
penglibatannya dengan Hamas
dan sayap tentera al-Qassam
menjadi suatu rahsia
seminggu selepas mereka menikah
barulah Feryal ketahui suaminya
'Izzuddin Syubhi Al-Sheikh Khalil
seorang komandan al-Qassam
( lahir di Gaza 23 Aug. 1962 )
'Izzuddin ditugaskan Hamas
untuk mengumpulkan, membina dan melatih
para pemuda Muslim di seluruh Palestin
baik di Gaza, Tebing Barat
untuk menjadikan para pemuda itu
pembela tanah suci para Nabi
dan Masjidil Aqsha
mengapa Feryal menerima lamaran
perempuan yang murah senyum itu menjawab
"di Gaza, waktu itu, kalau ada laki-laki yang
rajin ke masjid, berakhlak baik,
berilmu agama mendalam, berpenampilan rapi
dan menjaga pergaulannya sesuai syariat Islam
hampir bisa dipastikan bahawa dia seorang Mujahid"
Feryal merasa Allah mengabulkan doanya selama ini
agar dinikahkan dengan seorang mujahid
setiap hari, setiap solat fardhu
sampai syahidnya 'Izzuddin, atas permintaan
suaminya itu, Feryal mendoakan agar suaminya
dianugerahi Allah mati syahid di Jalan Allah
kenapa tidak berdoa agar
dimatikan syahid bersama-sama?
Jawaban Feryal:
"Karena, jika suami saya syahid, lalu saya
tetap istiqamah menjalankan amanah
yang tertinggal termasuk membesarkan anak-anak
maka Allah menjanjikan kemuliaan yang lebih besar
lagi bagi kami sekeluarga"
Sudah sewajanya Feryal bertanya kepada 'Izzuddin
"Kalau kamu syahid, kami bagaimana?"
Dijawab oleh 'Izzuddin
"Ada Allah, dan Allah lebih baik dari saya"
Hari itu Ahad, 26 Sept. 2004
'Izzuddin sempat memundurkan keretanya
sebelum meledak
Ibu tiga anak 29 tahun tidak menangis
"saya beritahu kepada mereka jangan menangis,
saya tidak menangis karena ini
keberuntungan saya dan keluarga saya"
Ketika menerima salam dari ratusan tamu,
Feryal membayangkan malam yang selalu
dilewatinya bersama 'Izzuddin
sepanjang 13 tahun penikahannya
sebelum tidur kedua-duanya saling pandang
dan saling bertanya
"Apakah kamu redha kepada saya?"
kedua-duanya sama-sama saling mengiyakan
keredhaan itu kini membias pada ketiga-tiga
anaknya Hiba, Muhammad & Hadil


No comments:
Post a Comment