Siapakah yang akan mengangkat pedang untuk meninggikan
menara namamu (Nabi Muhammad) di atas pucuk bintang-
bintang yang tinggi.
Dulu, kami adalah gunung di atas gunung-gunung, bahkan
Kami juga menjadi lautan di atas ombak lautan yang menerpa.
Sebelum pasukan batalyon Islam membuka perluasan Islam
ke berbagai negeri, adzan kami berkumandang di atas tempat-
tempat peribadahan orang asing.
Negeri dan padang pasir Afrika tidak akan melupakan bekas-
bekas sujud kami, meskipun bumi ini memuncratkan api yang
panas.
Kami menyaksikan patung dan berhala yang terbuat dari emas,
lain kami memusnahkannya dan membinasakan kekafiran di
atasnya.
Kalau sekiranya yang menyaksikan itu adalah selain kaum
muslimin, niscaya mereka akan membentuknya menjadi emas,
dan perhiasan itu akan mereka jadikan dinar."


No comments:
Post a Comment