apa. Tapi bukankah ketika beliau sedar beliau menafkahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan dakwah Islamiyah. Kerana itu tidak berlebihan seandainya 8 hari beliau di bulan ini dihitung dan dilipatgandakan oleh Allah. Dia lah yang Maha mengetahui. Maha Pengasih yang sangat luas cintanya.
Ustaz Abbas memang tidak sepopular Syeikh Yusuf al-Qaradawy yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Lelaki yang tamat usia pada tahun ke 86 ini mewaqafkan hidupnya untuk sebuah idealisme risalah dakwah. Semasa kecil beliau sangat mahir bermain bolasepak dengan lincah. Beliau bahkan mengaku tidak pernah membayangkan akan boleh menulis. Seperti yang diungkapkannya di mukaddimah Fi Qafilah al-Ikhwan al-Muslimin.
Buku setebal 855 halaman ini merupakan sebagian catatan perjalanan hidupnya. Pertemuannya dengan Hasan al-Banna, teman dan sekaligus gurunya yang mengajarkan kekuatan cinta. Beliau meresapi benar petua sang guru, "Perangilah manusia dengan (senjata) cinta."
Saya baru saja merancang untuk bertemu dengan beliau. Kerana lintasan berbagai peristiwa yang beliau rakam dengan goresan tinta benar-benar sarat pelajaran dan ibrah. Saya belum sempat menamatkannya. Kerana ingin perlahan-perlalan menelusuri sejarah beliau. Kisah yang sangat unik, menarik dan bukan fiktif.
Beliau adalah guru cinta bagi dakwah al-Ikhwan al-Muslimun (IM). Ceramah dan tulisan-tulisannya selalu ditargetkan buat membidik hati. Bukan sekadar menebar pesona dan simpati. Namun, kekuatan karisma, cinta dan rasa persaudaraan yang tinggi.
Beliau adalah "sisa-sisa" generasi awal IM yang melalui hari-hari pahit di balik jeriji dan berbagai intimidasi serta tuduhan stigma subversif. Kegigihannya tidak menjadikan gaya hidup beliau menjadi keras. Sebaliknya, lelaki berambut putih itu selalu menebar senyum untuk siapa saja. Dalam keadaan apa saja. Di mana saja. Jelas, keteduhan yang dalam akan nampak di wajahnya yang meski dimakan usia tapi tetap berseri menawarkan semangat hidup yang tidak pernah padam.
Lihat saja dalam tulisan-tulisannya, ath-Thariq ila al-Qulub (Jalan Menuju Hati), Da'wah ilallahi Hubb, al-Hubb fillah Risalah, adz-Dzauq Suluk ar-Ruh dan lain-lain. Bacalah bukan hanya dengan mata. Hati Anda benar-benar telah ditariknya.
Kegigihan dan keberaniannya tidak pernah diragukan. Beliau terlibat dalam perang dunia 1940 di Gurun Barat (Gharbea). Beberapakali mengalami penangkapan. Dan pada awal 80-an menjadi salah seorang perintis dakwah IM di luar negeri.
Saya sebenarnya kecewa. Tidak ada satu media pun yang memberitakan kepergiannya. Mengulas profilnya untuk diketahui perjuangannya dan dijadikan ruh perubahan. Sabtu, Ahad, Isnin pun berlalu. Tidak satu pun menyebut namanya. Sampai akhirnya saya menemuinya di Tabloid Mingguan Afaq Arabia. Tabloid parti pembangkang ini mengulas panjang profil beliau dan komentar tokoh-tokoh penting IM. Termasuk diantaranya, pimpinan spiritualnya, Syeikh Muhammad Mahdy 'Akif.
IM kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Dan umat Islam juga merasakannya. Jasadnya memang tertanam dalam perut bumi. Namun, hatinya selalu hadir di tengah-tengah pada da'i, penerus hasratnya. Sebagaimana hasrat para pendahulunya.
Kini lelaki itu telah pergi. Menjumpai kekasihnya. Meninggalkan kefanaan yang kadang membuat terlena. Dan memasrahkan kebijaksanaan dakwah pada generasi setelahnya. Mahukah kita menyambut tongkat kebijaksanaan dakwah tersebut?
Saiful Bahri
Cairo, 20 Ramadan 1425


